Koran Jakarta | February 20 2018
No Comments
Pemberantasan Korupsi

KPK Dalami Dua Kasus Korporasi DGI

KPK Dalami Dua Kasus Korporasi DGI

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisi Pember­antasan Korupsi (KPK) men­dalami dua proyek korupsi yang dilakukan PT Nusa Kon­struksi Enjiniring Tbk (NKE), dulu bernama PT Duta Graha Indah (DGI). Kedua proyek tersebut adalah pembangunan rumah sakit infeksi dan pari­wisata Universitas Udayana di Bali dan Wisma Atlet di Palem­bang, Sumatera Selatan.

“Penyidikan untuk korpo­rasinya masih berjalan. Jadi, kami sudah ada beberapa ka­sus lain yang sudah divonis untuk pelaku perorangan. Itu kami pelajari untuk penyidi­kan proses korupsi korporasi,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Senin (12/2).

Menurut Febri, secara to­tal ada sepuluh proyek pem­bangunan yang digarap oleh PT DGI. Dua di antaranya adalah pembangunan RS Udayana dan Wisma Atlet di Palembang. Sementara de­lapan proyek lainnya belum dimulai penyidikannya. Saat ini masih proses penyidikan untuk korupsi korporasi di dua proyek tersebut. Itu dulu dikumpulkan buktinya.

Sementara soal uang peng­ganti, untuk proyek RS Udaya­na dan Wisma Atlet, PT DGI dihukum membayar uang pengganti sebanyak 14,48 miliar rupiah dan 33,42 miliar rupiah. Febri mengungkap­kan sebelum penetapan KPK telah menerima uang titipan dari PT DGI, senilai 15 miliar rupiah. “Sisanya nanti saya harus cek lagi,” kata Febri.

Tuntaskan Kewajiban

Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengatakan PT DGI harus menuntaskan kewajibannya soal uang pengganti tersebut. Namun, ia mengaku tidak tahu jumlah tepatnya, berapa total kewajiban yang harus di­bayar oleh PT DGI.

“Saya tidak ingat berapa ni­lai totalnya, tapi rasanya pada proses persidangan sudah menitipkan. Ini yang harus dituntaskan sesuai amar pu­tusan pengadilan,” kata Agus.

Seperti diketahui pada No­vember lalu saat pemberian putusan terhadap Dudung Purwadi, mantan Presiden Direktur PT DGI, oleh majelis hakim ditetapkan uang peng­ganti tak dibebankan kepada Dudung, melainkan ke PT DGI sebagai korporasi. Ini kali pertama korporasi menerima hukuman atas kasus korupsi.

PT DGI sendiri menjadi tersangka lantaran tersangkut jejaring korupsi Nazzarudin, di mana Dudung dinyatakan telah membuat komitmen dengan Nazaruddin untuk membantu mendapatkan beberapa proyek pemba­ngunan, dengan imbalan fee. Meski demikian, pengurus korporasi tetap dapat dike­nakan pertanggungjawaban, pun korporasinya yaitu PT DGI. n mza/N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment