Koran Jakarta | July 17 2018
No Comments
Industri Elektronika

Investasi Tiga Tahun Terakhir Melonjak

Investasi Tiga Tahun Terakhir Melonjak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Dalam tiga tahun terakhir investasi industri elektronika meningkat tajam. Hal ini menimbulkan efek berganda terhadap industri nasional. Selain terus memperkuat struktur industri elektronika juga memperdalam struktur industri nasional yang selama lebih dari satu dekade terakhir lesu. Merespon geliat pertumbuhan industri elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menggaet investor agar terus mengucurkan dananya ke RI.

Upaya ini selain diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, juga diharapkan mampu memacu daya saing sektor manufakur nasional sehingga bisa menjadi bagian dari rantai pasok di pasar global. “Industri elektronika merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya supaya bisa lebih kompetitif di kancah domestik maupun internasional,”ungkap Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Harjanto di Jakarta tengah pekan kemarin.

Harjanto mengungkapkan, seiring pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, penanaman modal di sektor industri elektronika dan komponen di Tanah Air menunjukkan tren yang positif pada tiga tahun terakhir. “Kinerja gemilang ini membawa multiplier effect bagi perekonomian nasional, seperti peningkatan terhadap penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Kemenperin mencatat, investasi industri elektronika mencapai 8,34 triliun rupiah pada tahun 2017, terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar 7,65 triliun rupiah dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar 690 miliar rupiah. Capaian investasi 2017 meningkat dibanding tahun 2016 yang tercatat hingga 5,97 triliun rupiah dan tahun 2015 di angka 3,51 triliun rupiah.

Perkembangan investasi itu di antaranya ada yang dari industri televisi, peralatan perekam, consumer electronics, dan peralatan fotografi. Selain itu, terdapat juga industri komponen, antara lain sektor manufaktur untuk baterai dan aki, peralatan lighting elektrik, peralatan elektrotermal rumah tangga, serta domestic appliances.

Dengan maraknya investor industri elektronika masuk di Indonesia, lanjut Harjanto, jumlah populasi sektor ini menjadi tumbuh yang diproyeksi mencapai 67 unit usaha tahun 2017 atau naik dibanding tahun sebelumnya sebanyak 57 unit usaha. Kemenperin menargetkan, tahun ini bisa lebih dari 72 unit usaha.

Peningkatan investasi berbanding lurus dengan total penyerapan tenaga kerja di industri elektronika pada tahun 2017 sebanyak 202 ribu orang, naik dibanding tahun 2016 yang mencapai 185 ribu orang dan tahun 2015 sekitar 164 ribu orang. Harjanto meyakini, industri elektronika nasional masih memiliki ruang dan peluang untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Terlebih lagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, sektor ini menjadi salah satu dari lima kelompok manufaktur yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat di Tanah Air. ers/E-9

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment