Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments
Kontestasi Pemilihan

Kemendagri Apresiasi Paslon yang Legowo

Kemendagri Apresiasi Paslon yang Legowo

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri mengapreasiasi pasangan calon yang bersikap legowo menerima hasil pemilihan kepala daerah. Membudayakan sikap siap kalah dan menang sangat penting untuk pendidikan publik. Sehingga demokrasi di Indonesia benarbenar dibarengi dengan sikap kedewasaan berpolitik.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar, mengatakan itu menyikapi sikap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid dan Aziz Kahar Muzakkar yang dengan legowo menerima kekalahan dalam kontestasi pemilihan yang telah berlangsung kemarin.

Dan, tak hanya pasangan Nurdin Halid dan Aziz Kahar Muzakkar yang telah dengan legowo menerima kekalahan, pasangan calon lainnya juga telah bersikap serupa, seperti terjadi di Pilgub Jawa Barat dan Sumatera Utara. “Kami memberikan apresiasi sifat negarawan pasangan Cagub Sulsel Nurdin Halid dan Azis Kahar yang terima kekalahan dengan lapang dada,” kata Bahtiar, di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurut Bahtiar, apa yang diperlihatkan Nurdin dan Aziz, menunjukkan keduanya bisa bersikap negarawan. Dan sikap legowo itu sangat penting untuk pembelajaran demokrasi. Setidaknya khalayak ramai bisa mendapatkan contoh bagaimana berpolitik dengan dewasa. “ Tentu kita mengapresiasi,” katanya.

Bahtiar pun berharap, sikap serupa bisa diperlihatkan pasangan calon lain. Tapi bila memang masih ada yang tak puas, lantas menempuh jalur hukum dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), itu pun harus dihormati. Prinsipnya, gunakan saluran resmi yang disediakan hukum pilkada untuk memperjuangkan aspirasi.

Tidak menggunakan jalur di luar aturan. “Dalam pilkada semua calon sudah selayaknya siap kalah dan siap menang. Bukan hanya siap menang dan tidak siap kalah. Implementasi siap kalah dan sikap respek kepada pemenang ini harus ada pada seluruh kontestan Pilkada,” ujarnya. Bagi Bahtiar, sikap siap kalah dan menang, atau legowo menerima hasil kontestasi sangat penting bagi publik.

Setidaknya elit yang bertarung secara langsung telah mendidik publik, seperti apa berpolitik dengan dewasa. “Ucapan yang sejuk dari pasangan calon yang kalah adalah wujud nyata dari sebuah peradaban budaya politik tinggi. Sikap ksatria dari calon kepala daerah disebutnya akan membuat bangsa ini semakin maju berkembang ke depan,” tuturnya.

Bangsa ini lanjut Bahtiar, akan terus maju berkembang dan jaya jika semakin banyak jiwa-jiwa kenegarawan yang lahir di negara ini. Dan publik sangat membutuhkan keteladanan serta inspirasi di dunia politik setelah panggung begitu gaduh dan riuh. ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment