Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments

Katalonia Pilih Dialog

Katalonia Pilih Dialog

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemimpin Katalonia, Carles Puigdemont, membatalkan deklarasi kemerdekaan dari Spanyol, Selasa (10/9). Puigdemont membuka pintu dialog dan menyerukan pembicaraan dengan Madrid tentang masa depan wilayah tersebut. Puigdemont hanya menandatangani sebuah deklarasi kemerdekaan di parlemen daerah Katalonia di Barcelona, Spanyol, Senin ( 9/10).

Di tengah ribuan pemprotes dan ratusan polisi bersenjata otomatis di luar Barcelona’s Parc de la Ciutadella, sebuah gedung parlemen yang dibangun abad ke-18, Puigdemont hanya membuat deklarasi simbolis. Dia mengusulkan menunda deklarasi kemerdekaan guna melakukan pembicaraan dalam beberapa pekan mendatang. Tanpa itu, menurut Puigdemont, tidak mungkin tercapai solusi.

Tetapi dialog yang diusulkan Puigdemont tidak akan berjalan mulus, apalagi pemerintah Spanyol membuat aturan main di mana dialog harus sesuai dengan konstitusi dan undang-undang Spanyol. Dialog harus mengesampingkan kemerdekaan sebagai sebuah pilihan Katalonia. Pemerintah Spanyol akan bertemu Rabu (11/10) untuk memutuskan tanggapan terhadap ajakan dialog Puigdemont.

Usulan dialog Puigdemont sama dengan keinginan Komisi Eropa (KE) yang berulang kali menyerukan dialog untuk mengakhiri krisis konstitusi di Katalonia. Kekerasan tidak pernah bisa menjadi alat politik.

Deklarasi kemerdekaan Katalonia hanya akan memperkeruh krisis konstitusi di Spanyol. Ini krisis terburuk sejak upaya kudeta militer pada 1998. Bila Katalonia ngotot memisahkan diri dipastikan Madrid mengambil langkah paling tegas, termasuk kemungkinan membekukan dan memberhentikan pemerintah daerah Katalonia.

Keinginan Katalonia memisahkan diri memang telah mengusik keamanan. Akhir pekan lalu, ratusan ribu demonstran memenuhi jalan-jalan utama Barcelona, ibu kota Katalonia, sambil mengibar-ibarkan bendera Spanyol. Aksi itu terjadi sepekan setelah meletupnya kekerasan 1 Oktober yang melukai 900 orang saat aparat kepolisian antihuru-hara menembakkan peluru karet dan memukuli masyarakat Katalonia.

Jika deklarasi kemerdekaan tetap dilakukan, ada konsekuensinya bagi Spanyol dan Katalonia. Spanyol bakal kehilangan 20 persen dari total ekonominya, 25 persen dari ekspor dan 21 persen pajak. Katalonia bakal mengalami surplus bujet, mendapat banyak investasi karena 1/3 perusahaan Spanyol bermarkas di sini.

Tetapi, kemerdekaan Katalonia bisa memicu 17 daerah lain untuk melakukan hal sama. Jumlah iuran Spanyol ke Uni Eropa (UE) bakal berkurang. Katalonia bakal kesulitan mengembangkan ekonomi karena tidak bisa langsung menjadi anggota World Trade Organization seperti Spanyol.

Keinginan kemerdekaan Katalonia muncul saat Spanyol bangkit dari hampir satu dekade trauma ekonomi. Katalonia adalah daerah yang paling produktif secara ekonomi dan terbukti menarik investasi. Hampir sepertiga perusahaan asing di Spanyol memilih ibu kota regional Barcelona sebagai pusat produksi. Volkswagen dan Nissan, misalnya, memiliki pabrik dekat Barcelona.

Jika Katalonia dipaksa secara mandiri mengajukan keanggotaan UE, harus meyakinkan blok untuk menyetujui kemerdekaannya, termasuk Spanyol. Saat ini bukanlah waktu yang tepat dan jalan mudah bagi Katalonia menjadi negara merdeka dalam UE. Keluar dari UE kemungkinan akan menaikkan biaya ekspor barang-barang yang diproduksi di Katalonia ke anggota UE dan negara-negara lain. Artinya, Katalonia akan menghadapi hambatan perdagangan signifikan.

Kemerdekaan juga bisa membuat pemerintah daerah lebih mahal untuk meminjam uang. Lembaga pemeringkat kredit Moody’s dan S&P telah menurunkan peringkat utang Katalonia pada 2016. Kawasan ini bisa terus menggunakan Euro, namun tidak memiliki hak di European Central Bank (Bank Sentral Eropa). Batalnya Carles Puigdemont mendeklarasikan kemerdekaan Katalonia, tidak hanya memberikan keuntungan Spanyol, tetapi juga kepastian rakyat Katalonia. 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment