Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Sengketa Pilpres - Hakim Konstitusi Siap Menginap di Kantor

KPU Serahkan 272 Kontainer Boks Alat Bukti ke MK

KPU Serahkan 272 Kontainer Boks Alat Bukti ke MK

Foto : ANTARA/APRILLIO AKBAR
DOKUMEN JAWABAN - Ketua KPU Arief Budiman (tengah) didampingi komisioner KPU Ilham Saputra (kedua dari kanan) dan Hasyim Asy’ari (kiri) menyerahkan dokumen dan alat bukti terkait sengketa gugatan hasil pilpres ke MK, Jakarta, Rabu (12/6).
A   A   A   Pengaturan Font
Masing-masing kontainer memiliki panjang 60 sentimeter, lebar 40 sentimeter, tinggi 40 sentimeter.

 

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan dokumen jawaban dan alat bukti terkait sengketa gugatan hasil pilpres yang dimohonkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-San­diaga Uno ke Mahkamah Kon­stitusi (MK). Dokumen dan alat bukti yang diserahkan KPU ke MK itu dimuat dalam 272 kontainer. Dokumen tersebut berasal dari 34 provinsi, yang mana setiap provinsi menyum­bangkan rata-rata delapan kontainer.

“Dokumen dan alat bukti yang diserahkan berkaitan dengan seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu, mu­lai dari daftar pemilih hingga Sistem Informasi Penghitungan (Situng), termasuk pertanyaan-pertanyaan tentang 17,5 juta pemilih. Itu semuanya di­siapkan dokumennya,” kata komisioner KPU, Hasyim Asy’ari, usai menyerahkan dokumen dan alat bukti di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Hasyim merinci ukuran kontainer. Masing-masing kontainer memiliki panjang 60 sentimeter, lebar 40 sentimeter, tinggi 40 sentimeter. Sehingga total volumenya 96.000 senti­meter kubik. Volume tersebut, jika dikalikan 272 kontainer maka berjumlah 26.112.000 sentimeter kubik. Angka ini se­tara dengan 26.112 meter kubik (volume 26.112 kubik).

Sedangkan terkait dengan 17,5 juta pemilih ini adalah angka pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang di­anggap tidak wajar oleh BPN.

Menurut Hasyim, KPU juga mempersiapkan dokumen jawaban soal Situng, termasuk mengenai tuduhan penyeleng­garaan pemilu yang curang se­cara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Paling Banyak

Hasyim mengatakan ter­dapat lima provinsi dengan jumlah dokumen dan alat buk­ti yang paling banyak. “Yang pertama tentu saja provinsi dengan jumlah pemilih besar, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, kemudian Banten, dan DKI Jakarta,” kata Hasyim.

Hasyim mengatakan pe­milih di Pulau Jawa mayoritas berjumlah banyak, sehingga besar kemungkinan akan dipersoalkan ketika persidangan. Ia menyebut, banyaknya pemilih berpengaruh pada jumlah TPS yang kemudian mempengaruhi banyaknya dokumen.

“Banyaknya dokumen juga berkaitan dengan banyaknya TPS, seperti di Jatim misalkan kabupaten/kotanya 38, Jateng 35 (kabupatem/kota), TPS-nya berapa ribu,” ujar Hasyim.

MK akan menggelar si­dang perdana gugatan hasil pemilu presiden pada Jumat (14/6). Pada 28 Juni, MK akan membacakan putusan seng­keta pilpres.

Sudah Biasa

Ketua MK, Anwar Usman, mengaku siap menginap di kantor demi menyelesaikan berkas sengketa pemilu. Dia mengaku bekerja hingga larut malam bukan jadi masalah.

Dia mengatakan lebih baik menginap di kantor ketimbang meninggalkan berkas yang menumpuk di meja kerja. Cara kerja seperti itu, menurut dia, sudah dilakukan sebelum berada di MK. rag/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment