Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Indikator Ekonomi

Inflasi Jakarta Meningkat saat Ramadan

Inflasi Jakarta Meningkat saat Ramadan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Inflasi di Ibu Kota mengalami kenaikan pada bulan Ramadan 2019. Inflasi indek harga konsumen (IHK) pada Mei 2019 tercatat sebesar 0,59 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang ter­catat 0,40 persen (mtm).

“Peningkatan tersebut ter­jadi pada hampir seluruh ke­lompok pengeluaran terutama pada kelompok bahan maka­nan. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai de­ngan Mei 2019 tercatat sebesar 1,64 persen (ytd), atau secara tahunan sebesar 3,50 persen (yoy), meningkat dari bulan lalu sebesar 3,37 persen (yoy),” ujar Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Hamid Ponco Wi­bowo, di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis pencapaian sasaran inflasi nasional sebe­sar 3,5 persen ±1 persen te­tap tercapai pada akhir tahun 2019. Dia mengatakan pening­katan tekanan inflasi Mei 2019 bersumber dari kelompok pen­geluaran bahan makanan.

“Kelompok ini tercatat mengalami inflasi sebesar 2,03 persen (mtm), lebih tinggi di­bandingkan dengan inflasi Ap­ril 2019 sebesar 0,98 persen (mtm). Tingginya inflasi pada kelompok ini disumbang oleh kenaikan harga pada subkel­ompok daging dan hasil-hasil­nya, khususnya pada komoditas daging ayam ras yang tercatat mengalami inflasi hingga 5,98 persen (mtm),” kata Hamid.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan subkelompok daging dan hasil-hasilnya, subkel­ompok telur, susu, dan hasil-hasilnya juga mencatat inflasi yang cukup tinggi, terutama disumbang oleh komoditas telur ayam ras dengan inflasi sebesar 3,50 persen (mtm). Le­bih lanjut pada subkelompok bumbu-bumbuan, tekanan inflasi terjadi pada komoditas cabai merah dan bawang putih yang masing-masing tercatat sebesar 17,16 persen (mtm) dan 14,75 persen (mtm).

“Cukup tingginya inflasi pada beberapa komoditas tersebut didorong meningkatnya per­mintaan masyarakat sepanjang pelaksanaan puasa dan untuk persiapan Idul Fitri,” ucapnya.

Di sisi lain, tegasnya, ke­lompok makanan jadi pada Mei 2019 juga memberikan te­kanan yang lebih tinggi pada inflasi di Jakarta. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi se­besar 0,76 persen (mtm), me­ningkat dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,34 persen (mtm).

Selain itu, naiknya harga-har­ga dari kelompok makanan jadi merupakan dampak dari naik­nya harga sejumlah komoditas yang menjadi bahan dasar pem­buatan makanan jadi tersebut.

Tidak hanya itu, Hamid mengungkapkan kelompok pengeluaran transport pun turut berkontribusi pada peningkatan inflasi di bulan Mei ini. Kelom­pok pengeluaran ini mencatat inflasi sebesar 0,32 persen (mtm), lebih tinggi dibanding­kan dengan inflasi bulan se­belumnya yang tercatat sebesar 0,16 persen (mtm).  pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment