Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments

Izin Masuk Dosen Asing Mesti Dikaji Ulang

Izin Masuk Dosen Asing Mesti Dikaji Ulang

Foto : ISTIMEWA
Anggota Komisi X DPR, Anang Herman­syah.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah perlu meng­kaji dampak dari kebijakan memberi izin masuknya dosen dari negara lain untuk mengajar di pergu­ruan tinggi di dalam negeri.

Anggota Komisi X DPR, Anang Herman­syah, mengemuka­kan pemerintah berencana meng­hadirkan tenaga pendidik asing sebagai tindak lan­jut dari pelaksanaan Pasal 3 huruf f Perpres Nomor 20 Ta­hun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Menurut Anang, tindak lanjut itu perlu dikaji mengenai apa dampak dari masuknya dosen asing ke Indonesia.

Dia menyebutkan soal rencana mendatangkan tenaga pengajar dari asing bila disandingkan dengan komposisi jumlah mahasiswa, baik perguruan tinggi negara (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) cukup memiliki alasan konkret. Data tahun 2014/2015, jumlah mahasiswa di PTN 1,9 juta, PTS 3,9 juta. Adapun jumlah dosen PTN sebanyak 63.704 dan di PTS 108.067 dosen.

Komposisi mahasiswa dan dosen dari data tersebut me­mang tampak timpang. Hanya saja, data tersebut tentu mengalami perubahan seiring kebijakan Kemenristekdikti yang cukup ketat menekankan kepada perguruan tinggi un­tuk merekrut dosen profesional dengan mendorong keber­adaan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).

“Masalahnya, andai saja memang kekurangan dosen un­tuk bidang tertentu, apa harus dengan mengimpor dosen asing?” kata Anang. cit/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment