Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments

Kepengurusan KOI Baru Pikul Tugas Berat

Kepengurusan KOI Baru Pikul Tugas Berat

Foto : ANTARA/HAFIDZ MUBARAK
A   A   A   Pengaturan Font

Kepengurusan Komite Olimpiade Indonesia yang baru memikul tugas untuk meloloskan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan bahwa kepengurusan KOI baru memiliki tugas berat, salah sa­tunya meloloskan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpi­ade 2032.

“Tantangan terberat KOI baru adalah bagaimana melo­loskan Indonesia jadi tuan ru­mah Olimpiade 2032. Bukan berarti itu menjadi hal yang memberatkan, karena beliau juga perlu dukungan dari stake­holder olahraga untuk benar-benar terjadi karena proses yang cukup panjang,” kata Erick di Jakarta, Rabu (9/10).

Erick menjelaskan kepen­gurusan KOI baru nanti masih memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala kebutuhannya dengan baik. Apalagi, Presiden IOC Thomas Bach telah mengumumkan bahwa bidding tuan rumah Olimpiade 2032 tidak akan di­laksanakan pada saat Olimpi­ade Tokyo 2020 berlangsung.

“Dengan adanya ketua umum baru dan pemerintahan baru paling tidak kita punya waktu untuk mempersiapkan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, hal berbeda disampaikan oleh Wakil Ke­tua Umum PB PABBSI Djoko Pramono. Ia mengatakan ke­tum KOI mempunyai tugas yang lebih besar selain melo­loskan Indonesia jadi tuan ru­mah Olimpiade 2032, yakni mengantarkan para atlet dari semua cabang olahraga untuk terus berprestasi. “Kami berha­rap kawan-kawan dari cabang olahraga non-olimpiade terus dibina, apalagi yang nomornya banyak. Atletik dan renang misalnya harus terus didu­kung,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap pengurus KOI baru nanti bisa terus mendorong pemerintah agar meningkatkan komitmen­nya pada cabang olahraga dan para atlet yang sedang ber­juang mengikuti kejuaraan in­ternasional guna mendapatkan kuota Olimpiade Tokyo 2020.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dalam rangka mengajukan Indonesia men­jadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Adapun pertarungan untuk memperebutkan jabatan ter­tinggi di KOI sudah selesai, dan hanya ada satu bakal calon, yakni Raja Sapta Oktohari yang dipastikan bakal mengganti­kan posisi Erick Thohir untuk periode 2019-2023.

Kongres yang digelar ter­tutup ini dihadiri oleh Deputi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida, Ke­tum KOI Erick Thohir, bakal calon ketum KOI Raja Sapta Oktohari, Ketum KOI periode 2007-2011 dan 2011-2015 Rita Subowo, serta perwakilan dari 57 cabang olahraga.

Segera Berlari

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) me­minta Komite Olimpiade In­donesia (KOI) baru yang di­pilih pada kongres di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (9/10), segera berlari cepat mengingat banyak kejuaraan yang akan dihadapi.

“Paling dekat adalah SEA Games 2019 Filipina. Itu sudah jelas di depan mata. Makanya harus cepat berlari,” kata pe­laksana tugas (plt) Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Yuni Po­erwanti di sela Kongres KOI.

Menurut dia, KOI kepengu­rusan baru juga harus mampu bersinergi dengan stakeholder olahraga Indonesia mengingat untuk memajukan olahraga ha­rus dilakukan bersama-sama termasuk dengan pemerintah. “Meski kongres belum selesai, saya tadi sudah mengucapkan selamat. Harapan kami, KOI bisa langsung bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya,” katanya.

Selain SEA Games 2019, kata Yuni, tantangan yang di­hadapi adalah Olimpiade 2020 Tokyo yang sebelumnya diawal dengan kualifikasi. Berikutnya adalah bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment