Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments

Kiat Membangkitkan Potensi Kepemimpin

Kiat Membangkitkan Potensi Kepemimpin
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : The Leader Who Had No Title
Penulis : Robin Sharma
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : Pertama, Januari 2018
Tebal : 264 Halaman
ISBN : 978-602-291-506-5

Leader is action, not position. Kiranya ungkapan itulah yang tepat untuk mendeskripsikan isi buku ini. Banyak orang memahami, ke­tika seseorang menduduki suatu jabat­an, berarti sudah pasti menjadi seorang pemimpin. Dengan kata lain, seorang pemimpin sering kali diidentikkan de­ngan jabatan tertentu. Padahal, banyak pejabat yang bahkan sudah mengepalai sebuah instansi pun tidak dapat me­nunjukkan kepemimpinan. Pemimpin bukan soal jabatan.

Buku berupaya meluruskan pema­haman makna pemimpin sejati yang tidak dibatasi profesi. Guru, manajer, karyawan, pedagang, pramuniaga, pelayan restoran, petugas kebersihan jalan, bahkan seorang buruh pasar pun bisa menjadi pemimpin. Yang penting, dia bisa menginspirasi orang-orang se­kitar. Jadi, setiap orang bisa menjadi pe­mimpin. Tinggal perlu membangkitkan potensi dan energi kepemimpinan dalam diri.

Untuk mencapainya harus memi­liki IMAGE. Ini akronim dari inovasi, menguasai (mastery), autensitas, guts, dan etika (hal 77). Seorang pemimpin berjiwa inovatif, mampu menciptakan sesuatu yang baru dan memberi per­ubahan keadaan. Hal ini bisa dimiliki jika kita senantiasa bertanya pada diri mengenai “apa yang bisa diperbaiki hari ini?” Bagaimana cara mengobar­kan produktivitas? Bagaimana supaya bisa kerja lebih cepat?

Menguasai berarti berupaya memahami bidang yang ditekuni, sehingga orang tidak akan meragukan dan mengabaikan kemampuan kita. Seorang pemimpin tidak mungkin bisa mengubah jika sendiri tidak mengua­sai dengan baik bidang yang digeluti. Maka, dia mesti berkomitmen untuk menjadi yang pertama, utama, satu-satunya, dan terbaik.

Autensitas ialah menjadi diri sendiri, bukan meniru kebiasaan orang lain. Sikap autentik juga bermakna andal, menjunjung tinggi misi dan nilai. Dia berbicara terus terang dan menjunjung bakat diri. Dengan demikian, keper­cayaan orang lain akan melekat.

Sedangkan guts maksudnya memi­liki jiwa gigih dan pemberani. Pemim­pin sejati haruslah berani melampaui orang lain. Dia berani mengambil target tinggi dan melangkah lebih jauh lagi dalam mengerjakan sesuatu agar mencapai hasil maksimal. Dia tidak takut menerima kritik atau cemoohan.

Terakhir, etika berkaitan dengan cara bersikap dan bertindak. Orang hendaknya selalu rendah hati dan memiliki tata krama baik. Dia harus memastikan, tindakan mencerminkan keyakinan. Tampilan senada dengan suara hati (hal 105).

Selain IMAGE, masih ada lagi bebera­pa poin penting yang harus dicermati jika ingin menjadi seorang pemimpin hebat dan menginspirasi. Buku menghadirkan akronim yang mudah diingat. Semua diuraikan dalam bentuk cerita hidup dan mengalir. Di akhir setiap bagian, buku ini juga dilengkapi dengan langkah aksi singkat untuk menerapkan materi kepe­mimpinan yang sudah dipelajari. Diresensi Marzuki Wardi, Alumnus IKIP Mataram

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment