Koran Jakarta | May 28 2018
No Comments

Kemenkes Rekomendasikan Layanan Rumah Gizi di Asmat

Kemenkes Rekomendasikan Layanan Rumah Gizi di Asmat

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Untuk mencegah terulangnya kasus kejadian luar biasa (KLB) gizi, tim kesehatan Kementerian Kesehatan merekomendasikan layanan rumah gizi. Layanan ini guna pemantauan kondisi gizi masyarakat Papua, khususnya Ka­bupaten Asmat.

Kepala Bidang Evaluasi dan Informasi Pusat Krisis Kese­hatan Kementerian Kesehatan, Kamaruzzaman, mengata­kan rumah gizi atau Therapeutic Feeding Centre (TFC) telah dibentuk di Aula GPI di Asmat sejak 19 Januari 2018 sudah menjalankan pelayanan pemantauan gizi.

Kamaruzzaman mengatakan rumah gizi tersebut hanya percontohan dan untuk selanjutnya dibentuk rumah gizi sesungguhnya dengan perawatan dan pemantauan kondisi pasien gizi buruk.

Pasien rawat diberikan terapi nutrisi, diperiksa kenaikan berat badannya, dipantau toleransi minumnya, dan dipan­tau klinis gizi buruknya. “Semoga TFC ini menjadi awal dari solusi untuk mengatasi gizi buruk di Papua, khususnya di kabupaten Asmat,” kata salah satu anggota tim Flying Health Care (FHC) dari RSCM, Cut Nurul Hafifah.

Tim kesehatan Kementerian Kesehatan dikirimkan da­lam tiga gelombang, tiap satu gelombang bertugas 10 hari masa bakti. Per hari ini tim kesehatan Kemenkes telah me­nyelesaikan tugas dan memberikan rekomendasi untuk ke­sehatan berkelanjutan di Kabupaten Asmat.

“Melihat semua kondisi ini, rekomendasi FHC III di antaranya perlu meningkatkan imunisasi dasar lengkap, kebutuhan SDM untuk di rumah sakit dan Puskesmas dipenuhi, pendampingan pemulihan gizi serta pendam­pingan sistem pengelolaan rumah sakit dan Puskesmas,” te­rang Kamaruzzaman.

Tim FHC III yang telah habis masa baktinya hingga per 10 hari terhitung hari ini, juga telah membentuk poli gizi di RSUD Agats. Dengan begitu terapi khusus metabolik anak gizi buruk maupun kurang gizi berkesinambungan bisa di­lakukan di RSUD Agats. cit/E-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment