Indonesia Jadi Pasar Potensial Industri Kedirgantaraan Russia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 23 2017
No Comments

Indonesia Jadi Pasar Potensial Industri Kedirgantaraan Russia

Indonesia Jadi Pasar Potensial Industri Kedirgantaraan Russia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ruang pertemuan di Hotel Hyatt pada Rabu (9/8) sore terasa kaku. Namun saat Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Viktorovich Lavrov, memasuki ruangan dan menyebarkan senyum, kekakuan pun segera sirna.

Kehadiran Menlu Lavrov dalam presentasi pesawat komersial sipil terbaru buatan Russia, Irkut MS-21, sebagai bentuk dukungan pemerintah Russia terhadap pelaku bisnis dari Negara Beruang Merah yang ingin melebarkan sayap ke Indonesia.

Sejumlah maskapai asal Indonesia disebut-sebut tertarik untuk membeli pesawat sipil ini, yang sekarang dalam tahap uji coba terbang.

“Pesawat kami sangat atraktif dari sudut pandang meminimalisir biaya operasional,” kata Wakil Presiden Irkut Corporation, Vladimir Sautov, dalam presentasi yang disimak baik oleh Menlu Lavrov bersama Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Industri kedirgantaraan Russia saat ini semakin percaya diri untuk bersaing dengan Airbus dari Eropa dan Boeing dari Amerika Serikat. Indonesia pun dipandang sebagai pasar potensial menyusul perkembangan positif dunia penerbangan tanah air. Pemesanan pesawat terbang terbanyak untuk wilayah Asia kepada Boeing dan Airbus berasal dari Indonesia. Jumlah penumpang pesawat terbang di Indonesia pada tahun lalu mencapai 95 juta penumpang.

Menurut Sautov, pihaknya saat ini tak mau muluk-muluk menetapkan kesepakatan spesifik dengan perusahaan-perusahaan Indonesia. Fokusnya sekarang mempromosikan burung besi buatan perusahaannya.

Menurut Menteri Perdagangan Russia, Denis Manturov, industri manufaktur pesawat terbang Russia akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan. Naiknya kebutuhan pesawat terbang akan menjadi alasan utama dimulainya serangkaian produksi pesawat MS-21, yang dikembangkan oleh Yakovlev Design Bureau dan diproduksi oleh Irkut Corporation.

Disambut Positif

Niat Irkut Corporation untuk mengembangkan sayap bisnisnya ke Indonesia disambut positif oleh pemerintah Indonesia. Menteri Budi Karya Sumadi berharap hal ini bisa berkontribusi secara positif pada hubungan baik Indonesia-Russia.

Menurut Budi, dunia aviasi Indonesia sekarang berkembang pesat dengan 95 juta penumpang pada tahun lalu dan peningkatan selalu terjadi dari tahun ke tahun. Kementerian Perhubungan RI hingga saat ini sudah mengoperasikan 200 bandara dan lebih dari 1.000 unit pesawat terbang sipil.
“Indonesia sudah punya standard internasional. Jadi, dunia penerbangan Indonesia sangat cerah,” kata Budi, Rabu (9/8)

Dikatakan Budi, Russia adalah negara yang memiliki teknologi tinggi dan pesawat MS-21 yang saat ini gencar dipromosikan di Indonesia adalah jenis pesawat yang bagus dan bisa digunakan oleh maskapai-maskapai di Indonesia.

“Sekarang, terserah pada perusahaan-perusahaan penerbangan, seperti Garuda, apakah mau membeli atau tidak. Saya melihat, ini kesempatan bagi dunia aviasi untuk mendapatkan produk baru yang kompetitif,” imbuh Budi.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada Januari hingga April 2017 mencapai 788,93 juta dolar AS, dan nilai tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 50,77 persen dari nilai perdagangan bilateral di periode yang sama pada 2016.

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, menyebut kunjungan Menlu Lavrov ke Jakarta memiliki arti yang penting. Keduanya keduanya menandatangani dokumen Rencana Konsultasi antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Russia untuk periode 2017-2019.

Penandatanganan dokumen ini secara jelas menunjukkan keinginan Kementerian Luar Negeri kedua negara untuk mengintensifikasi hubungan konsultasi dan komunikasi antara Indonesia dan Russia. suci sekar/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment