Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Debat Capres | Alvito Dienova dan Putri Ayuningtyas Diusulkan Menjadi Moderator

KPU Batasi Pendukung Paslon

KPU Batasi Pendukung Paslon

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Hasil rapat evaluasi KPU bersama kedua tim paslon akhirnya menyepakati untuk mengurangi para pendukung yang akan ikut dalam ruang debat.

 

JAKARTA – Pendukung kedua tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam ruang debat akan dikurangi jumlahnya pada debat ketiga 17 Maret nanti. Alasannya pada debat kedua lalu, jumlah pendukung kedua paslon dinilai terlalu banyak sehingga membuat ruang debat menjadi gaduh.

Kesepakatan itu didapat pasca Komisi Pemilihan Umum mengadakan rapat evaluasi kegiatan debat kedua dengan tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Sekaligus rapat persiapan debat ketiga dengan tema, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan, yang rencananya akan dilaksanakan kembali di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta.

Pengurangan jumlah pendukung masing-masing paslon dalam ruang debat menandakan bahwa KPU melaksanakan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menganggap karena pendukung kedua paslon dalam ruang debat terlampau banyak sehingga memicu suasana antar pendukung paslon memanas.

Ketua KPU Arief Budiman mengungkapkan, pengurangan jumlah pendukung kedua paslon dalam ruang debat dari yang semula (debat kedua) 140 orang per-masing-masing paslon. Ditambah 320 tamu undangan yang terdiri dari pimpinan lembaga negara, duta besar negara-negara sahabat dan LSM, sehingga jumlah total penonton dalam debat kedua lalu mencapai 600 orang dalam ruangan membuat potensi gesekan kedua pendukung paslon menjadi besar yang membuat jalannya debat menjadi tidak kondusif.

“Usulan dari Bawaslu juga tadi sudah disampaikan karena debat ini supaya bisa lebih tenang, lebih nyaman, dan lebih fokus. Maka jumlah pendukung diusulkan nanti dikurangi, dari yang jumlahnya kurang lebih 50-an saja dari masing-masing pasangan calon,” ungkap Arief, di KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (20/2).

Kemudian Arief menjelaskan, dalam rapat tersebut turut membahas persiapan debat ketiga yang akan dilaksanakan pada 17 Maret nanti, dan diselenggarakan masih di tempat yang sama dengan debat kedua lalu. KPU juga mengusulkan dua nama moderator pada debat ketiga nanti oleh televisi penyelenggara (Trans TV, Trans 7 dan CNN TV), yaitu Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas.

Namun kata Arief, usulan KPU terhadap dua nama moderator tersebut masih bisa disanggah karena harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan masing-masing tim sukses kedua paslon capres-cawapres saat rapat pembahasan debat ketiga selanjutnya pekan depan. Karena menurut UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, usulan nama moderator harus berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat pembahasan.

Beberapa Masukan

Anggota KPU Wahyu Setiawan yang menyatakan bahwa pihaknya menginisiasi adanya pertanyaan langsung dari pihak-pihak yang terlibat dan kompeten dengan tema. Misalnya salah satu tema dalam debat ketiga yakni pendidikan, nanti pakar pendidikan atau orang yang fokus dalam hal pendidikan bisa bertanya langsung kepada paslon dalam tiap segmen. “Ini kan hanya misalnya. Tapi sekali lagi ini cuma gagasan ya,” ucap Wahyu.

Ia tak sependapat dengan usulan salah tim sukses dalam rapat tersebut yang meminta dalam debat ketiga nanti, kedua kandidat melakukan tanya langsung dan saling menanggapi satu sama lain sehingga tidak perlu lagi pembuatan materi soal oleh moderator. Sebab UU Pemilu sudah jelas mengatur bahwa komponen dalam debat capres/ cawapres salah satunya ada pembuat materi.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno Priyo Budi Santoso mengkritisi kehadiran menteri-menteri kabinet kerja yang notabene menteri dari capres nomor urut 01 Joko Widodo dalam kedua lalu yang malah bisa menimbulkan adanya praduga- praduga keberpihakan.

Kepala Sekretariat Posko Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin Garda Maharsi menyebut TKN menghormati usulan pengurangan jumlah pendukung. rag/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment