Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Industri 4.0 | Generasi Milenial Koperasi Harus Bergerak Cepat

Koperasi Dituntut Beradaptasi

Koperasi Dituntut Beradaptasi

Foto : KORAN JAKARTA/SIDIK SUKANDAR
JELANG HARKOPNAS | Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid, memukul gong sebagai tanda peresmian pembukaan seminar nasional bertema Koperasi Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0, di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/7). Seminar ini diselenggarkan dalam rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang ke-72.
A   A   A   Pengaturan Font
Selain beradaptasi di era industri 4.0, koperasi harus dapat bertransformasi dengan membangun karakter kreatif.

 

PURWOKERTO – Koperasi dituntut harus mampu ber­adaptasi dengan era industri 4.0, jika tidak, maka koperasi akan tergilas oleh adanya pe­rubahan zaman yang semakin dinamis. Era industri 4.0 juga mangharuskan koperasi untuk dapat bertransformasi dengan membangun karakter kreatif dan inovatif bagi insan peng­gerak koperasi.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully In­drawan, mengatakan era indus­tri 4.0 menjadi tantangan baru yang dihadapi perkoperasian di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya perubahan gaya hidup generasi milenial yang begitu cepat dan tidak menentu aki­bat perkembangan teknologi informasi, robotik, artifical in­teligence, dan komunikasi yang sangat pesat.

“Namun, saya percaya betul bahwa era industri 4.0 ini akan mampu membuat koperasi kita semakin maju dan berkem­bang,” kata Rully pada acara seminar nasional bertema Ko­perasi Indonesia di Era Industri 4.0, di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/7).

Rully mengatakan upaya Ke­menkop dalam mendorong ko­perasi menghadapi era industri 4.0 yakni melalui reformasi to­tal koperasi meliputi reorien­tasi, rehabilitasi, dan pengem­bangan koperasi. Kebijakan ini diharapkan akan mendorong koperasi semakin tumbuh ber­kembang. Langkah ini telah menandai ada perbaikan da­lam kualitas koperasi.

“Itu upaya kami menyehat­kan koperasi. Jangan sampai kita terlalu lama berhadapan dengan koperasi yang hanya membentuk citra yang tidak bagus, itu hasil rehabilitasi kita. Data diperbaharui, terus dia­wasi, pengawasan dijalankan,” papar Rully.

Ketua Umum Dewan Kope­rasi Indonesia (Dekopin), Nur­din Halid, mengatakan di te­ngah dinamika ekonomi digital saat ini, generasi milenial kope­rasi langsung bergerak cepat se­hingga banyak koperasi sudah menerapkan sistem digital. Baik untuk pembukuan, transaksi, promosi produk, bahkan sudah ada koperasi yang melakukan rapat anggota secara online.

“Oleh karena itu, saya meng­ajak kita semua untuk berhenti mencaci diri sendiri, memecah­kan cermin yang hanya melukai wajah kita sendiri. Berpikir dan berucaplah yang positif penuh gairah tentang koperasi, karena itu jati diri kita,” ujar Nurdin.

Nurdin menjelaskan bahwa koperasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidup­an sosial ekonomi masyarakat bangsa saat ini, di mana dam­pak keberadaan koperasi sa­ngat luas dan tidak sederhana. Namun ironisnya, koperasi terhimpit oleh doninasi sistem tunggal kapitalisme.

Platform Digital

Dalam kesempatan ter­pisah, pakar ekonomi kope­rasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Revrisond Baswir, me­ngatakan di era digital, kope­rasi dianggap makin tersisih karena keberadaan platform digital yang sangat berkuasa terhadap harkat hidup hampir seluruh individu di dunia.

“Untuk itu, sekelompok pa­kar dan aktivis koperasi di Yog­yakarta mendorong terbentuk­nya koperasi platform, di mana setiap pengguna berdaulat atas datanya dan dapat mengontrol segala data tentang dirinya,” kata dia dalam seminar Ko­perasi Platform, Agenda Per­juangan Koperasi di Era Digi­tal, di Yogyakarta.

Revrisond mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia di­bangun atas dasar Pasal 33 UUD 1945 yang mencantum­kan dasar demokrasi ekonomi. Perekonomian disusun atas azas kekeluargaan dan bangun yang sesuai dengan itu adalah koperasi. sdk/YK/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment