Koran Jakarta | May 28 2018
No Comments
Penetapan Paslon

JA Saragih Gagal di Sumut, Marianus Sah di NTT

JA Saragih Gagal di Sumut, Marianus Sah di NTT

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah secara serentak pada Senin (12/2) menetapkan 171 pasangan calon (paslon) di daerah masingmasing yang dinilai telah memenuhi syarat untuk mengikuti Pilkada serentak pada 27 Juni mendatang baik untuk pemilihan gubernur, bupati, maupun wali kota. Agenda berikutnya pada Selasa (13/2) ini, dilakukan pengundian nomor urut paslon.

Yang menarik, pasangan JR Saragih dan Ance Selian yang didukung Partai Demokrat, PKB, dan PKPI, dinyatakan tidak sah sebagai paslon oleh KPU Sumut, karena persoalan ijazah.

KPU hanya menetapkan dua paslon, yaitu Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Ijeck) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Dalam rapat pleno KPU di Hotel Grand Mercure, Medan, Sumut, Senin, Ketua KPU Sumut, Mulya Banurea mengatakan, pasangan JA Saragih-Ance tidak ditetapkan karena ada salah satu syarat calon gubernur, yaitu legalisasi ijazah SMA JA Saragih yang tidak memenuhi syarat yakni hanya dilegalisasi Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, bukan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Seperti diketahui, JR Saragih sudah dua periode menjabat sebagai Bupati di Simalungun.

Pada periode pertama, JR Saragih sempat diguncang dengan persoalan Ijazah. Namun dia tetap bisa menjadi calon bupati hingga menjadi bupati. Di periode ke dua, persoalan Ijazah sudah tidak ada lagi.

Sementara itu. meski sudah berstatus tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT ), Marianus Sae tetap ditetapkan sebagai pasangan calon Pilkada NTT 2018 bersama pasangannya, Emmilia Nomleni, dalam rapat pleno terbuka penetapan calon gubernur di Hotel Aston Kupang, NTT , Senin.

Ketua KPU (NTT ), Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, KPU tetap menetapkan Marianus sebagai calon gubernur NTT yang diusung oleh PDI-P dan PKB.

Menurut Maryanti, peraturan KPU Nomor 3 dan 15 Tahun 2017 tentang pencalonan menyatakan bahwa pasangan calon dapat diganti apabila tidak menenuhi syarat kesehatan, meninggal dunia atau telah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Selain itu, KPU Kabupaten Jombang, Jawa Timur, secara resmi menetapkan petahana Nyono Suharli dengan pasangannya Subaidi Muhtar menjadi calon bupati dan calon wakil bupati di Pilkada Jombang 2018. “Penetapan ini tidak terpengaruh (status hukum Bupati Nyono Suharli).

Peraturan KPU tidak mengatur bagaimana seorang tersangka tidak bisa digugurkan dan tidak bisa dianulir,” kata Komisioner KPU Kabupaten Jombang Muh Fatoni di Jombang, Senin. sur/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment