Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments
Debat Pilpres - Demi Kepentingan Negara, Jokowi Tidak Takut pada Siapa Pun

Jokowi Akan Konsisten Terus Bangun Infrastruktur

Jokowi Akan Konsisten Terus Bangun Infrastruktur

Foto : ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.
A   A   A   Pengaturan Font
>> Konektivitas antarprovinsi maupun pulau untuk meningkatkan daya saing.

>> Prabowo akui miliki ratusan ribu hektare tanah di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan pada masa pemerintahannya bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarpulau sehingga meningkatkan akses dan mobilisasi massa yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi.

“Saya akan konsisten terus bangun infrastruktur agar betul-betul konektivitas tersambungkan,” ujar Jokowi saat debat capres Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/2). Debat antara capres nomor 01 Jokowi dan capres nomor 02 Prabowo Subianto tersebut mengambil tema energi, pangan, infrastruktur, lingkungan hidup, dan sumberdaya alam.

Menurut Jokowi, konektivitas, baik antarprovinsi maupun pulau, diperlukan untuk mempermudah logistik dan transportasi barang. Hal itu akan berimbas pada peningkatan daya saing ekonomi. “Bukan hanya urusan jalan tol. Bukan hanya pelabuhan. Bukan hanya urusan bandara. Bukan hanya pembangkit listrik, tetapi juga yang berkaitan dengan digitalisasi kami telah membangun Palapa Ring,” papar Jokowi.

Dia pun kemudian memamerkan kinerjanya di bidang infrastruktur. Dalam empat tahun pemerintahannya, pemerintah telah membangun jalan, jalan tol, pelabuhan baru maupun pengembangan, bandara baru maupun pengembangan, hingga di konektivitas jaringan melalui Palapa Ring.

Selain infrastruktur, ke depan jika terpilih kembali, Jokowi akan mengoptimalkan pembangunan sumber daya manusia agar bangsa Indonesia siap menghadapi revolusi industri 4.0. “Misalnya, petani kita kenalkan marketplace, sehingga mereka bisa berjualan secara online. Jadi, kita akan menyeimbangkan penjualan offline dan online,” imbuh dia.

Menanggapi paparan pembangungan infrastruktur itu, capres Prabowo menilai pembangunan infrastruktur yang dilakukan pada era pemerintahan Presiden Jokowi dilakukan secara serampangan. Akibatnya, infrastruktur yang dibangun banyak yang tidak menguntungkan, misalnya proyek LRT Palembang. “Infrastruktur juga bukan untuk rakyat,” kata Prabowo.

Tapi, tuduhan tersebut dibantah Jokowi. Menurut dia, semua infrastruktur yang dikerjakan di eranya sudah direncanakan secara matang. Mengenai tuduhan kerugian proyek LRT, Jokowi menjelaskan saat ini sejumlah proyek infrastruktur belum banyak digunakan. Pasalnya, sampai saat ini budaya masyarakat masih lebih suka bepergian menggunakan mobil.

 

Kepemilikan Tanah

 

Sementara itu, terkait dengan lahan negara, Jokowi menjelaskan bahwa program reforma agraria yang dilakukan pemerintah dalam bentuk Program Perhutanan Sosial ditargetkan bisa terealisir sebanyak 12 juta hektare dan kini baru terdistribusi sekitar 2,5 hektare dalam rangka keadilan bagi masyarakat kecil yang selama ini tidak memiliki aset atau akses untuk menikmati hasil hutan.

Namun Prabowo tidak setuju, sebab lahan itu nantinya akan habis dan ketika masyarakat menuntut hak hutan untuk dikelola, negara tidak punya lagi. “Menurut saya lebih baik seluruh aset dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana amanah Pasal 33 UUD 1945,” jelas dia.

Kemudian Jokowi menyebutkan bahwa Pabowo memiliki ratusan ribu hektare tanah di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah. “Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” kata Jokowi.

Menanggapi hal itu, Prabowo baru membenarkan soal data yang disebutkan Jokowi ketika menyampaikan pernyataan penutup. “Kemudian, saya juga minta izin tadi disinggung tentang tanah yang saya kuasai di beberapa tempat itu benar, tapi itu adalah HGU (Hak Guna Usaha), itu adalah milik negara.

Setiap saat negara bisa ambil kembali dan untuk negara saya rela. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot,” ujar Prabowo.

Saat pernyataan penutup, capres nomor 01, Jokowi, mengatakan dirinya tidak takut terhadap siapa pun demi kepentingan negara. “Saya akan pergunakan seluruh tenaga yang saya miliki, kewenangan yang saya miliki, untuk memperbaiki negara ini,” tegas dia. 

 

ags/jon/tri/fdl/rag/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment