Koran Jakarta | July 22 2019
No Comments
Kasus Suap dan Gratifikasi

KPK Telusuri Asal-Usul Gratifikasi ke Bowo Sidik

KPK Telusuri Asal-Usul Gratifikasi ke Bowo Sidik

Foto : ANTARA/RENO ESNIR
DIPERIKSA KPK | Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/6). Christiany diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu alias Tetty diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka dari pihak swasta PT Inersia, Indung (IND).

Pemeriksaan yang dilakukan kepada Tetty ini, merupakan bagian dari proses penelusuran asal-usul gratifikasi terhadap tersangka anggota DPR RI periode 2014- 2019, Bowo Sidik Pangarso (BSP) dan pengembangan dari pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan, Adrian Sumuweng, Selasa (25/6) lalu.

Dalam hal ini, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya mendalami pengetahuan Tetty terkait dengan proses penganggaran revitalisasi empat pasar di tahun 2017 dan tahun 2018 di Kabupaten Minahasa Selatan.

“Jadi pengetahuan-pengetahuan saksi terkait dengan misalnya pengajuan proposalnya bagaimana, pengurusan anggarannya, hubungan dengan tersangka BSP seperti apa. Karena pengurusan anggaran ini, diduga membutuhkan relasi-relasi dengan unsur legislatif di pusat atau dalam posisi BSP sebagai anggota DPR RI,” kata Febri, di Jakarta, Rabu (26/6).

Febri mengatakan, setelah mendalami pengetahuan para saksi beberapa hari ini, KPK mengidentifikasi terdapat sekitar empat sumber aliran dana gratifikasi terhadap Bowo. Febri menyebut keempat sumber tersebut berasal dari berbagai pihak yang dipandang berhubungan dengan jabatan Bowo sebagai anggota DPR RI.

Namun, Febri belum menjelaskan secara rinci, keempat sumber aliran dana gratifikasi untuk Bowo tersebut.

“Keterkaitannya yang kami dalami ya saya kira, hubungan jabatannya persisnya. Jadi yang pernah saya sampaikan hubungan jabatannya misalnya terkait dengan peraturan gula rafinasi, katanya.

Selain itu, posisi atau kegiatan- kegiatan di salah satu BUMN, kemudian ada proses penganggaran di daerah dalam konteks ini saat dilakukan pemeriksaan hari ini untuk Bupati Minahasa Selatan dan juga hal-hal lain termasuk proses pengalokasian DAK dan beberapa kegiatan lain,” katanya.

Febri juga mengatakan, penyidik mengagendakan pemeriksaan untuk tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir. Namun belum diketahui, Sofyan akan diperiksa untuk tersangka Bowo atau Indung. Kami terus menelusuri dugaan-dugaan sumber aliran dana gratifikasi terhadap BSP tersebut,” terangnya.

Diketahui, Bowo dan Indung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan penerimaan gratifikasi. Selain mereka, terdapat satu orang tersangka lainnya yaitu, General Manager Komersial PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti.

Sementara itu, Tetty yang meninggalkan gedung KPK pukul 14:55 WIB, irit bicara terhadap pemeriksaan yang berlangsung sekitar enam jam tersebut. Ia mengatakan, agar menanyakan langsung kepada penyidik KPK, karena menurutnya, semua sudah disampaikan. ola/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment