Koran Jakarta | May 27 2017
No Comments
Hubungan Bilateral

Jepang Ingin Tingkatkan Kerja Sama Militer dengan Indonesia

Jepang Ingin Tingkatkan Kerja Sama Militer dengan Indonesia

Foto : istimewa
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, menyampaikan pidato sambutan di hari jadi Pasukan Bela diri Jepang ke-63, yang digelar di Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (18/5) malam.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah Jepang ingin meningkatkan hubungan kerja sama bidang militer dengan Indonesia. Peningkatan kerja sama itu ditujukan agar kedua negara bisa bersama-sama berkontribusi secara positif pada stabilitas kawasan secara keseluruhan. Keinginan itu disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Masafumi Ishii, disela-sela puncak peringatan hari jadi ke-63 Pasukan Bela Diri Jepang, Kamis (18/5) malam, di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Dalam pernyataannya, Dubes Ishii menampik jika upaya peningkatan kerja sama ini untuk menyeimbangkan sikap pemerintah Tiongkok yang sangat agresif di Laut Tiongkok Selatan (LTS). LTS merupakan sebuah wilayah perairan yang sedang dipersengketakan antara Tiongkok dan sejumlah negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

“Sebelum sengketa LTS meletup, hubungan Indonesia-Jepang sudah sangat dekat, termasuk bidang militer. Jadi, saya rasa kami saat ini ingin bersama-sama berkontribusi secara positif pada stabilitas kawasan,” ujar dia.

Lebih lanjut, Dubes Ishii menjelaskan peringatan hari jadi Pasukan Bela Diri Jepang merupakan momen penting bagi masyarakat Jepang, sebab Pasukan Bela Diri yang dibentuk pada 1954 oleh Kementerian Pertahanan, telah banyak membantu pemerintah Jepang dalam melalui masa-masa sulit.

Transisi Militer

Pasukan Bela Diri dulu hanya berjuang mempertahankan Jepang sebagai negara berdaulat. Akan tetapi sekarang ini Pasukan Bela Diri Jepang juga ikut terlibat membantu saat terjadi bencana alam, bahkan pascamusibah. Dalam skala global, Pasukan Bela Diri Jepang juga membantu komunitas internasional dalam koridor kerja sama bagi perdamaian dunia.

“Pasukan Bela Diri Jepang sudah banyak perkembangan dari sejak pembentukannya. Sekarang, Angkatan Bersenjata kami telah dikenal baik di komunitas internasional,” kata ucap Dubes Ishii.

Pasukan Bela Diri Jepang telah secara aktif berkontribusi pada perdamaian dunia. Pemerintah Jepang telah mendonasikan peralatan militer bekas-pakai untuk operasi perdamaian dunia dan operasi pembebasan wilayah konflik yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada awal Maret lalu, pemerintah Jepang juga menempatkan 350 personel pasukan Angkatan Bersenjata dalam misi perdamaian di Sudan Selatan.

Selain bergabung dengan tim operasi perdamaian PBB, Angkatan Bersenjata Jepang juga ikut mengawasi ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea, yang dipicu oleh program-program nuklir pemerintah Korea Utara (Korut).

Pada Desember 2010 silam, pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan fokus baru bagi Pasukan Bela Diri Jepang yaitu militer Jepang akan fokus pada upaya mempertahankan Kepulauan Senkaku yang berada di kawasan sengketa Laut Tiongkok Timur (LTTS) dari caplokan Tiongkok.

Jepang dan Tiongkok saat ini masih terlibat sengketa teritorial laut, dimana Kepulauan Senkaku diklaim sebagai bagian dari teritorial Tiongkok. Sampai sekarang, sengketa wilayah ini masih belum mencapai titik temu. uci/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment