Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments
Keamanan Pesepeda l Revitalisasi Trotoar Dibarengi dengan Jalur Sepeda

Jalur Sepeda Harus Diperbanyak

Jalur Sepeda Harus Diperbanyak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemprov bersama kepolisian menciptakan rasa nyaman bagi pesepeda. Keduanya mengambil peran sesuai dengan tugasnya masing masing.

JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, mengatakan pesepeda perlu perlindungan lebih. Halim meminta Pemprov DKI membangun jalur sepeda di semua jalan di Ibu Kota sehingga insiden Sandy Syafiek tak terulang lagi.

“Sebenarnya bukan dari kepolisian saja (melindungi), dari pemerintah daerah sudah menyiapkan lajur sepeda. Sekarang bisa kita tanya pemda, apakah sanggup dari pemda anggarannya membuat jalur sepeda di semua (jalan),” ujar Halim di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/2)

Ia mengatakan aturan bersepeda di jalan raya selama ini sama dengan sepeda motor. Sepeda tidak boleh menggunakan lajur cepat. Di lajur lambat, mereka diminta merapat ke kiri karena berkecepatan rendah.

Terkait dengan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan memperbanyak jalur khusus sepeda.

“Kita sudah mulai memikirkan ada jalur khusus, tapi yang terpenting bukan hanya ada jalur khususnya, tapi kepatuhan pengendara, baik dari pengguna sepeda maupun dari kendaraan bermotor,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya agar kecelakaan serupa tidak terulang. Menurutnya, setiap pengguna jalan berkewajiban untuk berbagi jalanan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Dengan adanya kepatuhan berlalu lintas yang baik, ungkapnya, setiap pengendara akan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan adanya kepatuhan ini, pihaknya mengharapkan timbul budaya dan etika berlalu lintas dari setiap pengguna jalan.

“Kita harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ini yang harus di depan dan kita akan terus berkoordinasi dengan Dirlantas,” ucapnya.

Revitalisasi Trotoar

Saat ini, Dinas Bina Marga tengah melakukan revitalisasi trotoar di berbagai wilayah. Dalam revitalisasi ini, pihaknya menyiapkan jalur khusus sepeda seperti di Jalan Daan Mogot Jakarta Barat, Jalan Raya Jatinegara Timur Jakarta Timur, Jalan Danau Sunter Jakarta Utara, dan Jalan Ahmad Yani Jakarta Pusat.

Ke depan, harap Sandi, jalur khusus sepeda ini bisa dioptimalkan oleh warga Jakarta. Bahkan, pihaknya akan merangkul komunitas sepeda untuk mengoptimalkan jalur khusus sepeda yang sudah ada di Jakarta. Ketersediaan jalur khusus ini, ungkapnya, perlu dijaga dengan baik agar tidak ada penyerobotan dari pengguna jalan lainnya.

Sandi prihatin atas meninggalnya pesepeda, Sandy Syafiek, karena ditabrak mobil Dodge Journey bernomor polisi B 2765 SBM di Jalan Gatot Subroto, Sabtu (10/2). Dia berharap, pengguna kendaraan bermotor lebih meningkatkan kewaspadaannya dalam memacu kendaraan di jalanan.

Sebelumnya, Komunitas sepeda, Rocketers, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan instansi terkait untuk meningkatkan perlindungan terhadap para pesepeda di jalan raya.

Diakuinya, perlindungan pemerintah kepada pesepeda dan pejalan kaki masih lemah. Sebelum kasus ditabraknya pesepeda Sandy, ungkap Iwe, ada juga pesepeda bernama Hendra yang harus meregang nyawanya setelah tertabrak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada 14 Agustus 2016.

“Slogan kami adalah ‘Share The Road’ yang artinya agar para pengguna jalan saling berbagi dan saling menghormati di jalan. Kalau hal ini dipahami para pengguna jalan, maka tidak akan ada tragedi-tragedi seperti ini,” ucapnya. pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment