Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Periode 2019–2024 I Mahfud Berharap Muncul Kabinet “Dream Team”

Kabinet Mendatang Diisi Lebih Banyak Wajah Baru

Kabinet Mendatang Diisi Lebih Banyak Wajah Baru

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Jokowi meminta publik sabar menunggu sampai ia mengumumkan secara resmi susunan kabinet seusai ia dan Ma’ruf Amin dilantik pada Minggu (20/10).

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menjelaskan wajah baru akan lebih banyak mengisi posisi menteri di kabinet di periode kedua nanti, dibandingkan wajah lama. Selain itu, Jokowi mengungkapkan akan ada nomenklatur baru di periode kedua pemerintahannya bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin. “Ya ada lah. Yang lama ada, yang baru banyak,” kata Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10). Kendati demikian, Jokowi belum mau mengungkapkan perbandingan persentase antara wajah lama dan wajah baru di Kabinet Jilid II nanti.

“Belum dihitung persentasenya,” kata dia. Jokowi meminta publik sabar menunggu sampai ia mengumumkan secara resmi susunan kabinet seusai ia dan Ma’ruf Amin dilantik pada Minggu (20/10). “Ya secepatnya setelah pelantikan,” kata dia. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih hasil pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 dilakukan dengan sederhana. Hal tersebut disampaikan Presiden usai bertemu pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Pimpinan MPRdatang untuk memberikan undangan pelantikan pada 20 Oktober 2019.

“Saya menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kehikmatan dan keagungan acara itu,” kata Presiden. Hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Sementara itu, pimpinan MPR yang hadir yakni Ketua MPR Bambang Soesatyo yang didampingi oleh 9 wakil ketua diantaranya, Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Arsul Sani, Jazilul Fawaid, Lestari Moerdijat, Syarifuddin Hasan, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, dan Fadel Muhammad. Sementara itu, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, berharap semua rangkaian acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, yakni Joko Widodo-KH Maruf Amin, berjalan lancar sampai akhir.

“Karena ini acara MPR, maka kami sangat berkepentingan bahwa acara ini berlangsung dengan hikmat tanpa gangguan apa pun,” kata Bambang. Bambang mengimbau kepada mahasiswa dan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar ikut menjaga keamanan kelangsungan pelantikan, karena kesuksesan acara pelantikan presiden akan memberikan pesan positif kepada dunia internasional.

“Itu akan membantu perekonomian kita, dan dengan ekonomi yang baik, sama dengan membantu rakyat kita semua. Jadi, message-nya jelas, kami di MPR ingin acara ini berlangsung hikmat dan agung sebagaimana disampaikan Bapak Presiden,” ucap Bambang. Saat ditanya siapa saja tamu negara yang sudah mengonfirmasikan kehadirannya dalam pelantikan, Bambang mengatakan hampir seluruh tamu dari negara di Asean, termasuk Perdana Menteri Australia akan hadir. “Mudah-mudahan kepala negara, kepala pemerintahan, utusan khusus seluruh negara maju (hadir). Untuk Tiongkok mengutus wakil perdana menteri, beberapa negara konfirmasi, tapi untuk pastinya silakan cek ke menteri luar negeri,” jelasnya.

Di tempat terpisah, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mohammad Mahfud MD, berharap akan “dream team” dalam kabinet Presiden Joko Widodo periode 2019– 2024. “Saya berharap muncul dream team. Itu ibarat sepak bola adalah tim nasional Belanda tahun 1980-an yang disebut dream team. Mudah-mudahan kabinet ini dream team juga,” ujar Mahfud, di Jakarta, Rabu. Yang dimaksud dream team Kabinet Jokowi adalah figurfigur menteri yang berkompeten dan profesional. Mahfud menyarankan Presiden Jokowi memiliki dasar yang kuat dalam memilih calon menteri di kabinetnya. “Jangan asal karena jatah menteri lalu diisi sembarangan atau sekehendak secara sepihak atau subjektif. Yang penting kompeten,” tuturnya. fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment