Kualitas Produk dan SDM Tentukan Minat Investasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Investasi Amazon I Lindungi Industri yang Sudah Capai Standar Mutu Internasional

Kualitas Produk dan SDM Tentukan Minat Investasi

Kualitas Produk dan SDM Tentukan Minat Investasi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

>> Harapannya, produk IKM tembus pasar AS dan Eropa melalui platform Amazon.

>> Tingkatkan kualitas produksi industri nasional agar mencapai standar global.

JAKARTA – Sejumlah kalangan menilai peningkatan kualitas sumber daya manu­sia (SDM) dan produksi industri nasional sangat menentukan minat investasi per­usahaan multinasional di Indonesia. Hal itu termasuk rencana raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Amazon Web Ser­vices Inc atau AWS, untuk berinvestasi di sektor manufaktur dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Indonesia.

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjo­pranoto, mengingatkan agar pemerintah tidak menyia-nyiakan rencana raksasa teknologi AS, AWS, untuk berinvestasi di sektor manufaktur dan IKM. Rencana itu harus disambut dengan kesiapan daya saing, terutama faktor sumber daya ma­nusia (SDM) yang menjadi penentu.

E-commerce sebesar Amazon mung­kin tertarik karena melihat keragaman potensi IKM kita yang ditunjang dengan sumber daya alam yang melimpah, yang jadi modal dasar kita,” ujar Wibisono, ketika dihubungi, Minggu (26/1).

Tapi sekali lagi, lanjut dia, kalau SDM-nya belum siap, akan percuma saja apalagi di sektor manufaktur. Jadi mau tidak mau, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas SDM, dan itu tidak mudah, ti­dak bisa instan karena peringkat daya saing Indonesia masih tergolong ren­dah. Jadi perlu upaya yang luar biasa.

“Sebenarnya, kesiapan SDM dalam mendukung daya saing ini sifatnya mut­lak, ada atau tidak ada investor dari per­usahaan semacam Amazon. Kalau tidak siap, kita akan terus ketinggalan,” jelas Wibisono.

Pengamat ekonomi, Bhima Yudhisti­ra, menambahkan sebenarnya yang di­tawarkan Amazon itu investasi produk jasa pelayanan bisnis dari AWS. Melalui layanan jasa penunjang bisnis harapan­nya pengusaha khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memanfaatkan dukungan untuk me­ningkatkan skala usahanya.

Menurut Bhima, patut disyukuri ada software gratis untk mendorong UMKM go global melalui jasa Amazon. Dia juga menyarankan agar kualitas SDM juga harus bisa mendukung rencana itu. Kualitas SDM menjadi kunci IKM dan UMKM bisa go global atau tidak. “Jadi, harapannya produk UMKM dan IKM tembus pasar AS dan Eropa melalui platform Amazon,” kata dia.

Sementara itu, pemerhati bisnis digi­tal Edi Humaidi menyatakan pemerin­tah mesti bisa mempengaruhi perusa­haan e-commerce skala global, seperti Amazon dan Alibaba untuk memasar­kan produk-produk Indonesia.

“Indonesia dengan populasi keem­pat terbesar dunia merupakan pasar yang sangat penting dan strategis untuk pertumbuhan pasar masa depan bagi Amazon, Alibaba, dan e-commerce glo­bal lainnya. Untuk itu, pemerintah harus mempunyai pengaruh besar untuk men­dorong e-commerce agar komit meng­ekspor produk-produk dari Indonesia,” kata dia. (Koran Jakarta, Kamis, 15/1).

Sejumlah kalangan sebelumnya juga menyarankan agar produk Indonesia la­yak masuk jaringan e-commerce global, ada beberapa hal yang mesti dilakukan. Pertama, kualitas produksi industri na­sional harus ditingkatkan agar menca­pai standar internasional. Para menteri dan pejabat negara harus membantu memfasilitasi agar industri nasional me­ningkatkan mutu sesuai standar inter­nasional.

Kedua, untuk industri yang sudah mencapai standar mutu internasional harus terus dibela, harus dilindungi agar tetap bertahan, jangan dimatikan dengan produk impor.

Menyambut Baik

Menteri Perindustrian, Agus Gumi­wang Kartasasmita, mengatakan perusa­haan teknologi raksasa asal AS, Amazon Web Services Inc, tertarik untuk berin­vestasi di sektor manufaktur dan IKM.

“Jadi, kami menyambut baik rencana investasi Amazon Web Services (AWS) di Indonesia. Kami harapkan ini akan me­macu pengembangan sektor manufak­tur, startup hingga IKM di Tanah Air un­tuk bertransformasi ke arah industri 4.0,” kata Agus di Davos, Swiss, Kamis (23/1).

Perusahaan milik Jeff Bezos ini juga berencana ekspansi ke Indonesia pada akhir tahun 2021 atau awal 2022. AWS Jakarta bakal menjadi AWS region ke-9 di kawasan Asia Pasifik, yang bergabung dengan region yang sudah ada di Bei­jing, Mumbai, Ningxia, Seoul, Singapura, Sydney, Tokyo, dan Hong Kong. Saat ini, AWS telah menghadirkan 69 Availability Zone di 22 region di seluruh dunia.

“Investasi ini sangat penting, karena akan mendukung posisi Indonesia se­bagai digital hub yang strategis untuk pelanggan AWS,” jelas dia. SB/ers/WP

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment