Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Pendidikan Militer

Kasad: Enzo Bersama 363 Taruna Ikuti Akmil

Kasad: Enzo Bersama 363 Taruna Ikuti Akmil

Foto : ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
PENJELASAN KASAD | Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa (kedua kanan) bersiap memberikan keterangan terkait polemik taruna Akmil Enzo Zenz Allie di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (13/08). TNI AD menyatakan tetap mempertahankan Enzo sebagai taruna Akmil.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat akhirnya memberikan penjelasannya terkait isu viral di media sosial (medsos) mengenai taruna Akademi Militer (Akmil), Enzo Zenz Ellie yang diduga terindikasi simpatisan dari Hizbut Tahrir Indonesia (TNI).

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan bahwa dalam proses rekrutmen taruna, TNI AD itu memiliki beberapa alat ukur yang sudah terapkan sejak lama mulai dari akademik, kesehatan, jasmani, psikologi maupun mental ideologi.

“Dari hasil alat ukur yang kami lakukan, kami tidak menemukan adanya keraguan terhadap seluruh taruna akademi militer 364 orang yang kami terima beberapa waktu lalu,” ucap Andika saat memberikan penjelasannya di Mabesad, Jakarta, Selasa (13/8). Saat memberikan penjelasan, Kasad didampingi oleh Asisten Pengamanan (Aspam) Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Komandan POM AD, Mayjen TNI Rudi Yulianto.

Namun, lanjut Kasad, karena adanya informasi tambahan tentang salah satu taruna yakni Enzo, maka pihaknya pun berusaha untuk objektif dengan melakukan pengukuran ulang kepada Enzo.

“Kami tidak akan mengklaim bahwa alat ukur yang kami miliki itu sudah valid, maka kami juga mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang selama ini sudah dikembangkan digunakan cukup lama. Akurasi, validasinya bisa dipertanggungjawabkan karena sudah digunakan selama 8 tahun,” ucap Kasad.

Kasad menjelaskan, pihaknya melakukan pengukuran ulang Enzo pada hari Sabtu- Minggu (10-11, Agustus). Kemudian, hasilnya dianalisis pada hari Senin (12 Agustus). ”Dan kesimpulannya Enzo Zenz Allie dilihat dari indeks moderasi bernegara itu ternyata kalau dikonversi menjadi persentase itu memiliki nilai 84 persen atau nilainya 5,9 dari maksimum 7. Jadi, indeks moderasi bergamanya bagus,” jelas Kasad.

Oleh karena itu, TNI AD memutuskan, Enzo Zenz Allie dan semua taruna akademi militer yang diterima beberapa waktu lalu sejumlah 364 tetap mengikuti pendidikan di Akademi Militer di Magelang.

“Mereka inikan calon perwira belum menjadi anggota aktif TNI, penilaian terhadap calon pada masa pendidikan dan karena tahap pendidikannya yang diikuti Enzo ini selama 4 tahun maka selama 4 tahun itu pula penilaian berlaku,” ujar Kasad.

Ia lalu mencontohkan dalam masa pendidikan 4 tahun di Akmil tidak semua taruna lolos dan dilantik menjadi perwira TNI. ”Sebagai contoh saya ambil data 5 tahun terakhir, di 2014 itu ada 3 orang taruna akmil yang kita keluarkan sebelum mereka dilantik menjadi perwira TNI AD, ada yang ditahun kedua ada juga yang ditahun ketiga. Kemudian 2015 ada 1 orang, 2016 itu 4 orang, 2017 kebetulan tidak ada,” ungkapnya.

Menurut Kasad, pengeluaran dilakukan karena berbagai alasan seperti kesehatan, jasmani, mental ideologi hingga tidak bisa mengikuti standar yang diterapkan TNI AD.

“Jadi harapan saya, Enzo dan teman-temannya ini lulus pada tahap seleksi awal, lalu orang tua lingkungan dekat adik-adik kita ini taruna akmil dan semua orang yang menyayangi mereka untuk membantu, sehingga mereka benarbenar bisa mejadi perwira TNI AD,” tutup Kasad. fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment