Koran Jakarta | September 20 2018
No Comments
suara daerah

Kota Semarang Terus Menata Kawasan Kumuh

Kota Semarang Terus Menata Kawasan Kumuh

Foto : KORAN JAKARTA / HENRI PELUPESSY
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kota (Pem­kot) Semarang berkomit­men meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan. Ada lima fondasi pembangunan yang saat ini telah dikerjakan. Fondasi tersebut menjadi penting un­tuk mewujudkan sebuah pem­bangunan berkelanjutan yang tepat untuk Kota Semarang.

Pemkot Semarang juga berkomitmen membangun daerah pesisir dan melakukan berbagai upaya penanganan kawasan kumuh. Hal itu di­tunjukkan dengan menjadikan Tambak Lorok sebagai kawasan wisata bahari dan menyelesai­kan pembangunannya.

Untuk mengetahui lebih jauh apa saja yang telah dan akan dilakukan Pemkot Sema­rang dalam pembangunan di berbagai bidang, wartawan Ko­ran Jakarta, Henri Pelupessy, berkesempatan mewawancarai Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, bebera­pa waktu lalu. Berikut petikan selengkapnya.

Bulan Februari ini, genap dua tahun Anda memimpin Kota Semarang. Bagaimana evaluasinya?

Untuk memperingati dua tahun pengabdian, kami me­nyelenggarakan kegiatan pasar murah serentak di 16 keca­matan. Kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen Pemkot Semarang untuk selalu fokus melakukan kegiatan yang da­pat berdampak langsung ke masyarakat.

Saat ini tidak lagi zamannya melaksanakan kegiatan ser­emonial yang tak berdampak langsung kepada masyarakat. Saya katakan diselenggarakan pasar murah, dengan keyaki­nan bahwa ini dapat merin­gankan beban masyarakat di tengah tekanan inflasi yang terjadi pada belakangan ini.

Saya tidak dapat memung­kiri bahwa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan masih banyak. Semangat penyelesai­annya harus direpresentasikan dalam seluruh kegiatan. Bila ditanya apa saja yang sudah dikerjakan dalam kurun waktu dua tahun ini maka ini ibarat sebuah rumah. Saya katakan pada hari ini kami sedang membangun fondasinya.

Fondasi pembanguan seperti apa yang telah diker­jakan?

Lima fondasi menjadi penting untuk mewujud­kan sebuah pembangunan berkelanjutan yang tepat untuk Kota Semarang. Fondasi tersebut adalah budaya kerja pegawai negeri sipil (PNS), kesejahteraan masyarakat, ekonomi kerakyatan, pem­bangunan pariwisata, dan penanganan banjir.

Bisa dijelaskan penjaba­rannya tentang lima fondasi pembangunan tersebut?

Pertama, fondasi budaya kerja PNS. Dalam periode tahun 2016 hingga 2018, setidaknya telah ada 58 PNS yang dijatuhi sanksi tegas sebagai bagian dari pembenahan budaya kerja di lingkungan Pemkot Semarang. Sanksi tersebut, antara lain memberhentikan 18 PNS, men­copot jabatan sembilan PNS, dan menurunkan pangkat 31 PNS. Mereka adalah salah satu ujung tombak pembangunan Kota Semarang.

Kedua, kesejahteraan masyarakat. Kami berhasil merealisasikan sejumlah fasili­tas gratis untuk masyarakat di Kota Semarang. Salah satunya di sektor keseha­tan, dengan menyedia­kan fasilitas berobat gratis dengan universal health coverage (UHC), menyediakan fasilitas ambu­lance gratis 24 jam, hingga me­nyediakan layanan konsultasi dokter secara online.

Fondasi berikutnya apa?

Ketiga, ekonomi kerakya­tan. Walaupun sejumlah fasilitas gratis telah kami beri­kan, namun penting bahwa masyarakat di Kota Semarang harus juga berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Untuk itu, fondasi ekonomi kerakyatan juga menjadi salah satu hal penting yang kami bangun da­lam waktu dua tahun ini.

Hal tersebut yang menjadi dasar untuk mendorong trans­formasi Kota Semarang yang semula sebagai kota industri menjadi kota pariwisata. Upaya tersebut terbukti mampu menggeliatkan ekonomi di Kota Semarang. Tergam­bar dari capaian investasi usaha di Kota Semarang yang semula pada tahun 2015 hanya mencapai 7,9 triliun rupiah, di tahun 2017 telah melonjak menembus angka 20,5 triliun rupiah.

Keempat, fondasi pemba­ngunan pariwisa­ta. Mendorong perubahan Kota Semarang menjadi kota pariwisata. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, telah berha­sil menginisiasi 113 kampung tematik yang merata pada 16 kecamatan dan telah menyele­saikan pembangunan 19 ruang terbuka hijau sebagai sarana wisata di Kota Semarang.

Fondasi terakhir apa?

Kelima, fondasi penangan­an banjir. Menuntaskan penan­ganan banjir di sebagian wila­yah Kota Semarang, khususnya di wilayah timur. Telah ada anggaran sebesar 1,4 triliun rupiah yang dikonsentrasikan untuk penangangan banjir di Kota Semarang tersebut.

Anda juga menangani kawasan kumuh dan memba­ngun kawasan pesisir?

Kami berkomitmen mem­bangun daerah pesisir dan melakukan berbagai upaya penanganan kawasan kumuh dengan menjadikan Tambak Lorok sebagai kawasan wisata bahari dan menyelesaikan pembangunannya. Salah satu upayanya dengan meram­pungkan pembangunan Kam­pung Bahari Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara.

Setelah 114,35 hektare ka­wasan kumuh di Kota Semarang berhasil dipercantik pada tahun 2017, kini di tahun 2018, ditar­getkan mengurangi kawasan kumuh di Kota Semarang seluas 201,05 hektare. Pembangunan Kampung Bahari di Tambak Lorok sebenarnya telah dimulai tahun 2016.

N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment