Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Ibadah Haji | Menteri Agama Jenguk Anggota Jemaah yang Sakit

Kemenkes Kirim 50,8 Ton Obat

Kemenkes Kirim 50,8 Ton Obat

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Kiriman obat dan bahan medis cukup untuk memenuhi kebutuhan pelayan-an kesehatan hingga akhir musim haji.

 

JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengirim 50,8 ton obat dan bahan medis habis pakai ke Arab Saudi. Ini dilaku­kan untuk mendukung pela­yanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

Kiriman obat dan bahan medis tersebut ditambah de­ngan obat dan bahan medis yang masih ada di Mekah dan Madinah sisa pelayanan haji tahun lalu akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pela­yanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia hingga akhir musim haji.

Kepala Seksi Perbekalan Ke­sehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2019, El Iqbal mengatakan seluruh persediaan farmasi tersebut terdistribusi di Instalasi Farma­si Daerah Kerja Mekah, 80 per­sen, dan Instalasi Farmasi Dae­rah Kerja Madinah, 20 persen.

Khusus di Mekah, perbeka­lan kesehatan tidak hanya disediakan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tetapi juga di 11 sektor pemondokan jamaah haji.

Pada musim haji tahun 2019, Kementerian Kesehatan antara lain menyiapkan per­bekalan untuk pelayanan ke­sehatan jamaah haji Indonesia berupa obat-obatan, termasuk 22 obat kelas terapi seperti obat anti-hipertensi, anti-alergi, an­ti-infeksi, kardiovaskular, obat pengencer darah, dan vitamin.

Sementara jenis obat yang disediakan lebih dari 200 dan bahan medis siap pakai yang disiapkan sekitar 100 item. “Dari sekian banyak jenis obat tersebut, obat jenis analgesik, anti alergi, dan elektrolit men­jadi yang paling banyak diberi­kan kepada jemaah haji,” kata El Iqbal.

Ia menjelaskan bahwa Ke­menterian Kesehatan juga me­nyiapkan paket perbekalan ke­sehatan untuk jemaah haji yang meliputi dua masker kain, satu kotak masker sekali pakai isi 50 lembar, satu botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, 10 saset oralit, satu tabung balsem, lima lembar plester, empat lembar tisu basah, dan satu kantong urine.

Perbekalan kesehatan serta alat pelindung diri tersebut di­berikan kepada jamaah haji di embarkasi masing-masing.

Selain itu, petugas kesehat­an yang mendampingi jemaah di setiap kelompok terbang dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga dibekali dengan obat-obatan semenjak dari embarkasi. Sediaan obat yang dibawa oleh TKHI meliputi obat oral, obat injeksi, cairan infus, dan antiseptik. Mereka juga dibekali dengan bahan medis habis pakai.

Petugas Farmasi di Dae­rah Kerja Mekah dan Madinah akan mengecek status keter­sediaan obat dan perbekalan kesehatan masing-masing klot­er setiap empat hari sekali dan mengirimkan pasokan obat ke kloter menggunakan meka­nisme push distribution.

Selain obat dan bahan me­dis, Pemerintah Indonesia juga menyiagakan 29 ambulans di Arab Saudi untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehat­an bagi jamaah haji Indonesia. Ambulans-ambulans tersebut ditempatkan di wilayah Me­kah, Madinah, serta bandara di Jeddah dan Madinah.

“Ini merupakan komitmen nyata Kemenkes dalam men­dukung penyelenggaraan haji. Berusaha memberikan yang terbaik. Semua dana operasio­nalnya pun berasal dari APBN murni Kemenkes,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemen­terian Kesehatan, Eka Jusup Singka.

Jemaah Sakit

Sementara itu, delegasi Amirul Hajj yang dipimpin oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin kemarin menjenguk anggota jemaah sakit yang se­dang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indone­sia Daerah Kerja Mekah.

Pada kesempatan itu, Luk­man Hakim menjenguk pasien di lantai 5 ruang psikiatri dan lantai PR ruang rawat inap pria dan wanita.

Ia sempat berbincang de­ngan beberapa pasien yang se­dang dirawat dan memberikan semangat kepada mereka agar tetap sabar menjalani perawat­an sehingga lekas pulih. “Insya Allah cepat sembuh ya, banyak sabar, banyak berdoa,” kata Lukman. ruf/Ant/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment