Koran Jakarta | October 23 2018
No Comments
Persatuan Indonesia

Kebinekaan Harus Terus Dirawat

Kebinekaan Harus Terus Dirawat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

MAGELANG - Semua war­ga, khususnya para generasi muda, diharapkan semakin menyadari bahwa kebinekaan di Indonesia merupakan na­pas kehidupan dan kekuatan masyarakat yang harus terus dijaga serta dirawat. Perbe­daan di Tanah Air merupakan kekayaan, bukan suatu pen­deritaan.

“Jadi, hari ini kita bersama-sama merayakan perbedaan. Perbedaan itu merupakan kekayaan, bukan suatu pen­deritaan. Maka kita akan bersama-sama menjadikan kebinekaan itu menjadi napas kehidupan,” kata Ketua Pani­tia Kedu Bersaudara, Wahyu Aryono Wibowo, di Magelang, Minggu (19/8).

Pemuda lintas iman dari berbagai komunitas meraya­kan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik In­donesia di kompleks Gereja Santo Ignatius Kota Mage­lang, Jawa Tengah. Kegiatan Kedu Bersaudara merupakan rangkaian kegiatan Srawung Persaudaraan Sejati yang puncaknya akan digelar di Semarang pada tanggal 26-28 Oktober 2018.

Wahyu mengatakan ke­giatan ini untuk merawat ke­binekaan guna menghindari hal-hal yang mau merusak ke­binekaan. Jangan sampai ada sekat-sekat primodialisme, ini budayaku, ini agamaku se­hingga masyarakat tidak mau belajar satu sama lain. Hari ini dapat dilihat di tempat yang lebih luas bahwa Indonesia ini kaya.

Kesenian Lintas Agama

Menurut Wahyu, selama tiga hari pemuda lintas iman membuat acara dengan judul Kedu Bersaudara dengan ke­giatan pada 17 Agustus 2018 upacara di Museum BPK. Pada 18 Agustus 2018 meng­adakan kegiatan di Kelenteng Liong Hok Bio. Pada Minggu (19/8) ada ekspo dan digelar kesenian lintas agama dari sejumlah komunitas di Gereja Santo Ignatius.

Wahyu menuturkan sasar­an kegiatan ini adalah orang muda, baik yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Bud­dha, Konghucu, dan Islam. Jadi memang lintas agama, lin­tas komunitas dengan meng­undang anak-anak muda. Di­libatkan sejumlah siswa SMA dan SMP.

Dia menyebutkan sejumlah komunitas yang terlibat dalam kegiatan ini, antara lain dari Pondok Selamat Magelang, Komunitas Kali Bersih Mage­lang, Komunitas Sejarah, Pager Piring, GKJ Magelang, Teater Sumber, dan Komunitas Bud­dha Temanggung. Sebelum pementasan berbagai keseni­an dari sejumlah komunitas, kegiatan tersebut diawali de­ngan fragmen Kemerdekaan yang dilakukan para pemuda dari Komunitas Sejarah.

SM/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment