Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Pilpres 2019

Kuasai Debat Capres, Elektabilitas Jokowi Naik

Kuasai Debat Capres, Elektabilitas Jokowi Naik

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko mengatakan bahwa elektabilitas calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) usai debat capres jilid II mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan Jokowi terlihat sangat menguasai persoalan.

“Masyarakat Indonesia akan melihat betapa pak Jokowi telah menguasai persoalan bangsa dan menjadi sebuah solusi dalam negeri ini. Ada hal-hal yang diinginkan masyarakat Indonesia seorang pemimpin yang pemberani. Nah, itu sudah dimiliki semua oleh beliau. Jadi, pasti elektibiltasnya bisa dipastikan meningkat,” kata Moeldoko di Kantornya, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2).

Moeldoko mengatakan bahwa Jokowi dalam memimpin sebuah pemerintahan juga dimulai dari walikota, sehingga sangat menguasai bagaimana memimpin suatu pemerintahan. ”Penugasan beliau selama berkarier di pemerintahan waktu menjadi walikota, waktu menjadi gubernur dan setelah agrerat semuanya itu menjadi basic yang dimiliki dan menjadi talenta sehingga menguasai persoalan bangsa,” jelas Moeldoko lagi.

Selain itu, lanjut Moeldoko Jokowi adalah sosok yang solutif yang selalu mencari solusi dalam setiap persoalan yang dihadapi ini. “Saya mengatakan banyak residu-residu perencanaan startegis yang sangat bagus masa lalu tidak bisa dieksekusi, tapi begitu pak Jokowi datang, semuanya bisa dieksekusi dengan cepat,” ucap Moeldoko.

Selanjutnya, ada banyak juga proyek-proyek masa lalu yang belum selesai, tapi begitu Jokowi datang dan memimpin semua selesai dengan cepat.”Banyak regulasi- regulasi ataupun peraturan yang menghambat jalannya investasi, beliau datang bisa diselesaikan dengan cepat. Inilah hal-hal yang kelihatan dari seorang leader selalu mencari solutif,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam melakukan itu semua, Jokowi juga berani mengambil resiko. “Beliau seorang yang pemberani, seorang pemimpin itu take risk (mengambil resiko),” katanya. fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment