Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Inovasi untuk Memecahkan Masalah Bisnis

Inovasi untuk Memecahkan Masalah Bisnis
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Inno Fiction

Penulis : Alfred Boediman & Gloria Morgen

Penerbit : Elex Media Komputindo

Cetakan : I, 2017

Tebal : 254 Halaman

ISBN : 978-602-04-4794-0

Saat ini, semua tidak dapat memandang sebelah mata inovasi. Perkembangan dunia yang serba cepat, menuntut para pekerja, pebisnis, ataupun mereka yang memulai start-up untuk terus berinovasi. Ini satu buku yang turut mendorong untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya inovasi.

Buku ini berisi tentang inovasi mampu memecahkan permasalahan dalam bidang bisnis perusahaan. Buku terdiri dari tujuh bab. Bab 1-5 membahas urgency betapa pentingnya penerapan inovasi dalam berbagai bidang. Ada penjelasan yang harus dilakukan untuk merealisasikan ide dan menerapkannya dalam inovasi teknologi. Sedangkan bab 6 dan 7 membahas tentang inovasi sosial dan social entrepreneurship, praktik-praktik inovasi sosial yang diterapkan di berbagai negara dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjalankannya.

Menerapkan sebuah inovasi berarti mampu menangkap kesempatan dan memanfaatkannya dengan baik. Ada langkah yang harus dilakukan untuk mendapat ide inovatif. Di antaranya, membaca tren, melihat kebutuhan pasar mendatang, dan menciptakan produk /jasa baru. Segala sesuatu yang inovatif bersumber dari ide yang dapat datang dari perusahaan itu sendiri, mitra bisnis atau bahkan dari para pelanggan. Dari sekian banyak ide yang masuk, pilihlah satu yang terbaik untuk dieksekusi secara nyata. Ide terbaik berkaitan dengan kebutuhan bisnis.

Buku Inno-Fiction ini memberi beberapa saran kepada perusahaan agar memiliki tim inovasi khusus mengumpulkan dan menganalisis tren. Kemudian menjadikannya sumber data. Kelak, data ini dapat digunakan untuk mencari kesempatan ataupun peluang bisnis. Selain itu, perusahaan juga diharapkan mulai menanamkan kesadaran akan pentingnya proses pengelolaan ide.

Perusahaan dinilai serius dalam menjalankan inovasi, jika konsep ide yang dianggap inovatif itu menjadi bagian yang diukur. Dia menjadi tujuan perusahaan dan adanya kompensasi bagi para karyawan yang telah meluangkan waktunya untuk inovasi. Salah satu masalah paling sering terjadi dan menghambat perusahaan dalam inovasi adalah mendorong semua pegawai terlibat dalam proses secara keseluruhan. Bisa jadi mereka tidak mau berpartisipasi karena takut salah ataupun dianggap bodoh dalam menyampaikan ide-idenya. Kondisi ini seharusnya membuat perusahaan tidak membatasi ide yang masuk. Sediakan saja tempat untuk menampung ide-ide.

Banyak ide yang mati sebelum diberi kesempatan berkembang karena cemas akan mematikan produk lama. Atau mungkin ide tersebut dinilai sebagai pendekatan baru yang terlalu radikal. Selain itu, kebanyakan orang terlalu mudah berdalih untuk tidak menjalankan ide baru. Pendekatan konvensional selalu mengeliminasi setiap ide di tahap awal. Kebanyakan orang lebih suka berperan sebagai pemikir negatif yang pesimistis.

Jika masalah sebenarnya karena kekurangan lapangan pekerjaan, maka bisa dipecahkan dengan inovasi sosial. Orang bisa membangun bisnis pakaian untuk memberdayakan warga desa sebagai pekerja. Kita dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan untuk menyediakan lapangan pekerjaan tersebut.

Diresensi M Ivan Aulia Rokhman, Mahasiswa Universitas Dr Soetomo Surabaya

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment