Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Sumpah Pemuda - Isu SARA Jangan Disuarakan Lagi di Tahun Politik 2018-2019 Indonesia Milik Semua Golongan

Indonesia Milik Semua Golongan

Indonesia Milik Semua Golongan

Foto : Koran Jakarta/M. Fachri
Peran Pemuda - Dari kiri : Politisi PSI Surya Tjandra, Ketua Gandi Wahyu Effendy, Ketua KIB Taki Reinhard Parapat, dan aktivis perempuan dan pegiat media sosial Ezki Suyanto menjadi pembicara dalam diskusi publik di Jakarta, Minggu (29/10). Diskusi mengangkat tema "Peran Pemuda Indonesia Merajut Nilai Kebangsaan di Tengah Ancaman Intoleransi dan Korupsi".
A   A   A   Pengaturan Font

Persatuan harus terus digelorakan dan perbedaan harus dimaknai sebagai suatu kekuatan untuk makin memperkokoh bangunan bangsa dan negara Indonesia.

Jakarta – Bangsa dan negara Indonesia ini milik semua golongan, bukan golongan tertentu . Jadi semua elemen bangsa harus bersatu padu memajukan Indonesia dengan menguatkan perbedaan, bukan dengan mempersoalkan beragam perbedaan. “Kita ingin menegaskan lagi, Indonesia ini miliki semua golongan” tegas salah satu pendiri dan koordinator Jaringan Solidaritas NKRI (Jari NKRI) Kanti W Janis, saat acara Napak Tilas Sumpah Pemuda, di Museum Sumpah Pemuda, Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (29/10).

Napak tilas ini juga makin meyakinkan kami, bahwa Indonesia ini bisa menjadi besar jikalau bisa kompak bersatu. Ia juga menegaskan, negeri kita dari awal pembentukannya tidak pernah mengada-ada akan peran tokoh bangsa kala itu yang mampu bersatu walau dari latar belakang berbeda-beda. “Apasih yang jelek dari asimilasi, gak ada kan,” kata Kanti B Janis. Kanti mengatakan, napak tilas Sumpah Pemuda ini mengigatkan bahwa negeri kita (Indonesia) ini terdiri atas suatu perbedaan.

Banyak peranan dari orang muda zaman dahulu yang berasal dari berbagai daerahyang memiliki gagasan serta kebulatan tekad untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Lebih jauh dirinya meminta agar hari Sumpah Pemuda ini dapat dijadikan refleksi bagi bangsa Indonesia agar bisa kembali bersatu, sebab apabila masyarakat Indonesia mudah diadu domba terutama dengan isu perbedaan, maka Indonesia berpotensi dikuasi oleh asing. Ia juga berharap, isu perbedaan terutama SARA itu tidak disuarakan lagi jelang tahun politik 2018-2019.

Sebab menurutnya, isu SARA adalah senjata jitu untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon yang tidak disukai oleh pihak tertentu, dan itu bukan cermin demokrasi yang tidak sehat. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, itulah yang saya harapkan kedepannya bisa terwujud di negeri kita,” harap Novelis sekaligus Advokat itu.

Terkait relevansi sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari, anggota Jari NKRI yang juga berlatar belakang chef, Wira Hardiansyah, yang menyampaikan, negeri kita (Indonesia) ini adalah negeri yang mempunyai syarat menjadi negara hebat. Sebab menurutnya, selama 350 tahun negeri kita dijajah, selama itu pula negeri kita jadi negeri yang diperebutkan asing karena saking kayanya.

Ia mencontohkan dalam hal masakan, kita punya ratusan jenis makanan serta kue-kuehan, baik ada yang benar-benar asli dari adat setempat maupun yang sudah dikombinasikan dengan budaya pendatang seperti yang biasa ia singkat ‘ACEH (Arab, Cina, Eropa & Hindu). “Memasak-masakan Indonesia, sama halnya seperti melestarikan kuliner Indonesia,” pungkas Wira Hardiansyah.

Jiwa Nasionalis

Hal senada disampaikan anggota Jari NKRI yang lain, Ancho. Berlatar belakang pengusaha, ia meminta agar dunia usaha Indonesia dalam hal ini para pengusaha memiliki jiwa nasionalis, mereka (pengusaha) harus bisa mengangkat produk-produk Indonesia ke tingkat internasional. Peneliti sejarah dari History-Inch, Fahmy Ardy menilai, relevansi Sumpah Pemuda dengan kondisi sekarang ini sudah sangat jauh menyimpang.

Fahmy menggambarkan keadaan, kalau Sumpah Pemuda ditarik ke masa kini, banyaknya orang tua yang mengajarkan anaknya yang menomor satukan bahasa asing daripada bahasa Indonesia. Ia juga menambahkan, cara-cara agar mengenalkan sejarah kepada anak generasi milenial bisa dengan melalui teknologi aplikasi berbasis internet atau bahkan melalui media visualisasi yang lebih hidup, ringkas tetapi dapat poin-poin pentingnya. Jaringan Solidaritas NKRI (Jari NKRI) adalah suatu konsorsium informal yang terdiri dari berbagai latar belakang. Perkumpulan yang berdiri sejak Mei 2017 itu muncul atas keprihatinan Jari NKRI melihat fenomena perpecahan yang timbul pasca pilkada DKI 2017. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment