Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Kasus Suap

KPK Dalam Aliran Dana Proyek SPAM ke Rizal Djalil

KPK Dalam Aliran Dana Proyek SPAM ke Rizal Djalil

Foto : antara/Sigid Kurniawan
Diperiksa KPK I Anggota BPK, Rizal Djalil meninggalkan kantor KPK usai diperiksa di Jakarta, Rabu (9/10). Rizal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018.
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK) men­dalami soal aliran dana kasus suap proyek pembangunan sistem penyediaan air mi­num (SPAM) di Kementerian PUPR pada tahun anggaran 2017 dan 2018, saat memerik­sa tersangka anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil (RIZ) , di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (9/10).

”Terhadap RIZ kami men­dalami terkait dengan proses yang dia lalui sebagai anggota BPK karena ada salah satu au­dit dengan objek proyek SPAM di Kementerian PUPR dan juga dugaan aliran dana terhadap yang bersangkutan,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu.

Pemeriksaan terhadap Rizal merupakan penjadwal­an ulang setelah tidak hadir pada Senin (7/10).

Saat dikonfirmasi alasan belum dilakukan penahanan terhadap Rizal usai diperiksa, Febri menyatakan bahwa hal tersebut tergantung pada per­timbangan penyidik.

”Indikator yuridis yang kami gunakan itu Pasal 21 KU­HAP ada alasan objektif dan subjektif apakah terpenuhi di sana dan penyidik sering mempertimbangkan untuk kebutuhan strategi penyidik­an apakah perlu penahanan saat ini atau masih perlu ke­giatan lain,” ucap Febri.

Sesuai Aturan

Sementara itu, Rizal mem­bantah telah mengubah hasil pemeriksaan keuangan atau audit pada proyek pemba­ngunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kemen­terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2017–2018. Menurutnya, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas In­frastruktur SPAM sudah se­suai dengan ketentuan per­undang-undangan.

“LHP pemeriksaan SPAM sudah diterbitkan sesuai de­ngan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Satu huruf pun, satu angka pun, tidak ada yang berubah. Ka­lau ada pihak-pihak yang me­nyaksikan terjadi perubahan, saya dengan tim siap berha­dapan dengan pihak yang menduga telah terjadi pe­rubahan itu,” kata Rizal seusai menjalani pemeriksaan.

Rizal membantah telah menerima uang terkait pro­yek pembangunan SPAM di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2017–2018. Rizal menyatakan uang 3,2 miliar rupiah miliknya tak terkait de­ngan proyek SPAM. “Persoal­an 3,2 miliar rupiah saya tidak ada kaitannya, demi Allah Azza wa Jalla dengan uang yang 3,2 miliar rupiah. Silakan dibuka,” ucap Rizal.

Rizal ditetapkan seba­gai tersangka bersama satu orang swasta yakni Komisaris Utama PT Minarta Dutahu­tama, Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP), Rabu (25/9), dalam pengembangan kasus suap proyek pembangunan SPAM. ola/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment