Koran Jakarta | August 26 2019
No Comments
Kesepakatan Brexit

Inggris Gelar “Voting” Akhir pada Juni

Inggris Gelar “Voting” Akhir pada Juni

Foto : AFP/Ben STANSALL
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Menteri Urusan Brexit Inggris, Steve Barclay, pada Rabu (15/5) mengatakan bahwa kesepakatan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa yang diajukan Perdana Menteri Theresa May, akan gugur jika parlemen menolaknya untuk keempat kalinya pada bulan depan.

Pernyataan Barclay itu dikemukakan setelah PM May menetapkan tanggal untuk voting yang bisa menjadi tindakan terakhir dari kepemimpinannya.

Sebelumnya PM May mengatakan bahwa anggota parlemen akan memberikan suara bagi aturan untuk mengimplementasikan kesepakatan Brexit selama sepekan terhitung 3 Juni, dengan tujuan agar Inggris bisa keluar dari Uni Eropa (UE) pada akhir Juli.

Sayangnya partai oposisi utama, Partai Buruh, mengatakan mereka tak akan mendukung aturan itu tanpa konsesi, yang belum disetujui meskipun sudah ada pembicaraan selama enam pekan.

“Jika gagal lagi, maka kesepakatan sudah gugur. Saya pikir parlemen kemudian harus menjawab pertanyaan yang mendasar antara apakah akan menenempuh opsi tanpa kesepakatan atau apakah akan mencabut keseluruhan proses Brexit,” kata Barclay.

Inggris dijadwalkan meninggalkan UE pada 29 Maret lalu. Tetapi kebuntuan politik telah menyebabkan PM May melakukan penundaan voting sebanyak dua kali. Brexit sebenarnya bisa terjadi sebelum itu, jika anggota parlemen mendukung rencana tersebut.

Menetapkan tanggal untuk pemungutan suara baru adalah sebuah pertaruhan, karena jika kalah, makan May tidak dapat mengajukan voting lagi di sesi parlemen saat ini.

“Sangat sulit untuk melihat ke mana May akan melangkah setelah terjadi penolakan lagi,” kata mantan menteri Konservatif dan pendukung Brexit, David Jones.

PM May juga saat ini ada di bawah tekanan kuat untuk memenuhi janjinya kepada rekan-rekannya yang tidak puas atas performanya untuk mundur begitu Brexit berhasil dilaksanakan.

Pada Kamis (16/5) ini, PM May diagendakan akan bertemu dengan petinggi Konservatif yang telah menuntut jadwal rinci kapan pengunduran diri PM Inggris itu.

Para menteri Inggris, yang diantaranya sudang ancang-ancang untuk mengisi jabatan PM Inggris, mengatakan pekan ini sangat penting apalagi jika kesepakatan Brexit benar-benar diloloskan sebelum anggota parlemen memulai liburan musim panas mereka, yang diharapkan terjadi pada akhir Juli.

Bertemu Corbyn

Keputusan May untuk menetapkan tanggal dilaksanakannya voting terakhir, terjadi setelah ia melakukan pertemuan dengan pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, pada Selasa (14/5) malam.

Dalam pertemuan itu Partai Buruh telah menyerukan tuntutan agar janji May untuk melindungi hak-hak pekerja setelah Brexit, tak bisa diubah oleh PM Inggris yang baru nanti.

Dalam pernyataannya, anggota parlemen dari Partai Buruh juga menegaskan mereka tidak akan mendukung RUU Brexit tanpa kesepakatan, namun mereka juga tidak mengesampingkan kemungkinan akan abstain.

Corbyn sebelumnya menyatakan akan mendukung Brexit walau ada banyak anggota parlemen Partai Buruh menginginkan referendum kedua, dengan opsi Inggris tetap bersama UE.  ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment