Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments

Kisah-kisah Keteladanan Guru yang Penuh Kasih

Kisah-kisah Keteladanan Guru yang Penuh Kasih

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Kekuatan Cinta Sang Guru

Editor : A Mintara Sufiyanta, SJ dan Cicilia Heni

Penerbit : Kanisius

Cetakan : 2018

Tebal : 270 halaman

ISBN : 978–979- 21-5680-5

 

Guru hadir untuk melayani. Mereka terpanggil untuk memberi yang terbaik kepada sesama, walau harus menderita. Buku ini merangkum 30 kisah pengabdian guru. Perjuangan mereka didasarkan pada keyakinan sedang mengemban tugas mulia. Menurut Romo Van Lith, iman sebagai inspirasi, pendidikan sebagai mediasi, dan tranformasi sosial sebagai buah pelayanan pendidikan (hlm 9).

Buku terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama mengisahkan beragam keterpanggilan menjadi guru. Keterpanggilan ini menerabas latar belakang pendidikan, cita-cita, prioritas ekonomi, dan sebagainya. Natalia memilih menjadi guru walau sarjana teknik. Wahyu Utami, awalnya bercita-cita menjadi perawat. Saat hendak kuliah, dia dipaksa kakek mengambil jurusan pendidikan. Dengan berat hati, dia memenuhi. Kini dia menyadari bahwa guru adalah pilihan terbaik (hlm 54).

Sukartana selama bersekolah jago berkelahi. Cita-citanya menjadi tentara. Profesi guru baginya tidak menjanjikan kemakmuran finansial. Gagal jadi tentara, dia bekerja dari satu tempat ke tempat lain hingga daerah Kalimantan dan di pabrik penebangan di Jambi. Tidak lama kemudian dia menjadi security. Karena bosan, nuraninya tertarik mengabdi sebagai guru. Dia juga heran saat akhirnya diterima untuk mendampingi anak-anak SD Kanisius Bandung I. “Aku memilih karya yang sesuai dengan panggilanku, walaupun honornya pada tahun 2006 waktu hanya 100 ribu rupiah,” katanya (hlm 65).

Bagian kedua mengisahkan suka-duka perjuangan guru. Rosalina berhadapan dengan kondisi masyarakat yang enggan menyekolahkan anak-anak. “Kami para guru harus bekerja keras mencari murid, bahkan sampai keluar masuk rumah,” katanya (hlm 97). Kisah mengharukan dialami V Retno. Akibat kecelakaan lalu lintas, dia harus menggunakan kruk untuk berjalan selama 6 bulan.

Dia cemas karena tidak bisa mengajar maksimal. Tanpa disangka, hari pertama dia ke sekolah, murid-murinya menyambut. Ada yang membantu membawa tasnya. Di dalam kelas, murid-murid menawarkan bantuan menulis di papan. Siswa-siswi juga membantu Retno membelikan makanan dan minuman di kantin (hlm 123).

Bagian ketiga buku mengisahkan perjuangan guru berhadapan dengan masalah siswa yang super nakal, autis, ketidaksukaan wali murid dan sebagainya. Anastasia memiliki siswa autis bernama Agung yang berasal dari kelurga kaya. Namun orangtuanya dalam proses cerai. Agung kesepian. Anastasia memposisikan diri sebagai teman Agung yang bisa dipercaya. Saat itulah, Agung tidak lagi pendiam. Dia mulai aktif berkomunikasi.

Semangat belajarnya terbangun. Pada pengumuman UN, Agung masuk 10 besar. “Aku bukan siapa-siapa. Aku pun tak mampu mendampingi seorang anak berkebutuhan khusus seperti dia. Aku hanya punya keinginan, cinta, serta kepercayaan akan penyelenggaraan-Nya,” tutur Anastasia (hlm 221).

Buku ini juga mengisahkan Y Sariyana, kepala sekolah Katolik, yang diawal jabatannya berniat mengundurkan diri karena beberapa kali menerima informasi bahwa banyak wali murid tidak suka kepemimpinannya. Untungnya, para guru mencegah, dan menasihati, masalah harus dihadapi, bukan dihindari.

Bersama para guru, Sariyana membuat terobosan-terobosan menarik. Siswa antusias dan banyak wali murid bangga atas prestasi anak-anak. Tiap Jumat diadakan waktu khusus salat. “Harapan ke depan, meskipun sebagian besar siswa kami beragama Islam, mereka bisa mendapat pendidikan dengan penuh kasih dan kedisiplinan,” katanya ( hlm 229).

Perjuangan guru-guru demikian layak diteladani. Mereka memandang pendidikan sebagai tugas pelayanan. Kekuatan roh ilahi menguatkan mereka sehingga tidak menyerah ketika menghadapi beragam tantangan. Pelayanan tidak boleh pilih kasih.


Diresensi Mamluatul Bariroh, Kepala Sekolah Raudlatul Athfal Pakandangan Barat, Sumenep

 

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment