Keragaman Motif Indonesia pada Selembar Kain | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Scraf

Keragaman Motif Indonesia pada Selembar Kain

Keragaman Motif Indonesia pada Selembar Kain

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Mengacu pada terminologi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jilbab atau hijab dikenal sebagai kerudung lebar yang dipakai perempuan muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai dada.

Di masa kini, perkembangan industri fesyen khususnya fesyen muslim sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Apalagi mengingat sebentar lagi Ramadan.

Kebutuhan hijab pun tidak hanya sekedar menutupi kepala, melainkan juga sebagai bentuk kreasi penggunanya, yang memiliki daya tarik dengan menciptakan berbagai macam variasi dalam berhijab.

Karena hal itulah, diperlukan adanya inovasi-inovasi baru yang dapat membuat pengguna hijab dapat terus berkreasi dengan hijab yang dikenakannya. Salah satunya adalah hijab yang dapat dikenakan bolak balik sehingga tidak ada sisi dalam atau sisi luar kerudung, karena kedua sisinya dapat dikenakan.

Menggunakan teknologi cetak saring pada dua sisi bahan, Katonvie menghasilkan scarf dengan motif sama yang secara presisi berada di bagian baliknya dengan pilihan warna yang berbeda.

Sehingga, scarf ini pun bisa dikenakan pada kedua sisinya dan dimanfaatkan untuk delapan sudut. Selain mengadopsi teknologi duplex, scarf Katonvie juga menggunakan teknologi khusus sehingga menghasilkan tepian rapi di kedua sisinya sebagai finishing. Untuk memperkaya ragam dan penampilannya, Katonvie pun berkolaborasi dengan desainer mode busana modest Indonesia, Itang Yunasz.

Dalam kolaborasi ini, mereka mengeluarkan scarf hijab yang mengambil corak dan motif kain-kain Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua. Di tangan Itang Yunasz, motif tersebut dirangkai sedemikian rupa agar tampil semakin modern dan glamor. Anthony Lim, founder Katonvie mengatakan dengan mengambil motif-motif itu, ia memang ingin mengutarakan cerita di balik motif-motif tersebut.

“Kami menamai scarf hijab Katonvie sebagai kerudung Story You Can Wear karena setiap lembar selendang yang kami produksi mengandung filosofi yang dituturkan oleh motif kain daerah yang kami angkat,” kata Anthony Lim.

Ada delapan motif koleksi kolaborasi ini yang bertajuk Selaksa Sarambit Nusa. Dengan menggunakan bahan viscose, scarf hijab tersebut terlihat tebal tetapi nyaman dan sejuk saat digunakan. Dari delapan koleksi tersebut, ada empat corak dan warna yang diciptakan karena terinspirasi dari motif dengan warna pekat dan glamor ala Sumatera.

Seperti warna merah, biru, cokelat dan hijau. Sementara empat lainnya, diilhami motif-motif Jawa. Mereka mengambil motif bunga, corak batik yang lembut dalam warna yang pucat, seperti seladon chinese, hijau muda, tobacco dan merah muda.

Melalui kolaborasi ini, Anthony percaya dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional, terlebih dengan motif Nusantara yang terpatri pada scarf hijabnya.

“Sebagai pionir cetak duplex, dengan desain yang khas, teknologi yang mumpuni dan seni yang berselera tinggi, kolaborasi Katonvie dan Itang Yunasz ini kami percaya dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional,” katanya.

Inspirasi Keindahan Louvre Paris

Berbeda dengan kolaborasi Katonvie dan Itang Yunasz, Buttonscarves merayakan ulang tahun keempatnya dengan mewujudkan sebuah toko tematik berbarengan dengan peluncuran koleksi terbarunya yang bertajuk Louvre.

Sesuai namanya, koleksi ini terinspirasi dari Louvre yang ada di Paris yang diambil dari elemen garis-garis pada salah satu museum bergengsi di dunia tersebut, yang memiliki makna independen, tegas dan cerdas sehingga para penggunanya diharapkan bisa memiliki karakteristik tersebut.

Diceritakan Linda Anggrea, Creative Director Buttonscarves, ia menginginkan sebuah scarf yang memiliki makna. “Louvre karena kita ingin membuat makna dan konsep menjadi sebuah scarf yang spesial, tidak hanya selembar kain,” katanya. Ia menambahkan, ketika ia berkesempatan untuk mengunjungi Louvre Paris, ia menganggap tempat itu sangat bagus dan ingin membawa kenangan tersebut ke dalam sebuah scarf. Pada toko tematik Buttonscarves juga memberikan spot-spot foto yang membuat pengunjung berasa hadir dalam museum Louvre di Paris.

Di sana juga terdapat koleksi ekseklusif dan perdana Benang Jarum, yang merupakan lini brand pakaian siap pakai dari Buttonscarves. Benang Jarum menawarkan busana modern, clean cut dan effortless yang diharapkan bisa menjadi penunjang kebutuhan fesyen dan gaya hidup penggemar Buttonscarves. Dengan mewabahnya virus korona saat ini, Linda sempat bercerita bahwa hal itu memberikan dampak bagi bisnisnya. Terlebih material mentah yang dibutuhkan sangat banyak dan mereka juga melakukan produksi sendiri sehingga membutuhkan banyak bahan.

“Jadi ketika virus korona ini barang-barang tidak ada yang bisa masuk, kita jadi panik dan sempat mati suri. Karena barang mentahnya tidak terpenuhi, tetapi kemudian bisa bangkit. Ini jadi pelajaran banget, tidak bisa bergantung pada satu toko,” cerita Linda.

Ia mengaku, bisnisnya sempat berhenti hingga tiga minggu karena bahan mentah tersebut tidak bisa terpenuhi, bahkan tidak ada barang baru yang masuk ke toko mereka.

Untuk koleksi Louvre sendiri dikatakan terdapat sembilan warna berbeda dengan dua bahan yang digunakan, yaitu bahan voal dan satin square. Sementara untuk toko tematik mereka yang berada di Senayan City akan terus hadir hingga akhir Mei.

Dukung Ekonomi Mandiri

Keberadaan sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Indonesia terdapat lebih dari 59,2 juta unit dan telah berkontribusi sebanyak 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional pada 2018. Sehingga hal itu pun membuktikan bahwa keberadaan UMKM di Indonesia mengambil peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

Untuk merayakan kesuksesannya setelah 28 tahun berada di Indonesia, Tupperware di Indonesia pun membagikan lima cara Innovaction yang dapat terus mendorong para anggotanya untuk terus sukses.

Mulai dari produk yang terus berinovasi, memiliki rencana peluang bisnis, pengembangan diri, aset digital yang berguna untuk mendukung karir para anggotanya serta merayakan bersama yang pada tahun ini adalah dengan berlibur ke negeri Sakura Jepang.

“Nilai yang kami percayai tidak hanya menghadirkan produk yang inovatif, lebih dari itu kami terus mendorong anggota kami agar dapat secara mandiri menopang perekonomian keluarga, serta masyarakat pada umumnya,” tutur Neoh Hock Sean, Senior VP dan President Tupperware Indonesia. Untuk itu, Tupperware pun akan terus melebarkan sayapnya guna menjangkau lebih masyarakat Indonesia untuk terus mendukung ekonomi mandiri.  gma/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment