Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Kualifikasi Euro 2020

Inggris Nyatakan Perang Lawan Rasisme

Inggris Nyatakan Perang Lawan Rasisme

Foto : AFP/ PAUL ELLIS
A   A   A   Pengaturan Font

“The Three Lions” saat ini memuncaki klasemen Grup A dengan 12 poin dari empat pertandingan.

LONDON – Inggris akan melakukan tindakan keras terh­adap aksi rasisme, terutama da­lam pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 yang akan dihadapi pekan ini. Bahkan kapten Inggris Harry Kane secara tegas akan memimpin timnya meninggalkan lapangan jika ter­dapat pemain yang menderita pelecehan rasial. Hal itu diung­kapkan pemain muda Chelsea yang baru dipanggil ke skuad “Three Lions”, Tammy Abraham.

“Harry Kane mengatakan jika hal (pelecehan rasial) itu terjadi, dan kami tidak senang, kami ber­bicara kepada sang pemain dan jika ia tidak senang, kami semua meninggalkan lapangan,” kata Abraham kepada The Mirror.

“Itu adalah urusan satu tim. Jangan mengisolasi satu orang, kami adalah satu tim. Jika itu terjadi terhadap salah satu dari kami, itu terjadi kepada kami semua.”

“The Three Lions” akan me­mainkan pertandingan-pertand­ingan di Republik Ceko pada Ju­mat waktu setempat atau Sabtu (12/10) dini hari WIB, dan Bul­garia pada Selasa (15/10) dini hari WIB. Laga kedua yang di­mainkan di Sofia menjadi salah satu perhatian khusus, sebab para penggemar Bulgaria telah beberapa kali melakukan pelece­han rasial saat timnya mengha­dapi Ceko dan Kosovo.

Sejumlah pemain Inggris per­nah menjadi korban pelecehan rasisme. Contoh teranyar dialami Raheem Sterling dan Danny Rose yang diejek dengan suara-suara kera dalam pertandingan di mar­kas Montenegro Maret silam.

Badan sepakbola Eropa UEFA sebenarnya telah menerapkan tiga langkah protokol. Pertama dengan memberi pengumuman kepada para pemain bahwa ter­dapat pelecehan rasial, kemu­dian yang kedua, para pemain meninggalkan lapangan saat pe­san kedua disampaikan kepada para penggemar, sebelum akh­irnya diambil keputusan untuk meneruskan atau menghentikan pertandingan.

Inggris saat ini memunca­ki klasemen Grup A dengan 12 poin dari empat pertandingan. Kemenangan atas Ceko dan Bul­garia akan menjadi pijakan besar bagi harapan Inggris menuju tur­namen akbar tahun depan.

Pelatih Inggris Gareth South­gate menyatakan timnya memi­liki peluang untuk lolos pada bulan ini dengan mengalahkan Republik Ceko. “Kami memiliki peluang untuk lolos dan jika kami bisa menyelesaikannya bulan ini maka kami bisa melihat ke arah jumlah poin yang mungkin kami perlukan untuk menjadi tim ung­gulan,” ungkap Southgate.

Meskipun demikian, pela­tih Timnas Inggris itu ingin anak asuhnay tetap fokus pada pertand­ingan lawa Ceko terlebih dahulu. “Tapi kami tidak bisa melihat hasil jauh terlebih dahulu, kami harus fokus dahulu untuk bernmain den­gan benar,” imbuhnya.

Pada pertemuan sebelumnya Inggris mengalahkan Ceko den­gan skor telak 5-0 saat berlaga di Wembley Stadium, 23 Maret 2019. “Kita tahu bahwa Republik Ceko tentu ingin lolos, tentunya mereka akan melakukan (pem­balaaan) saat mereka dikece­wakan saat berlaga di Wembley,” ujar Southgate.

Panggil Henderson

Sementara itu Southgate me­manggil penjaga gawang Shef­field United, Dean Henderson, menyusul mundurnya Tom Hea­ton akibat cedera.

Kiper berusia 22 tahun yang dipinjamkan ke Sheffield United dari Manchester United, akan masuk skuat berisi 24 pemain asuhan Gareth Southgate pada Rabu setelah Heaton kembali ke Aston Villa setelah memgalami cedera saat menang melawan Norwich City akhir pekan lalu.

Henderson dikritik oleh ma­najernya Chris Wilder setelah memberi Liverpool kemenangan 1-0 di Bramall Lane pada 28 Sep­tember, yang disaksikan South­gate, tetapi menjawab kekalahan itu dengan seri clean sheet meng­hadapi Watford, akhir pekan lalu

Henderson, yang pernah membela timnas Inggris U-16 dan U-21, akan melawat Repub­lik Ceko dan Bulgaria bersama dengan kiper Jordan Pickford dan Nick Pope untuk pertandingan kualifikasi Grup A masing-mas­ing Kamis dan Senin. AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment