Koran Jakarta | July 20 2018
No Comments
Prospek Perekonomian

Laju Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I- 2018 Melambat

Laju Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I- 2018 Melambat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 melambat dibandingkan periode tiga bulan akhir tahun lalu. Meski demikian, bank sentral optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan I-2018 lebih baik ketimbang capaian pada periode sama tahun sebelumnya.

Gubernur BI Agus Martowardojo meyakini pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan-I 2018 akan melebihi 5,01 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy). Menurut Agus, pendorong pertumbuhan pada triwulan I-2018 adalah kinerja dunia usaha dan berlanjutnya program pemerintah yang terindikasi dari meningkatnya impor untuk bahan baku sejak Desember 2017 hingga Februari 2018.

Namun, pertumbuhan ekonomi di paruh pertama melambat jika dibandingkan triwulan IV-2017 yang sebesar 5,19 persen (yoy). “Sejak Desember pertumbuhan impor tinggi dan banyak dikontribusi impor bahan baku. Kami perkirakan juga Februari 2018 itu neraca perdagangan masih defisit,” katanya di Jakarta, Selasa (13/3).

Selain itu, konsumsi rumah tangga selama tiga bulan pertama ini, ujar Agus, juga membaik, dibanding tren konsumsi tahunan pada triwulan I-2018. Penyebabnya adalah sudah disalurkannya dana desa untuk tahap awal pada Februari 2018. Dana desa yang sudah dicairkan mencapai 2,92 triliun rupiah atau 24,4 persen dari pagu tahap awal sebesar 12 triliun rupiah. Adapun total dana desa yang disiapkan tahun ini 60 triliun rupiah.

Kontribusi Konsumsi

Bahkan, menurut Agus, dana desa ditambah bantuan sosial dari pemerintah akan menjaga kontribusi konsumsi rumah tangga untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini. Konsumsi rumah tangga pada 2017 hanya mencatatkan pertumbuhan 4,9 persen atau di bawah tren tahunan yang sebesar lima persen.

“Jadi secara umum sumber pertumbuhan kita pada 2018 ada di investasi, ekspor, dan juga konsumsi,” ujar Mantan Menteri Keuangan itu.

Bank Sentral menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di rentang 5,1- 5,5 persen (yoy), setelah pada 2017 hanya tumbuh 5,07 persen. Sedangkan untuk inflasi ingin dijangkar Bank Sentral di 2,5-4,5 persen (yoy) setelah pada 2017 sebesar 3,6 persen (yoy).

Terkait kebijakan moneter BI, Agus mengatakan kebijakan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate belum tentu mengetat atau naik pada Maret 2018 meskipun Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) hampir pasti menaikkan suku bunga acuannya, yang menjadi penyebab gejolak ekonomi eksternal beberapa waktu terakhir.

Dia mengatakan, kondisi fundamental ekonomi domestik saat ini berjalan baik, terlihat dari terjaganya inflasi sesuai sasaran bank sentral di 2,5-4,5 persen secara yoy. Saat ini, Agus menegaskan, kebijakan moneter BI masih netral, dengan peluang pelonggaran suku bunga acuan relatif kecil untuk tahun ini.

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment