Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, tentang Pembentukan Kabinet Pemerintahan

Koalisi Sudah Cukup Gemuk, Sebaiknya Angkat Menteri dari Koalisi

Koalisi Sudah Cukup Gemuk, Sebaiknya Angkat Menteri dari Koalisi

Foto : ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
A   A   A   Pengaturan Font
Isu kabinet rekonsiliasi terus berhembus pasca kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Walaupun hasil Pemilu masih disengketakan di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pihak Prabowo-Sandi, namun sinyal dari dua partai koalisi 02, PAN dan Partai Demokrat, akan segera merapat ke koalisi 01.

 

Sejumlah reaksi pun bermunculan dari anggota partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK), salah satunya dari Partai Golkar dan PKB yang berusaha mengamankan jatah kursi

Untuk mengupas hal tersebut lebih lanjut, Koran Jakarta me­wawancarai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhai­min Iskandar, di Kantor DPP PKB, Jakarta, pekan lalu. Berikut hasil pembahasannya.

Bagaimana usulan nama-nama menteri dari PKB ke Presiden Jokowi?

Belum ada pembicaraan menge­nai kabinet. Insya Allah akan men­jadi sikap presiden. Kita tunggu saja karena itu hak prerogratif presiden. Untuk nama-nama tidak akan kita umumkan, nanti hal itu jadi kewenangan presiden.

Terkait dengan jatah pos men­teri dari PKB?

Kita tidak berharap pos mana­pun, semua bergantung kepada presiden. Beliau pasti akan menga­jak bicara, nanti kita tunggu.

Kalau ada parpol dari pihak seberang yang merapat?

Pada dasarnya koalisi pendu­kung 01 sudah gemuk, jumlahnya besar, sehingga di DPR tak perlu tambahan lagi. Tetapi kalau dalam rangka rekonsiliasi nasional, why not, tidak masalah.

Jadi, PKB tidak sepakat parpol seberang merapat?

Bukan kurang sepakat, tetapi koalisi di DPR sudah berlebih, sehingga stabilitas sudah cukup. Tetapi kalau demi rekonsiliasi ya monggo. Kalau untuk koalisi se­mentara yang ada saja.

Lalu, terkait menteri petahana dari PKB, apakah dipertahankan?

Masih belum tahu. Yang pasti kita pada posisi menung­gu permintaan presiden, kita menunggu.

Apakah sudah ada pembicara­an dengan KH Ma’ruf Amin?

Belum. Tetapi dalam waktu dekat kita akan sowan ke Kiai Ma’ruf, untuk menyiapkan langkah-langkah ke depan. Pembicaraan tertutup.

Selain itu, apa agenda terdekat PKB?

Kita memiliki agenda priori­tas yang mendesak yang ha­rus dilakukan. Pertama, melalui peningkatan mutu dan kualitas pendidikan nasional. Kedua, UMKM yang harus diprioritaskan karena pemilih PKB sebagian besar pelaku UMKM. Ketiga, kare­na Indonesia dengan umat Islam terbanyak, perjuangan dakwah sosial budaya harus jadi prioritas. Ini akan kita usung baik dalam legislasi maupun anggaran di DPR RI. trisno juliantoro/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment