Koran Jakarta | October 23 2018
No Comments
Intermediasi Perbankan

Kredit Tumbuh “Double Digit” pada Juni 2018

Kredit Tumbuh “Double Digit” pada Juni 2018

Foto : ISTIMEWA
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta di Jakarta, Kamis (12/7), mengatakan pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2018 tetap berada di level double digit. Meningkatnya pertumbuhan kredit itu salah satunya ditopang oleh pertumbuhan kredit kepemilikan rumah (KPR) yang menunjukkan tren kenaikan setahun terakhir.

Menurut Fili, realisasi pertumbuhan pada Juni bahkan melebihi catatan pada Mei 2018 yang tumbuh 10,2 persen secara year on year (yoy) yang permintaannya dipacu saat Ramadan dan Idul Fitri. Untuk kredit ke sektor properti pada Mei 2018 tercatat tumbuh 11,4 persen menjadi 840,3 triliun rupiah dibandingkan Mei 2017 yang ditopang kredit properti bank domestik.

Secara rinci, kredit properti yang disalurkan bank dalam negeri mencapai 741,7 triliun rupiah, kemudian pembiayaan dari Utang Luar Negeri (ULN) 80,6 triliun rupiah dan Surat Berharga Dalam Negeri 8 triliun rupiah. Secara khusus, pertumbuhan KPR pada Mei 2018 sebesar 12,75 persen (yoy), atau naik dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Per Mei 2016, KPR hanya tumbuh moderat di 6,21 persen (yoy). “KPR juga melampaui pertmbuhan kredit rata-rata perbankan yang di Mei 2018 baru tumbuh 10,26 persen (yoy),” kata Fili. Pertumbuhan tertinggi disalurkan untuk pembiayaan hunian flat/ apartemen tipe 22-70 meter persegi dan lebih dari 70 meter persegi, serta rumah tapak tipe 22-70 meter persegi dan lebih dari 70 meter persegi.

“Kemampuan bayar dari debitur juga masih sangat baik, sehingga KPR masih bisa terus terangkat di pertengahan tahun ini,” katanya. Bank Indonesia jelasnya memproyeksikan pertumbuhan KPR hingga 13,46 persen (yoy) hingga akhir tahun karena ada stimulus dari pembebasan Loan to Value (LTV) untuk rumah pertama semua tipe yang diterapkan per 1 Agustus 2018.Relaksasi nilai kredit dari total agunan itu akan berdampak positif jangka menengah.

 

Jangan Terburu-buru

 

Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan agar bank tidak terburu-buru melakukan kenaikan suku bunga kredit sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan BI 7day Reverse Repo Rate. Imbauan itu disampaikan agar permintaan dari debitur tetap stabil. “Bank juga ambil marginnya jangan terlalu banyak.

Lebih baik perbanyak di volume, jadi margin bisa tetap baik karena volumenya bertambah,” kata Fili. Dia yakin, kalau pun ada kenaikan bunga kredit masih terukur karena bank harus memerhatikan potensi penurunan permintaan jika kenaikan bunga acuan di level 5,25 persen langsung diakselerasi dengan kenaikan bunga kredit yang drastis.

Fili menambahkan BI menilai pertumbuhan kredit masih di jalur yang diinginkan karena tahun ini ditargetkan tumbuh pada kisaran 10-12 persen (yoy), sedangkan pada Mei 2018 kredit tumbuh 10,26 persen (yoy) dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross 2,79 persen. 

 

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment