Koran Jakarta | November 19 2018
No Comments
Krisis Semenanjung Korea I Pemimpin Korut Dorong Upaya Rekonsiliasi

Kim Jong-un Terkesan dengan Korsel

Kim Jong-un Terkesan dengan Korsel

Foto : AFP/KCNA via KNS
Kim Yo-jong
A   A   A   Pengaturan Font

Pemimpin Korut memuji Korsel sebagai negara yang mengesankan. Hal ini dilontarkan Kim Jong-un setelah mendengar laporan bahwa Korsel telah menyambut baik adiknya beserta delegasi Korut selama rangkaian kunjungan di ajang Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

SEOUL – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, menyatakan amat terkesan dan memuji sambutan hangat dari pemerintah Korea Selatan (Korsel) yang diberikan pada adiknya, Kim Yo-jong, saat ia berkunjung ke Korsel untuk menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Selain pujian, Kim Jong-un pun menyatakan pentingnya menjadikan momentum Olimpiade bagi membuka dialog antar-Korea.

“Penting untuk melanjutkan situasi yang kondusif dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin ini bagi mengupayakan rekonsiliasi dan dialog,” kata Kim Jong-un, saat menyambut kedatangan delegasi petinggi Korut yang pergi ke Korsel, Senin (12/2). Dalam pernyataan lebih lanjut, Kim Jong-un menginstruksikan agar ada tindak lanjut dari situasi ini, walau ia tak merinci instruksinya itu.

“Apresiasi yang diberikan Korsel terhadap kehadiran delegasi Korut serta sambutan yang diberikan oleh perwakilan mereka amat mengesankan,” imbuh pemimpin Korut itu sembari menyatakan rasa terima kasih atas upaya yang tulus dari Seoul.

Kim Yo-jong adalah adik bungsu dari Kim Jong-un dan juga orang kepercayaan dari pemimpin Korut itu. Kim Jong-un mengirim Kim Yo-jong untuk mewakili Korut dalam Olimpiade Musim Dingin. Kehadiran Kim Yo-jong serta merta jadi sorotan media secara internasional yang mengalahkan pemberitaan tentang perlombaan yang berlangsung di Pyeongchang.

Saat berada di Seoul, Kim Yo-jong, menyampaikan surat undangan bagi Presiden Korsel, Moon Jae-in, agar datang untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Pyongyang pada pengujung pekan ini. Hingga saat ini Presiden Moon belum menjawab undangan itu dan mengatakan dirinya menunggu kondisi yang tepat.

Korut saat ini dikenai serangkaian sanksi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa karena melanggar hukum internasional dengan melakukan program nuklir dan persenjataan misil, serta melakukan uji coba serangkaian senjata pemusnah massal sepanjang tahun lalu.

Namun pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang telah menepis ketegangan antara Korsel dan Kim Yo-jong, bersama-sama larut dalam kegembiraan saat menyaksikan momen yang terkait penyelenggaraan Olimpiade.

Sejumlah analis mewanti-wanti agar suasana yang telah baik ini tak segera berakhir karena setelah berakhirnya Olimpiade ini, Amerika Serikat (AS) dan Korsel, akan menggelar latihan militer bersama besar-besaran dan hal ini dipastikan akan membuat Pyongyang marah.

Reaksi Warga Korsel

Terkait kabar sikap Kim Jong-un yang menyatakan amat terkesan dengan Korsel, mendapat reaksi berbeda-beda dari warga Korsel.

Saat delegasi Korut hadir di Seoul untuk menyaksikan sebuah konser musik, sejumlah warga Korsel menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar bendera nasional Korut dan merobek poster bergambarkan Kim Jong-un.

Sebagian warga Korsel mengkritik Presiden Moon yang terlalu lembek pada Korut. Mereka pun khawatir sikap hangat Presiden Moon terhadap delegasi Korut bisa mengubah pandangan AS terkait aliansi pertahanan bersama untuk melawan Korut.

Washington DC selama ini ingin Seoul membantu mereka untuk menangani rezim yang berkuasa di Korut serta program persenjataan nuklirnya. AS juga menekan Pyongyang akan seegera melakukan denuklirisasi sebelum kembali memulai dialog. Namun Presiden Moon berkeras menginginkan terus melakukan penjajakan yang bisa mengiring Korut kembali ke meja perundingan. AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment