Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Setoran Penerimaan Negara

Komisi yang Ditarik Bank Lebih Besar Ketimbang “Fintech”

Komisi yang Ditarik Bank Lebih Besar Ketimbang “Fintech”

Foto : ANTARA/Dhemas Reviyanto
Sri Mulyani Indrawati
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat melontarkan sindirian mengenai tingginya komisi (fee) yang dipungut perbankan sebagai lembaga persepsi untuk setoran penerimaan negara, dibanding komisi yang diminta perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech).

Dalam sambutannya saat peluncuran Modul Penerimaan Negara Generasi Tiga (MPN G3) di Jakarta, Jumat pekan lalu, Menkeu menegaskan akan menekan perbankan agar mau menurunkan tarif komisinya. “Sekarang ada Bukalapak, Tokopedia. Itu mereka jadi mitra kami. Saya senang tadi dibisikin sama Fintech bahwa komisinya lebih kecil daripada bank. Nah saya akan tekan bank,” ujar Sri Mulyani.

Sayangnya, Sri Mulyani tidak merinci perbandingan tarif komisi yang diminta perbankan dan fintech dalam mengelola setoran penerimaan negara tersebut. “Menteri Keuangan memang begitu. Kalau bisa menawar, menawar terus Jadi ini akan memberikan tekanan ke perbankan bahwa ‘hei teknologi sudah datang, kalian harus turunkan biaya’,” ujar Ani, sapaan akrabnya.

Dalam Modul Penerimaan Negara Generasi Tiga (MPN G3) atau portal elektronik baru untuk menerima semua setoran penerimaan negara, Kementerian Keuangan memang melibatkan lembaga persepsi baru dari industri fintech yakni Bukalapak, Tokopedia, dan PT Finnet Indonesia. Sebelumya, otoritas fiskal lebih banyak menggandeng bank umum untuk mengelola penerimaan negara.

 

Tingkatkan Kapasitas

 

Meskipun melibatkan fintech yang tergolong industri baru dibanding perbankan, Sri Mulyani meminta Bukalapak, Tokopedia, dan PT Finnet Indonesia untuk meningkatkan kapasitasnya dalam segi keamanan dan layanan Teknologi Informatika.

“Ketika bayar, penerima pajak langsung dapat pesan elektronik dan SMS. Itu lebih bagus, aman, dan tidak akan hilang kertasnya. Maka itu, sekarang kalau ada pesan elektronik dan SMS dari Kementerian Keuangan, jangan dihapus. Itu bukti atau tagihannya,” ujar dia.

Dengan bergabungnya fintech di MPN G3 ini, setoran penerimaan negara dapat melalui layanan dompet elektronik, transfer bank, rekening virtual (virtual account), dan kartu kredit.

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment