Koran Jakarta | September 22 2018
No Comments

Kekuatan “Art” Tren Lampu Masa Depan

Kekuatan “Art” Tren Lampu Masa Depan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Lampu dengan beragam berbentuk kerap dipajang dengan sangat menarik di beberapa hotel. Seperti yang terlihat di atrium hotel. Ada lampu yang berbentuk liukan naga. Lampu yang menyatu dengan plat itu mampu menarik perhatian orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Ruang yang tergolong lapang terlihat berisi dengan kehadiran lampu dekoratif. Saat ini, lampu telah menjadi bagian art tak sekedar sumber cahaya.

Hauw S Santosa, CEO dan President Director Plaza Crystal, perusahaan lampu mengatakan bahwa pada masa lampu mendatang akan terkait dengan art. “Pada 2018 atau 5 tahun mendatang bahkan 10 tahun mendatang. Kekuatan art itu akan mempengarugi secara signifikan. Sehingga, saya yakin lighting sebagai source akan memaksimalkan efek dari artnya,” ujar Hauw di Jakarta, belum lama ini.

Percampuran sumber cahaya dengan art akan menjadi produkproduk unggulan lampu di masa mendatang. Hauw yang telah berkecimpung dalam lighting selama 25 tahun tidak menampik bahwa teknologi menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pengembangan produk. Namun, ia menyakini bahwa art masih memiliki kekuatan yang sulit ditandingi teknologi. “Teknologi tidak bisa menggantikan art, teknologi hanya bisa membuat art lebih unggul,” ujar dia.

Hal tersebut terlihat seperti, lampu tidak hanya memperlihatkan sumber pijarnya saja melainkan lampu telah menyoroti sebuah obyek art.

Terlebih pijar lampu tidak hanya kuning melainkan berbagai warna lainnya. Alhasil, ruang akan tampak lebih dekoratif dan memiliki suasana yang berbeda, antara satu ruang dengan ruang lainnya. Hauw yang banyak mendapatkan pesanan lampu dari hotel berbintang, salah satunya Four Season di Jalan Gatot Subroto, Jakarta mengatakan bahwa untuk produksi lampu, ia menggunakan tiga perwakilan pabrik berbeda yang berada di tiga negara.

Alasannya tidak lain, masing- masing pabrik memiliki kapasitas produksi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Seperti pabrik yang berada di Italia memiliki kehandalan dalam pengolahan detail kelas atas. Pabrik di Cekoslowakia memiliki kemampuan memproduksi kristal timah hitam dan pabrik di China untuk mencukupi kebutuhan mass produk serta kekuatan konstruksi. Dalam satu desain lampu, material dapat didatangkan dari ketiga pabrik dari tiga negara tersebut.

Selama pengirimannya, material tersebut akan berbentuk partpart baru setelah sampai tujuan part-part lampu disusun satu per satu sesuai dengan desain yang telah ditentukan.

Agar sesuai dengan furnitur ruang, warna metal plat yang terdapat dalam lampu candlelier dapat menyesuaikan dengan warna furnitur. Warna sampanye, rose gold maupun bronze merupakan warna metal plat yang banyak digunakan dalam lampu candlelier.

Plaza Crystal banyak membuat lampu-lampu klasik yang dianggap sebagai desain yang tak lekang waktu. Namun, bukan berarti desain tersebut tidak bisa berbaur dengan desain lainnya.

Konsep mix and mach menjadi solusi untuk menyatukan desain klasik dan desain yang tengah hits saat ini. Seperti ruang berkonsep hitam putih dengan sofa kulit dari Itali dapat ditambahkan lampu dalam warna lebih clear. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment