Koran Jakarta | November 19 2018
No Comments
Potensi Daerah

Jabar Kurang Diminati Investor

Jabar Kurang Diminati Investor

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Potensi investasi di wilayah Jawa Barat (Jabar) cukup besar tetapi kurang diminati karena proses perjinan yang panjang serta lokasi yang ditawarkan masih mentah. Keberadaan West Java Incorporated (WJI) rupanya tidak memberikan dampak signifikan bagi upaya mendatangkan investasi di Jabar. WJI yang sudah dibentuk sejak 2014 ternyata kurang memberikan informasi peluang investasi secara rinci. Seperti pada pertemuan High Level Meeting WJI di Kota Bandung, permasalahan lama yang masih belum dipecahkan adalah keakuratan data potensi yang ditawarkan WJI.

Di sisi lain, potensi investasi yang ditawarkan masih belum matang atau siap untuk segera dibangun. Alasannya sebagian besar potensi itu belum memiliki Feasibilities Study (FS). Padahal, FS menjadi insentif yang diperlukan investor sebagai bentuk kepastian usaha. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanana Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Dadang Masoem mengatakan banyak minat yang disampaikan terutama investor dari luar negeri, namun kemudian banyak yang mundur karena ternyata lokasinya masih belum siap dibangun. “Minat kandas karena tidak clear and clean, terutama belum ada FS. Kendala ini harus bisa diselesaikan oleh pimpinan WJI,” ujarnya, Selasa (13/2). Dia menyontohkan penawaran yang muncul cukup banyak datang dari negara Timur Tengah dan Asia.

Seperti minat investor Arab Saudi yang ingin membangun perkebunan kopi di Jabar, atau keingian investor untuk membangun perusahaan air bersih di Kota Cirebon. “Gubernur juga meminta investasi di bawah 500 juta rupiah lebih baik ditawarkan untuk investar lokal. Juga investasinya, kalau bisa yang padat karya dan sektor riil,” jelasnya. Sektor Pendorong Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar yang juga Koordinator WJI, Wiwik Sisto Widayat mengakui jika kendala investasi adalah belum adanya FS dari potensi yang ditawarkan. “Saya keliling ke Garut, Pangandaran dan selatan Jabar, potensi banyak, tapi terkendala oleh FS. Kami berharap ada jalan keluar dari pemerintah daerah,” ujarnya. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan akan membantu pemerintah daerah membiayai FS pada lokasi yang potensial namun harus terlebih dahulu disurvei oleh pemerintah daerah. tgh/E-10

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment