Inggris Yakin Atasi Wabah 12 Pekan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Virus Korona l Ratu Elizabeth II Minta Rakyat Inggris Bersatu Lawan Cobaan

Inggris Yakin Atasi Wabah 12 Pekan

Inggris Yakin Atasi Wabah 12 Pekan

Foto : AFP /Eddie MULHOLLAND
Konferensi Pers l Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson (tengah), didampingi Wakil Kepala Medis, Dr Jenny Harries (kiri), dan Ketua Penasihat Sains, Patrick Vallance, saat konferensi pers terkait langkah-langkah pemerintah Inggris dalam menangani wabah virus korona di kantor PM di Downing Street 10, London, Rabu (18/3) lalu. Saat ini kasus virus korona di Inggris mencapai 3.269 kasus dengan 144 kematian.
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah Inggris dengan penuh optimisme menyatakan bisa segera mengatasi wabah virus korona dalam 12 pekan. Sementara itu Sekjen PBB meminta agar negara-negara kaya membantu negara miskin untuk memerangi virus korona.

 

LONDON - Perdana Men­teri (PM) Inggris, Boris John­son, meyakini warganya bahwa 12 pekan ke depan wabah virus korona bisa mereda. Keyaki­nan itu diserukan setelah Ing­gris meningkatkan pengecekan kesehatan massal Covid-19 dan mempraktikkan jaga jarak (so­cial distancing).

“Kami bisa melawan wabah ini dalam 12 pekan ke depan, dan saya benar-benar yakin kami bisa mengenyahkan virus korona di negara ini,” kata PM Johnson pada konferensi pers, Kamis (19/3).

Pemerintah Inggris juga telah berjanji untuk meningkatkan pengecekan kesehatan terkait vi­rus ini dari 5.000 menjadi 10.000 per hari yang dimulai pada pe­kan depan. Sejauh ini sudah 144 orang meninggal di Inggris dari 3.269 kasus virus korona yang dikonfirmasi. Para pejabat kes­ehatan memperingatkan bahwa pada pekan ini jumlah infeksi se­benarnya bisa mencapai angka 55.000 kasus.

Sebelumnya pada Rabu (18/3), PM Johnson tunduk pada tekanan publik untuk menutup sekolah mulai pekan depan, na­mun masih membuka akses bagi petugas kesehatan dan pekerja penting lainnya. Ia juga memuji upaya luar biasa warganya sejauh ini dalam mengikuti saran untuk menghindari kontak sosial dan perjalanan yang tidak penting, serta untuk bekerja dari rumah.

“Tetapi jika kita merasa itu tidak berhasil dan kita perlu mengajukan langkah-langkah yang lebih keras, maka tentu saja hal itu akan segera dilaksana­kan,” kata dia.

Pada bagian lain, PM John­son pun mendesak orang-orang untuk tetap masuk akal dalam berbelanja ketika mereka mem­borong habis barang-barang penting kebutuhan sehari-hari di supermarket di seluruh Inggris. Untuk mengatasi ke­langkaan kebutuhan sehari-hari, pemerintah Inggris telah mel­onggarkan aturan-aturan agar supermarket dapat bekerja sama untuk menjaga persediaan.

Seruan untuk menghadapi cobaan wabah virus korona juga datang dari Ratu Elizabeth II yang mendesak warganya untuk bekerja sama. Karena terjadinya wabah virus korona, Ratu Eliza­beth beserta suaminya, Panger­an Philip, harus pindah dari London ke Kastil Windsor pada Kamis.

“Saya ingat bahwa perjalanan sejarah bangsa kita telah se­makin menempa rakyat dan ko­munitas untuk bergabung dan memulai untuk bekerja sama satu dengan yang lainnya, me­musatkan upaya gabungan kita dengan fokus pada tujuan ber­sama,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Istana Buckingham.

Seruan PBB

Sementara itu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, memperingatkan bahwa jutaan orang di seluruh dunia bisa me­ninggal akibat wabah virus koro­na jika tidak ada respons global yang terkoordinasi.

“Jika kita membiarkan virus menyebar seperti api, terutama di wilayah paling rentan di dunia, hal itu akan membunuh jutaan orang,” kata Guterres. “Solidari­tas global bukan hanya keharu­san moral, itu demi kepentingan semua orang,” imbuh dia.

Guterres pun menekankan perlunya respons global terkoor­dinasi untuk bencana kesehatan yang telah merenggut nyawa le­bih dari 9.000 orang dan meng­infeksi lebih dari 217.500 di selu­ruh dunia.

“Kita perlu segera beralih dari situasi di mana masing-ma­sing negara melakukan strategi kesehatannya sendiri ke situasi yang memastikan, dalam trans­paransi penuh, respons global terkoordinasi, termasuk mem­bantu negara-negara yang ku­rang siap menghadapi krisis,” kata dia. n ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment