Kondisi PM Boris Johnson Stabil | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Covid-19 di Inggris | Wabah Korona di Inggris Telah Menginfeksi Lebih dari 55 Ribu Orang

Kondisi PM Boris Johnson Stabil

Kondisi PM Boris Johnson Stabil

Foto : AFP/ISABEL INFANTES
JAGA KEAMANAN | Seorang pelari melintas dihadapan polisi yang menjaga keamanan di luar Rumah Sakit St omas di London tengah, Inggris, pada Selasa (7/4). Di rumah sakit ini, Perdana Menteri Boris Johnson dirawat setelah ia didiagnosa terkena Covid-19 pada dua pekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font
PM Boris Johnson telah 3 hari dirawat di ICU Rumah Sakit St Thomas karena mengidap Covid-19 dan saat ini dikabarkan kondisinya stabil

 

LONDON - Juru bicara dari Perdana Menteri  (PM) Inggris pada Rabu (8/4) menyatakan bahwa kondisi PM Boris Johnson mulai stabil setelah perawatan terhadap dirinya mulai menunjukkan hasil. Pernyataan itu disampaikan setelah PM Johnson berada di unit gawat darurat (intensive care unit/ICU) selama 3 hari.

“Kondisi PM Johnson secara klinis saat ini sudah stabil dan perawatan terhadap dirinya mulai menunjukkan hasil,” kata juru bicara itu. “Ia akan terus menjalani perawatan di ICU Rumah Sakit St Thomas dan dalam kondisi jasmani yang amat baik,” imbuh dia.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Junior Inggris, Edward Argar, mengatakan pada media televisi Sky News bahwa PM Johnson tak mengenakan alat bantu pernafasan ketika dirawat di ICU rumah sakit.

Wabah virus korona di Inggris telah menginfeksi lebih dari 55 ribu orang dan menewaskan hampir 6.200 nyawa.

Sejumlah surat kabar di Inggris menyerukan agar warga Inggris mendoakan pemimpin mereka dan mentaati perintah lockdown  sebagai upaya mengalangi penyebaran Covid-19 yang telah melanda Inggris selama 3 pekan.

“Ia tetap bekerja untuk kalian semua, dan saat ini berdoalah buat dia dari rumah,” tulis The Sun pada halaman muka tabloid itu. “Boris akan melewati semua ini,” tulis Daily Express.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Dominic Raab yang saat ini menggantikan tugas PM Johnson, menyatakan bahwa Johnson adalah seorang pejuang dan memprediksi bahwa ia akan kembali dan memimpin Inggris keluar dari krisis kesehatan ini dengan segera.
Pakar kesehatan dari University College London, Profesor Derek Hill, mengatakan bahwa dimasukkannya PM Johnson ke ICU menunjukkan bahwa kondisinya amat serius. “Tak ada keraguan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa Boris Johnson sakit parah," kata Hill.
 
Tunggu Perkembangan

PM Johnson adalah pemimpin pemerintahan pertama yang terinfeksi Covid-19 dan pesan simpati dan dukungan membanjirinya dari seluruh Inggris dan dunia. Sebelumnya Menteri Kesehatan Matt Hancock dan Pangeran Charles dari anggota Kerajaan Inggris, dinyatakan positif terkena Covid-19 dan saat ini mereka telah pulih.

Johnson masuk ke ICU rumah sakit pada Senin (6/4) malam setelah dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (5/4) malam setelah batuk dan panas badannya tak mereda sepuluh hari setelah ia didiagnosa terkena Covid-19.

Masuknya Johnson ke ICU karena virus korona justru terjadi saat status darurat kesehatan tengah diberlakukan di Inggris. Dua pekan lalu, Johnson memerintahkan “lockdown”, namun parlemen terus melaksanakan tugasnya selama beberapa hari hingga kemudian parlemen justru jadi pusat penyebaran virus korona.

Meningkatkan kasus penularan virus korona telah membuat pemerintah Inggris belum mau memperlunak langkah-langkah pencegahan seperti menjaga jarak (social distancing) maupun meniadakan lockdown.

Rencana untuk melunakkan aturan kabarnya akan ditinjau ulang pada pekan depan, menunggu perkembangan dari perawatan terhadap PM Johnson. “Kami akan membuat pengumuman dalam 3 pekan mendatang dan belum ada perubahan dalam alur waktunya,” kata juru bicara PM Johnson.

Sebagai wakil PM, para pakar politik Inggris mengatakan Raab harus mendapatkan dukungan dari seluruh anggota kabinet untuk membuat keputusan besar dalam pemerintahan. eko/SB/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment