Koran Jakarta | August 22 2018
No Comments
Energi Baru Terbarukan

Kapasitas PLTS Sebaiknya Tak Dibatasi

Kapasitas PLTS Sebaiknya Tak Dibatasi

Foto : ANTARA/Yusuf Nugroho
Panel Surya - Nelayan mengecek instalasi lampu tenaga surya (panel surya) yang terpasang di kapal miliknya di Desa Dukuhseti, Pati, Jateng, beberapa waktu lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Sejumlah kalangan menilai regulasi tentang pemanfaatan panel surya atap (solar photovoltaic rooftop/solar PV) seharusnya tidak membatasi kapasitas sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Untuk itu, pengembangan PLTS harus didorong sebesar-besarnya agar bisa memenuhi target 1 gigawat (GW) pada tahun 2025. Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, M Nafik, mengatakan Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar, namun pengembangnya masih tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga.

“Di saat pasokan energi fosil berkurang dan mahal, seharusnya pemerintah berani mengambil sikap dengan mengembangkan PLTS. Keterbatasan dan mahalnya cadangan minyak bumi, batu bara, dan lainnya akan mempercepat Indonesia menjadi net-importer minyak bumi,” kata Nafik saat dihubungi, Jumat (10/8).

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengeluarkan peraturan soal pemanfaatan panel surya atap.

Di dalam salinan draf regulasi itu berisi, antara lain jenis pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang dapat menggunakan pembangkit listrik tenaga surya atap adalah rumah tangga, lembaga pemerintahan, badan sosial, kecuali untuk sektor industri.

Disebutkan pula kapasitas sistem PLTS atap pada pelanggan dibatasi paling tinggi 90 persen dari daya tersambung ke konsumen PLN.

Kapasitas sistem tersebut ditentukan dengan kapasitas total inverter. Selain itu, harga jualnya dihitung melalui besaran tarif dasar listrik pelanggan dibagi dengan biaya pokok produksi nasional, yakni 0,69 rupiah per kilowatt per jam (kWh).

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia, Andhika Prastawa, mengatakan skema baru harga jual listrik surya akan membuat keekonomian proyek PLTS turun.

“Regulasi itu menghambat peningkatan kapasitas PLTS atap bangunan,” katanya. Menurut Andhika, animo yang membaik disebabkan oleh harga yang semakin murah dan pemasangannya yang mudah.

“Pelanggan bisa langsung memanfaatkan tanpa PLN dan sebaliknya, PLN juga bisa memanfaatkan PLTS untuk kebutuhan jaringan,” jelasnya. ers/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment