Ketergantungan Produk Impor Obat dan Makanan Mesti Ditekan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2020
No Comments
VARIA

Ketergantungan Produk Impor Obat dan Makanan Mesti Ditekan

Ketergantungan Produk Impor Obat dan Makanan Mesti Ditekan

Foto : koran Jakarta/ M aden ma’ruf
Riset obat dan makanan - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, saat dialog nasional Sinergitas dalam Hilirisasi Riset Obat, Obat Tradisional, dan Pangan, di Jakarta, Selasa (10/12). BPOM terus mendorong perkembangan riset obat dan makanan baik yang dilakukan perguruan tinggi maupun pelaku usaha untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap produk-produk impor.
A   A   A   Pengaturan Font

 JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong perkembangan riset obat dan makanan, baik yang dilakukan perguruan tinggi maupun pelaku usaha. Hal tersebut dilakukan untuk menekan keter­gantungan masyarakat terhadap produk-produk impor.

“Riset dan pengembangan peneliti di bidang obat dan makanan diharapkan menghasilkan produk-produk inovasi dalam negeri untuk menekan ketergantungan terhadap pro­duk impor,” kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito, dalam dialog nasional, Sinergitas dalam Hilirisasi Riset Obat, Obat Tradisional, dan Pangan, di Jakarta, Selasa (10/12).

Penny mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan dukungan terhadap hilirisasi hasil penelitian dan pengem­bangan obat dan makanan. Dukungan yang diberikan me­lalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pe­ngembangan dan Pemanfaatan Produk Fitofarmaka, serta Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Pro­duk Biologi. “Pemerintah terus mendorong produk riset dapat dikomersialisasi agar dapat dimanfaatkan lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, dorongan tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 dengan mendorong per­cepatan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri obat, obat tradisional, dan pangan di Indonesia. ruf/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment