Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments
Bencana Banjir - Pengungsi Terancam Terkena “Heat Stroke"

Korban Tewas di Jepang Nyaris Mencapai 200 Orang

Korban Tewas di Jepang Nyaris Mencapai 200 Orang

Foto : AFP/JIJI PRESS/JIJI PRESS/Japa apan OUT
Bersihkan Puing - Alat-alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing akibat banjir dan longsor di Kota Kurashiki, Prefektur Okayama, Kamis (12/7).
A   A   A   Pengaturan Font
Lebih dari 200 ribu rumah tangga tidak memiliki air seminggu setelah banjir melanda Jepang bagian barat.

 

Tokyo - Korban jiwa akibat banjir dahsyat di Jepang terus bertambah. Sejauh ini, nyaris 200 orang dinyatakan tewas akibat banjir tersebut. Puluhan orang lainnya masih belum ditemukan.

Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan operasi pencarian terus dilakukan. Lebih dari 70 ribu personel militer, polisi, dan pemadam kebakaran dikerahkan dalam upaya pencarian para korban yang hilang.

“Saat ini, 199 orang telah dipastikan tewas akibat banjir. Setidaknya 10 ribu orang yang meninggalkan rumah-rumah mereka atau diselamatkan dari banjir, saat ini masih berada di tempat-tempat penampungan,” tegas Suga, di Tokyo, Kamis (12/7).

Hingga saat ini, pemerintah Jepang telah menghabiskan dana hingga dua miliar yen atau sekitar 258 miliar rupiah, untuk mempercepat pengiriman pasokan dan bantuan lainnya serta membantu upaya rekonstruksi.

Sejak akhir pekan lalu, korban meninggal dunia terus mengalami kenaikan. Tim melakukan operasi dengan membersihkan sisa-sisa dari banjir dan tanah longsor yang menghancurkan permukiman. Sekitar 60 orang dilaporkan hilang, dan upaya pencarian terus dilakukan dengan meninjau satu per satu rumah.

Tingkatkan Bantuan

Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe juga berjanji akan meningkatkan bantuan untuk daerah yang terkena bencana. Pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 71.000 rumah sementara untuk pengungsi.

Sekitar 10.000 orang yang rumahnya terkubur tanah longsor atau terendam air banjir masih tinggal di tempat penampungan.

Sejumlah daerah dilaporkan masih terisolasi setelah jalur transportasi menuju kota-kota terdekat terputus akibat terhalang lumpur dan puing-puing bangunan akibat longsor.

Genangan air masih memenuhi wilayah Kurashiki di Prefektur Okayama, yang terdampak banjir paling parah. Sementara itu, cuaca panas yang intens dan kekurangan air menimbulkan kekhawatiran akan munculnya wabah penyakit di wilayah yang terdampak banjir.

Lebih dari 200 ribu rumah tangga tidak memiliki air seminggu setelah hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor di Jepang barat.

Menurut pihak berwenang, pasokan air yang terbatas membuat para pengungsi tidak mendapatkan cukup cairan dan terancam terkena heat stroke. Heat stroke adalah kondisi kepanasan ekstrem yang dapat berakibat fatal jika tak segera diatasi.

Para pengungsi juga enggan menggunakan air yang mereka miliki untuk mencuci tangan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran epidemi. AFP/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment