Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments

Kotak Suara Pemilu

Kotak Suara Pemilu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Musim penghujan bukan saja membuat khawatir warga yang bermukim di wilayah yang selama ini terimbas banjir, teapi juga banyak kalangan yang akan memanfaatkan hak pilihnya dalam Pemilu serentak 17 April mendatang. Sebab baru kali inipemilu dilaksanakan bersamaan, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

Kekhawatiran tersebut meliputi banyaknya gudang penyimpanan kotak suara pemilu yang yang terkena banjir, akibatnya banyak kotak suara yang terbuat dari kardus pun menjadi rusak. Meski menurut Ketua KPU Arief Budiman bahwa kerusakan kotak suara di sejumlah gudang itu tidak signifikan, tetapi pasti akan merepotkan KPU sebagai penyelenggara.

Dari data beberapa pemberitaan media, bencana banjir yang menerjang sejumlah gudang penyimpanan kotak suara itu terjadi di Cirebon, Tasikmalaya, Bakasi (Jabar), Kabupaten Badung, Bali, Kendal, Jawa Tengah, Manado, Sulut, dan beberapa tempat di Banten.

Rusaknya ribuan kotak suara berbahan kardus mengingatkan kita pada ucapan Ketua KPU Arief Budiman saat memperkenalkan kotak suara ini . Bahkan dia memperagakan dengan duduk di kotak suara itu untuk memperlihatkan bahwa kotak suara itu aman. Memang kemudian Arief mengingatkan bahwa kekuatan kotak suara itu tak akan mampu menahan banjir.

Arief Budiman mengatakan kotak suara ini didesain untuk menjalankan fungsi sebagai kotak suara bukan untuk menjalankan fungsi untuk menahan api menjalankan fungsi untuk menahan banjir. Sebab jika banjir pasti rusak, apalagi dibakar ataui kebakar.

Publik mengetahui rusaknya kotak suara berbahan kardus itu dari media yang memberitakan adanya bencana banjir, dan juga juga peninjauan langsung yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Pemilu atau Bawaslu.

Usai melakukan peninjauan ke sejumlah gudang penyimpanan logistik pemilu, Ketua Bawaslu, Abhan meminta Komisi Pemilihan Umum mengawasi gudang penyimpanan logistik pemilu.

Penjagaan logistik berupa kotak dan bilik suara wajib dilakukan KPU untuk memastikan keamanan selama kurang lebih empat bulan ke depan hingga pemungutan suara wajib dipastikan pemeliharannya secara terus-menerus. Diingatkan lagi bahwa pengawasan dan penjagaan gudang penyimpanan kotak dan bilik suara perlu dilakukan mengingat kondisi cuaca.

Bagaimana respons KPU? Arief Budiman mengatakan pihaknya akan melakukan penghematan di beberapa pos anggaran, untuk menutupi kerusakan logistik. Karena tak mungkin meminta anggaran tambahan. Selain itu akan mengoptimalkan sumber daya dan anggaran yang ada, guna menutupi berbagai kerusakan logistik pemilu ini. Sejumlah logisltik pemilu yang harus diganti seperti surat suara, bilik suara, dan berbagai perlengkapan lainnya.

Dalam ruang ini kami ingin mengingatkan bahwa potensi kerusakan masih cukup tinggi karena musim hujan belumberakhir. Selaian itu faktor kerusakan lain juga bukan hanya banjir, tapi kelembaban, dan cara penyimpanan yang kurang baik. Karena itu berbagai faktor ini harus diperhitungkan oleh KPU selain saat ini harus menghitung dengan cermat berapa banyak kotak suara yang rusak dan segera mengganti dan mendistribusikannya.

Jangan sampai hanya karena faktor bencana dan ditambah kelalaian dalam menjaga dan merawat logistik pemilu, hajat demokrasi lima tahunan terganggu dan bisa menyulut potensi keresahan. Kita berharap, KPU benar-benar serius dalam menangani kotak suara ini. 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment