Koran Jakarta | September 20 2018
No Comments
Pilpres 2019 I Pemilihan KH Ma’ruf Amin Kesepakatan 9 Parpol Koalisi

Jokowi-Ma’ruf Amin Refleksi Nasionalis-Religius

Jokowi-Ma’ruf Amin Refleksi Nasionalis-Religius

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Teka teki siapa pendamping Jokowi terjawab. Pilihan pada sosok KH.Ma’ruf Amin merupakan proses dialektika dengan mempertimbangkan pandangan parpol koalisi

Jakarta – Terpilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi bukanlah hal aneh. Pasalnya Jokowi-Ma’ruf Amin adalah figur yang merefleksikan pasangan nasionalis-religius yang kental dengan kontinuitas kepemimpinan Indonesia sejak awal Kemerdekaan yakni masa Presiden/Wakil Presiden Sukarno-Hata.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi saat menjelang pengumuman nama cawapres, di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8) petang. Menurut Romi panggilan akrabnya itu, koalisi parpol pengusung Jokowi mempertimbangkan berbagai aneka jabatan publik.

Di mana Ma’ruf Amin pernah menjabat anggota legislatif, pernah pula menjadi Watimpres dan kini menjabat sebagai Ketua ormas Islam terbesar di Indonesia dan juga dunia (Nahdlatul Ulama). Serta pernah menjadi Anggota Dewan Pengarah Ekonomi Syariah Indonesia sehingga dianggap pengarahan Ma’ruf Amin dianggap oleh koalisi parpol pengusung Jokowi memiliki kemampuan yang paripurna.

“Dengan pengalaman yang begitu luas spektrum yang digelutinya, maka pemahaman beliau (Ma’ruf Amin) merupakan titik temu dari seluruh kelompok masyarakat Indonesia,” ujar Romi. Romi menampik bahwa ada selentingan kabar yang mengatakan bahwa pemilihan sosok Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi karena Jokowi takut kehilangan suara NU karena sosok sebelumnya Mahfud MD bukanlah representasi NU.

Ia menjelaskan, kedua sosok sama-sama memenuhi unsur nasionalis-religius, hanya pemilihan sosok Ma’ruf lebih tepat karena pengalamannya bernegara jauh lebih dalam. ”Beliau (Ma’ruf Amin) adalah sosok negarawan dengan kapasitas yang lengkap,” tuturnya.

Tak Bebani Koalisi

Hal senada disampaikan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan, pemilihan sosok Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi tegas merupakan kesepakatan 9 koalisi parpol pengusung Jokowi sehingga sama sekali tidak membebani partai koalisi.

Airlangga juga menyatakan, kesepakatan mengusung Jokowi-Ma’ruf Amin sudah ditandatangani 9 Ketum parpol pengusung Jokowi sehingga peluang parpol lain bergabung ke koalisi itu sangat kecil. “Sudah kami tandatangani. Masalah nanti ada parpol lain bergabung, kami belum tahu,” tutur Airlangga.

Sekjend PSI Raja Juli Antonio berpendapat, bahwa sejak awal PSI menyerahkan sepenuhnya keputusan siapa sosok yang akan menjadi cawapres kepada Jokowi. Dalam komunikasi politik yang pernah dilakukan baik langsung dan tidak langsung dengan Jokowi, PSI menyampaikan aspirasi politiknya mendukung Mahfud MD dengan berbagai alasan dan kelebihan yang beliau miliki.

Namun ketika Jokowi pada akhirnya memilih Kyai Ma’ruf, kami tentu saja PSI mendukung secara penuh dan siap memenangkan pasangan Pak Jokowi-Kyai Ma’ruf. ”Tidak ada kekecewaan kami karena pak Mahfud tidak dipilih, karena siapapun cawapresnya adalah hasil kesepakatan bersama dan kami yakin pasti itulah yang terbaik untuk bangsa,” pungkas Raja Juli. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment