Koran Jakarta | May 25 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Persatuan Nasional Tak Boleh Ditawar Lagi

Sabtu 25/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Para tokoh sepakat bahwa persatuan bangsa Indonesia, stabilitas nasional, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar. Para tokoh sepakat bahwa persatuan bangsa Indonesia, stabilitas nasional, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar.   JAKARTA – Guna...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Persatuan Nasional Tak Boleh Ditawar Lagi

Sabtu 25/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Para tokoh sepakat bahwa persatuan bangsa Indonesia, stabilitas nasional, proses pemerataan, dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar.

 

JAKARTA – Guna mencapai pemerataan pembangunan dan memajukan Indonesia, bangsa Indonesia mesti bersatu. Untuk itu, pe­mimpin yang terpilih melalui pemilihan umum merupakan pemimpin bangsa Indonesia yang bersatu, bukan pemimpin golongan atau yang memilihnya saja.

Hal itu disampaikan Presiden ketiga Indo­nesia, BJ Habibie, usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/5).

Menurut Habibie, persatuan di Indonesia sudah harga mati. “Dalam hal ini, kita sepakat juga bahwa mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indo­nesia, stabilitas, proses pe­merataan dan masa depan bangsa Indonesia tidak ada tawar-menawar. Itu kartu mati,” katanya.

Habibie lalu menjelaskan kedatangannya ke Istana untuk bertemu Presiden Jokowi.

“Saya datang kemari, pertama untuk mengucap­kan selamat kepada Bapak Presiden bahwa rakyat telah menentukan agar supaya karya-karya yang beliau te­lah laksanakan bisa berke­lanjutan dan diamankan untuk generasi penerus,” ucap Habibie.

Habibie lalu menyebut sosok Presiden Jokowi sebagai ujung tombak untuk generasi penerus bangsa Indonesia. “Sia­pa saja yang nanti akan memimpin dan sedang memimpin, dia tidak memimpin yang memilih­nya. Dia memimpin seluruh bangsa Indonesia,” tegas Habibie.

Habibie menjelaskan tidak dibenarkan se­orang pemimpin hanya mengayomi orang yang memilihnya saat pesta demokrasi berlangsung. “Kita tidak dibenarkan, tiap lima tahun, kita ada pemilihan presiden. Apa tidak mengambil risiko menghambat pembangunan? Mengam­bil risiko bahwa kita bisa diadu domba, pecah, tidak ada itu?” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Habibie ikut me­nyoroti ada kericuhan saat aksi di Bawaslu usai pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh KPU. Me­nurut dia, apa yang terjadi beda dengan aksi pada 1998. “Kalau disamakan dengan keadaan waktu tahun 1998, its not true. Banyak laporan, Anda tahu sendiri, tidak ada,” tegas Habibie.

Habibie menambahkan, bahwa terdapat tiga generasi Indonesia. Generasi yang dimaksud yak­ni generasi 1945, generasi peralihan, dan generasi penerus. “Generasi 45 yang jiwanya penting, yang menjadikan kita begini, dan generasi peralihan adalah saya. Peralihan itu definisinya kerja sama dengan generasi 45 dan kerja sama dengan gene­rasi penerus. Anda ini anak dari cucu intelektual semua,” tutup Habibie.

Terbuka Bertemu

Sementara itu, Presiden Jokowi mengata­kan urusan persatuan dan persaudaraan antar-anak bangsa memang tak boleh ditawar lagi. “Urusan persatuan dan kesatuan bangsa tak boleh ditawar-tawar lagi,” katanya.

Presiden pun menjelaskan bahwa dirinya sangat terbuka dalam men­jalin kerja sama dengan sia­pa pun dalam membangun bangsa Indonesia. “Sudah saya sampaikan berkali-kali, saya terbuka untuk siapa pun bersama-sama bekerja sama untuk memajukan ne­gara ini, untuk membangun negara ini, siapa pun,” tegas Presiden yang didampingi oleh Menteri Sekertaris Ne­gara, Pratikno.

Terkait pertemuan de­ngan calon presiden (ca­pres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, Jokowi mengatakan hal itu akan mendinginkan suasana di tengah masyarakat yang lu­mayan memanas usai peng­umuman hasil Pilpres 2019. “Dilihat baik oleh masyara­kat. Akan dilihat baik oleh rakyat. Mendinginkan suasana bahwa elite-elite politik rukun-rukun saja. Nggak ada masa­lah. Saya kira paling penting itu. Kalau elitenya rukun, baik-baik saja, di bawah akan dingin, akan sejuk,” ucap Jokowi.

Namun, lanjut Presiden, hingga saat ini ma­sih belum bisa bertemu. Padahal, hambatan juga tidak ada. “Yang jelas, setelah coblosan saya sudah menyampaikan inisiatif untuk ber­temu, tapi sampai sekarang belum ketemu. Su­dah jelas kan,” jelas Presiden.

Presiden pun mengaku akan bertemu de­ngan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang lebih da­hulu bertemu dengan Prabowo. “Kemarin, Pak Wapres sudah ketemu. Saya belum ketemu Pak JK. Harusnya tadi, siang tadi. Tapi, ada acara lain, jadi belum ketemu,” kata Jokowi saat di­mintai hasil yang telah dibahasnya.

Saat ditanya mengenai inisiatif siapa per­temuan Wapres dengan Prabowo, Presiden mengatakan inisiatif dirinya dan juga Jusuf Kalla. “Ya, nanti kalau Pak Wapres sudah me­nyampaikan ke saya, baru saya bisa bicara. Be­lum ketemu. Harusnya tadi pagi dengan Pak Wapres, tapi karena beliau ada urusan, saya juga. Jadi waktunya saja. Kalau sudah ketemu, saya sampaikan,” tutup Presiden. fdl/AR-2

Tampilkan Semua

TKN Jokowi-Ma’ruf Siapkan Tim Hukum Hadapi Kubu Prabowo

Sabtu 25/5/2019 | 00:02
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Tim Kampanye Nasio­nal (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin telah mempersiapkan tim hukum un­tuk menghadapi kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang meng­ajukan...
Selengkapnya

Jasa Marga Kebut Pembangunan 4 “Rest Area”

Sabtu 25/5/2019 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
Diperkirakan kendaraan yang melalui GT Kalikangkung saat puncak arus mudik Lebaran sekitar 55.000 kendaraan.   SEMARANG – PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB), selaku pengelola Jalan Tol Batang–Semarang, terus mengebut...
Selengkapnya

DIPERIKSA KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu 25/5/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
DIPERIKSA KEJAKSAAN AGUNG - Dirut PLN (nonaktif) Sofyan Basir berada di dalam mobil seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/5). Sofyan diperiksa sebagai saksi dalam perkara sewa kapal Leasing Marine Vessel...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Posisi Pemerintah di DPR RI Semakin Kuat

Rabu 22/5/2019 | 08:23
A   A   A   Pengaturan Font
Peta politik pascapemilu 2019 tidak akan banyak berubah karena kekuatan partai pendukung pemerintah Jokowi nanti masih kuat. Kebijakan Pemerintah akan didukung parlemen.

 

JAKARTA - Komisi Pemi­lihan Umum (KPU) telah merampungkan proses reka­pitulasi Pemilu Legislatif (Pi­leg) 2019 pada Selasa (21/5) dini hari. Hasilnya, terdapat 9 partai politik dari 16 partai politik peserta Pileg yang lo­los ke Senayan untuk mengisi jatah 575 kursi DPR RI karena mendapatkan suara yang me­lebihi ambang batas parlemen 4 persen.

Jika dilihat dari Pileg 2014, terdapat 10 partai politik dari 12 partai politik peserta Pileg yang lolos ke Senayan. Ketika itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendapat­kan suara tertinggi sebanyak 18,95 persen, diikuti dengan Partai Golkar 14,75 persen dan Partai Gerindra dengan suara 11,81 persen.

Peneliti Bidang Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisyah Pu­tri Budiatri ketika dihubungi Koran Jakarta, Selasa (21/5) mengatakan, hasil Pileg 2019 berpotensi menguntungkan pemerintah. Sebab, jika dilihat dari hasil Pileg 2019, Dapil-dapil dengan jumlah kursi besar, banyak dimenangkan oleh partai-partai dari kubu Jokowi-Ma’ruf, seperti Jawa Te­ngah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara. Semen­tara dari pihak Prabowo-Sandi hanya unggul di Sumatera Ba­rat dan Jawa Barat.

“Situasi ini tentu mengun­tungkan bagi pemerintah, ka­rena artinya peluang perole­han kursi koalisi pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf akan besar di parlemen. Jika saja perole­han kursi di parlemen nanti di atas 60 persen, maka peme­rintah akan cukup efektif bekerja, belum lagi ada peluang partai dari kubu oposisi yang bergabung,” jelasnya.

Aisyah menjelaskan, peta politik terutama relasi pemer­intah-parlemen, sangat dipen­garuhi pada jumlah kursi di parlemen, bukan hanya ber­dasarkan pada persentase dan perolehan suara Pemilu. Se­bab, metode Sainte Lague yang dipakai menentukan jumlah kursi di parlemen tidak ber­dasarkan persentase suara se­cara keseluruhan, melainkan berdasarkan persentase suara di dapil.

“Ranking perolehan kursi partai bisa saja berbeda dengan perolehan suara, karena dipen­garuhi oleh beberapa faktor, termasuk misalnya yang paling berpengaruh adalah di wilayah mana partai mendapatkan su­ara banyak,” pungkasnya.

Tidak Banyak Perubahan

Penilaian yang sama dike­mukakan engamat olitik dari UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani yang mengatakan kekuatan parpol pendukung pemerintah makin kuat di parlemen. Namun demikian, menurut Andi, jika melihat hasil pemilu legislatif 2019 dibandingkan dengan hasil pemilu sebelumnya, secara umum tidak tidak akan terlalu banyak perubahan.

Peta politik di Senayan pun tak mengalami perubahan sig­nifikan. Walau memang seka­rang kubu partai pendukung pemerintah lebih kuat di par­lemen. ”Jadi peta politik di Senayan di 5 tahun ke depan, lebih menguntungkan peme­rintah,” katanya.

Apalagi kata dia, beberapa partai politik yang jadi pen­dukung Prabowo-Sandiaga, seperti Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) kemungkinan besar merapat ke kubu Jokowi. Maka prak­tis kekuatan oposisi makin berkurang, hanya menyisakan Partai Gerindra dan Partai Kea­dilan Sejahtera (PKS).

“Potensi oposisi hanya akan dipegang Gerindra dan PKS. Kekuatan pendukung pemerintah dipastikan akan dominan di DPR. Harusnya kebijakan Pemerintah tidak akan dapat masalah berarti dari kubu parpol yang tidak masuk di koalisi pendukung pemerintah karena minima­lis jumlahnya. Kebijakan pe­merintah pun tak akan dapat penolakan signifikan di parle­men,” kata Andi.

Sementara itu Pengamat Politik dari CSIS, Arya Fer­nandez mengatakan kalau membandingkan hasil pemilu legislatif tahun ini dengan pemilu sebelumnya, ada be­berapa hal yang bisa dicatat. Pertama dari sisi suara, efek ekor jas tidak terlalu signkfi­kan pengaruhnya karena ke­naikan suara PDIP dan Ger­indra kurang dari 1 persen. Kedua, konflik internal mem­buat jebloknya suara dua par­tai yaitu PPP dan Hanura. tri/ags/AR-3

Tampilkan Semua

Tolak “People Power”

Rabu 22/5/2019 | 08:21
A   A   A   Pengaturan Font
Massa yang tergabung dalam Forum Pasundan Bergerak (FPB) melakukan aksi tolak people power di depan Gedung KPU Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/5). Dalam aksinya, massa menolak dan mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh...
Selengkapnya

Penjelasan Situasi Keamanan

Rabu 22/5/2019 | 08:17
A   A   A   Pengaturan Font
Menkopolhukam Wiranto (tengah), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal (kanan), Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (kiri) berfoto bersama seusai memberikan keterangan pers tentang situasi keamanan terkait penetapan hasil rekapitulasi...
Selengkapnya

Megawati Senang Jika Puan Jadi Ketua MPR

Rabu 22/5/2019 | 08:13
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengaku senang jika putrinya, Puan Maharani didorong menjadi Ketua DPR RI 2019-2019.”Uh, saya sebagai ibunya tentunya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Resmikan Parlemen

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perlindungan Warga Sipil Harus Jadi Fokus DK PBB

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
NEW YORK - “Perlindungan warga sipil harus terus menjadi fokus utama kerja Dewan Ke­amanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB),” demikian ditegaskan Menlu RI, Retno LP Marsudi, dalam sidang ter­buka DK PBB mengenai...
Selengkapnya

Pesisir Filipina yang Tak Kuasa Menahan Kenaikan Air Laut

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saat Mary Ann San Jose pindah ke Sitio Pariahan, sebuah dusun di kawasan pesisir Teluk Manila, Filipina, lebih dari dua dekade lalu, ia bisa melenggangkan kaki un­tuk pergi ke Kapel Santa Cruz yang dekat dengan kediaman­nya....
Selengkapnya

Tiongkok: AS Berbohong Soal Hubungan Huawei-Komunis

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING – Tiongkok menge­cam Amerika Seri­kat (AS) karena telah menyebar­kan kebohongan soal perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei, yang saat ini jadi pusat perhatian perang dagang bi­lateral. Kecaman itu...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Digitalisasi Pendidikan

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

IHSG Ditutup Menguat

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini ditutup menguat 24,66 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.057,35 seiring pengajuan  gugatan hasil Pilpres 2019 oleh paslon nomor urut...
Selengkapnya

Alodokter Gandeng Century Luncurkan Fitur Belanja

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Aplikasi layanan kesehatan Alodokter meluncurkan fitur belanja terkait layanan kesehatan melalui kanal Alodokter Shop. Pada peluncuran perdananya, Alodokter menggandeng salah satu jaringan farmasi besar,...
Selengkapnya

ATI Beri Diskon 15% untuk Seluruh Ruas Tol

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA– Seluruh operator jalan tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di bawah naungan Asosiasi Jalan Tol Indo­nesia (ATI) memberikan potongan harga atau diskon tarif sebesar 15 persen di ruas jalan tol di seluruh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Wujudkan Sumsel sebagai Provinsi Pembawa Berkah

Senin 13/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berbe­nah. Berbagai program pembangunan terus digenjot agar Sumsel benar-benar men­jadi provinsi yang membawa berkah bagi semuanya. Gu­bernur Sumsel, Herman Daru, bertekad mewujudkan daerah yang dipimpinnya menjadi provinsi yang punya daya sa­ing. Provinsi yang membawa berkah bagi seluruh warganya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel meningkatkan kualitas warganya, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Sumsel, Herman Daru, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Provinsi Sumsel akan memperingati hari jadinya yang ke-73 pada 15 Mei nanti, harapan Anda sebagai pe­mimpin di Sumsel?

Di usia provinsi ini yang ke-73 tahun, saya berharap semua elemen di Sumsel bisa mewujudkan one visi, one goal menuju Sumsel maju untuk semua serta sejahtera dan berkeadilan. Momen ulang tahun ini wadah kami untuk introspeksi. Sumsel ini kaya sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tapi mengapa kemiskinan masih tinggi. Inilah tugas kami bersama memerangi kemis­kinan.

Harapan lainnya?

Mari tingkatkan kesejahter­aan hingga tercapai angka kemiskinan satu digit. Dari tahun ke tahun memang telah banyak perubahan yang terjadi dan semua berdampak positif. Saya berharap dan meminta seluruh pegawai di lingkup Pemprov Sumsel lebih baik lagi melayani masyarakat. Ya, harus diakui banyak yang perlu dibenahi. Nah, HUT inilah wahana kami untuk introspeksi.

Ini butuh waktu dan pe­mikiran yang besar sehingga butuh keikhlasan yang besar juga dari kami semua. Mari bersama-sama membangun Sumsel menjadi provinsi yang membanggakan. Bukan seka­dar diakui negara lain, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakat Sumsel sendiri.

Apa yang ingin Anda wu­judkan dengan perhatian be­sar pada pendidikan agama?

Keberadaan madrasah, ru­mah tahfidz ini saya harapkan bisa menjadi wadah pencetak anak-anak generasi muda yang soleh, anak-anak yang tahu ilmu agama dan mengerti agama. Mudah-mudahan juga diberikan bekal bagi akhlak mereka se­bagai generasi penerus bangsa.

 Apa yang dipelajari di ru­mah tahfidz?

Ilmu agama dipelajari, tetapi belajar sekolah umum juga tetap. Jangan dilupakan Al Quran. Awali sejak dini membaca Al Quran. Karena bicara soal akhlak itu adalah hal penting yang harus diberi­kan pada anak-anak untuk bekal mereka sebagai generasi muda harapan bangsa. Akhlak penting menjadi bekal bagi anak didik dalam menjalani hubungannya dengan sesama manusia dalam kehidupan.

Program rumah tahfidz Al Quran di Sumsel mungkin bisa dijelaskan?

Begini, membaca Al Quran itu merupakan suatu ke­wajiban. Mendalami dan memahami bacaan Al Quran sudah menjadi keharusan bagi umat Islam. Se­jak saya menjabat, saya sudah mengajak para kepala daerah di Sumsel untuk meng­galakkan rumah tahfidz di desa dan kelurahan. Target­nya satu desa dan kelurahan masing-masing satu rumah tahfidz.

Di Sumsel ada 3.500 desa/kelurahan. Alhamdulillah, jum­lah rumah tahfidz sudah mendekati jumlah tersebut. Saya menyarankan agar PAUD dan TK dengan rumah tahfidz diintegrasikan. Saya ajak para para istri kades dan lurah, istri camat memanfaatkan ladang ibadah yang gampang ini. Se­mua ini juga dalam rangka me­ngurangi buta aksara Al Quran di Sumsel.

Apa harapan Anda dengan rumah tahfidz?

Saya berharap dengan tumbuhnya rumah tahfidz di pelosok desa, buta aksara Al Quran bisa terus dikurangi. Usia bukan ala­san untuk tidak belajar mem­baca Al Quran. Harapannya generasi milenial Sumsel makin banyak yang cinta Al Quran. Kondisi ini harus kita pertahankan. Karena alangkah indahnya jika semua desa di Sumsel memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kami pertahankan orang-orang yang cinta Al Quran.

Sumsel dikenal sebagai provinsi yang jadi dalam program pendidikan gratis. Bagaimana perkembangan pembangunan pendidikan di Sumsel?

Saya pikir begini, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan ber­bagai upaya untuk mempermu­dah pelajar maupun mahasiswa mendapatkan pendidikan di Sumsel. Misalnya dengan me­ngeluarkan kebijakan diskon penggunaan LRT maupun jalan tol. Begitu juga soal masalah kekurangan guru.

Apa solusi dari kekuaran­gan guru?

Saat ini, pemerintah sudah melakukan pengangkatan guru secara bertahap. Hanya saja harus diakui jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari yang diangkat. Dulu kan ada pengangkatan guru besar-besaran. Nah, mereka ini sekarang semuanya masuk pensiun, sementara penggan­tinya diangkat secara bertahap. N-3

Tampilkan Semua

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Senin 6/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Pada 25 April 2019, di­gelar peringatan hari otonomi daerah yang ke-23. Kali ini acara perin­gatan hari otonomi daerah tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi dalam...
Selengkapnya

Jatim Pacu Pemasukan dari Sektor Perikanan

Senin 29/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (Jatim), nilai produksi ikan wilayah tersebut menurut kabupaten/kota dan subsektor perikanan pada 2015 mencapai 12,430 triliun ru­piah. Setelah itu meningkat menjadi 13,272 triliun...
Selengkapnya

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Senin 15/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Jakarta, baru-baru ini. Dengan Sail Nias ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumate­ra Utara (Sumut) optimistis jika pariwisata di Nias akan bangkit. Pemprov yakin daerah tersebut akan menjadi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Solusi Kebutuhan Hunian

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Mengoptimalkan Fungsi Ruang untuk Hunian

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah yang nyaman tidak selalu mengandalkan desain arsitektur yang mutakhir. Keindahan sebuah hunian juga bisa dinikmati melalui tata letak ruang. Ya, rumah yang mengutakan fungsi ruang menjadi tempat tinggal juga bisa membuat suasana...
Selengkapnya

Elegan dengan Warna Natural

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ruangan yang penuh warna netral terutama krem bercampur dengan plasteran dinding dalam warna abu-abu, menjadikan ruangan tampak elegan natural. Warna-warna netral tak pernah lekang oleh waktu. Warna yang diperoleh melalui warna furnitur...
Selengkapnya

RUPST BTN

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Tinjau Mobile BTS

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Portal Aplikasi Gaet Komunitas “e-Sport”

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Portal dan aplikasi konten film dan olah raga, Genflix, melakukan terobosan dalam upaya menjadikan pemenang di tengah penyedia konten yang bertebaran. Terobosan yang dilakukan dalam menambah banyak pelanggan adalah dengan menggandeng...
Selengkapnya

Konsep Terpadu Solusi Belajar Digital

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selain di Indonesia, solusi belajar digital 360 (derajat) juga sudah digunakan di India, Afrika Selatan, dan beberapa negara Timur Tengah. Pendidikan digital atau biasa disebut edutech sangat membantu siswa dalam melakukan transformasi...
Selengkapnya

Dirilis, Ponsel Berdaya Baterai Besar

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Disamping menawarkan Realme C2 dengan banderol murah, merek ponsel Tiongkok ini menawarkan Realme 3 Pro. Ponsel ini memiliki prosesor berkinerja mumpuni, daya baterai besar, kejernihan layar, mendukung penggunaan seharian di luar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Sistem Aki Hibrida Lebih Ramah Lingkungan

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk menurunkan tingkat polusi CO2 di perkotaan akibat urbanisasi serta jumlah kendaraan yang meningkat, Bosch mengeluarkan teknologi ramah lingkungan terbaru berupa sistem aki hibrida, booster untuk sistem pengereman regeneratif, dan motor listrik canggih terbaru.

Pada aki Bosch 48-Volt menggunakan sel-sel lithiumion yang sangat kompak, untuk mengurangi CO2. Aki ini distandardisasi untuk memudahkan integrasi dengan model-model kendaraan baru dari mobil kompak, mobil mini, sampai mobil mikro, termasuk mobil hibrida

Aki Bosch 48-Volt juga bisa digunakan pada mobil hibrida yang lebih hemat energi fosil. Seiring dengan pasar masal mobil hibrida yang semakin berkembang, Bosch berharap produk akinya juga akan meraih kesuksesan di sektor tersebut.

“Kami memperkirakan sekitar 15 juta kendaraan yang menggunakan aki hibrida 48-Volt akan mulai beroperasi pada 2025,” kata Presiden Bosch di Asia Tenggara, Martin Hayes.

Selain aki hibrida, Bosch mengenalkan iBooster dengan ESP hev. Komponen ini menghasilkan debu rem 95 persen lebih sedikit sehingga membantu mengurangi masalah emisi partikel kampas di berbagai kota. “Kebanyakan polusi partikulat dari lalu lintas disebabkan oleh jalan, ban dan keausan rem, alih-alih disebabkan oleh pembakaran bahan bakar,” kata Hayes.

iBooster merupakan teknologi penguat rem elektromekanis tanpa gesekan, cocok untuk kendaraan hibrida maupun listrik. Penguat rem bebas vakum ini memperpendek jarak pengereman dan membuat kendaraan menjadi lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.

Kombinasi antara iBooster dengan ESPhev, yaitu sistem pengereman regeneratif berbasis vakum bisa mengurangi debu rem hingga 95 persen. Sistem pengereman regeneratif juga memungkinkan pemulihan energi pengereman dibandingkan dengan rem gesekan.

“Bagi Bosch, mewujudkan udara bersih di perkotaan bukanlah hal yang mustahil. Teknisi kami telah mengembangkan berbagai lompatan inovatif dalam mengembangkan teknologi yang akan membantu memastikan perkotaan kita menjadi tempat yang lebih layak dan berkelanjutan untuk ditinggali,” tutup Hayes. hay/E-6

Tampilkan Semua

Motor “Twin” dengan Pilihan Versi Kustom

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah lama dinanti publik, akhirnya Royal Enfield (RE) meluncurkan motor dengan dua silinder di Indonesia. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, motor legendaries asal Inggris meluncurkan dua model sekaligus yaitu...
Selengkapnya

Desain “Coupe”: Elegan dan Sporti

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilan sport coupe menjadi pilihan pabrikan untuk diterapkan pada kendaraan paling premium. Desainnya yang elegan, dengan kombinasi teknologi terkini, diranang menarik kalangan orang sukses. Seri mobil paling premium terbaru dari BMW...
Selengkapnya

MPV Premium Hadirkan Kabin Lega

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pada ajang Indonesia International Motor Show 2019, Mercedes Benz menghadirkan MPV (multipurpose vehicle) terbarunya, Mercedes-Benz B-Class. Sebagai perwakilan dari NGCC (New Generation Compact Class) Mercedes- Benz, Mobi ini tampil...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Serena Masih Jadi Harapan Terbesar AS di Prancis Open

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK - Serena Williams masih menjadi harapan terbaik kontingen AS untuk merebut gelar juara tunggal putri turnamen tenis Prancis Open 2019, tetapi ada kekhawatiran mengenai kebugarannya setelah terpaksa mundur dari Italia Open pekan lalu karena cedera lutut.

Williams, juara Prancis Open tiga kali yang memiliki rekor 28-4 di tanah liat merah Roland Garros, bisa muncul sebagai pemain berbahaya jika dia bebas dari cedera dan bisa memulai pertandingan dengan baik.

“Semoga Serena cukup sehat untuk bermain,” kata Martin Blackman, manajer umum pembinaan pemain dari Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA), seperti dikutip Reuters. “Dia sangat profesional sehingga dia tidak akan bermain jika tidak dalam kondisi sehat, terutama Grand Slam,” katanya tentang Serena, juara 23 kali di turnamen besar dan saat ini berada di peringkat nomor 10 di dunia.

“Jadi jika dia dalam kondisi siap tanding, saya pikir di setiap pertandingan dia akan menjadi ancaman besar.”

Sementara kakaknya Venus yang sepanjang tahun itu kurang meyakinkan, tetap diperhitungkan mengingat pengalamannya di turnamen grand slam, termasuk penampilan final di Prancis Open 2002.

Petenis putri AS lainnya, Sloane Stephens yang memiliki kecepatan dan permainan bertahan yang tampil di final Prancis Open tahun lalu dan juara AS Terbuka 2017, berpeluang untuk memperbaiki prestasinya tahun ini.

“Lapangan tanah liat cocok untuk Sloane,” kata Blackman. “Dia bisa bergerak dengan cepat, dia sangat bagus dalam membuka pertahanan lawan di lapangan, dan dia punya banyak cara berbeda untuk meraih angka,” katanya.

Meski AS punya segudang pemain tunggal putri yang siap bersaing, namun penggemar tenis AS merasa kurang optimistis dengan peluang di sektor tunggal putra. Petenis terbaik AS yang menempati peringkat nomor sepuluh dunia, John Isner, pekan lalu menyatakan mundur dari Prancis Open karena cedera kaki di Miami Open.

Harapan terbaik AS hanyalah Sam Querrey, petenis dengan servis keras yang telah sukses di tanah liat. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Indonesia Juara Dunia Arung Jeram

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA-Tim Wanita U-23 Indonesia berhasil menjadi juara dunia dalam event IRF R6 World Rafting Championships 2019 yang diselenggarakan di Tully River, Cairns, Australia. Raihan tersebut dipastikan setelah mendapatkan skor 301 pada lomba...
Selengkapnya

Perbasi Bakal Naturalisasi Maxie Esho

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - PP Perbasi dan Badan Tim Nasional (BTN) tengah berupaya untuk menaturalisasi pemain asal Amerika Serikat (AS) untuk menambah skuat ke SEA Games 2019 Filipina. Pebasket Maxie Esho menjadi target utama Perbasi. Manajer Timnas...
Selengkapnya

Dominasi Mercedes Bakal Berlanjut di GP Monaco

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MONACO - Mercedes menegaskan dominasinya di GP Monaco, Prancis dengan menempatkan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas di posisi satu dan dua pada sesi latihan bebas kedua. Sedangkan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel di urutan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Mengoptimalkan Usia Muda untuk Berkarya

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Muda, Berdaya, Karya Raya

Penulis : Fadh Pahdepie

Penerbit : Republika

Cetakan : I, Maret 2019

Tebal : xx + 336 halaman

ISBN : 978-602-573-472-4

Ada yang mengatakan fase ter­berat hidup saat berusia 20-an hingga 30-an. Ini momen orang mengalami krisis hebat tentang pe­nemuan jati diri dan segala yang ber­kaitan dengan masa depan, misalnya bekerja atau berwirausaha.

Dunia psikologi populer menye­but fase ini dengan istilah quarter life crisis atau krisis perempat usia. Gejala umum krisis perempat usia antara lain rasa cemas, takut, bingung, tersesat, bahkan terasing. Di dunia kerja, mi­salnya, orang mulai didera rasa jenuh, tak betah di tempat yang tak sesuai dengan passion. Tambah lagi hubung­an asmara menuntut segera membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Be­lum lagi pertanyaan masyarakat yang merongrong terkait “kapan menikah” dan seterusnya (hlm xv).

Buku ini berbagi pengalaman cara menyikapi dan menghadapi krisis per­empat usia. Cara paling elegan dengan menggali potensi diri dan meng­optimalkan usia muda untuk berkarya, menuai beragam prestasi, dan berbagi kebaikan sebanyak mungkin.

Hidup ini berat. “Balas dendam” itu menyenangkan. “Balas dendam” da­lam arti positif, dengan cara menggali potensi diri, menuai prestasi, sehingga tak ada lagi orang-orang yang berani melecehkan dan menganggapnya sebelah mata.

Penulis pernah mengalami kisah pahit saat usia 8. Datanglah seorang pria mencari ayah untuk menagih utang. Hanya dirinya, ibu, serta adik perempuannya di rumah. Pria itu tak hanya meluapkan marah, tapi juga menggebrak meja dan membentak ibu. Ia memaksa agar ayah membayar utang hari itu juga. Adik perempuan­nya ketakutan dan menangis di bawah meja makan.

Ayah terlilit banyak masalah. Usahanya bangkrut karena ditipu. Rekan bisnis kabur membawa hampir seluruh uang. Ayah pun terlilit utang besar. Dia juga kehilangan rumah, kendaraan, dan harta benda berharga lainnya. Hati Fahd sangat terluka saat menyaksikan keluarganya direndah­kan. Sejak saat itu, hati dan pikirannya dipenuhi dendam. Ia ingin membalas­kan semuanya dengan cara elegan: belajar giat untuk menutupi kesedihan hidupnya. Selama SD selalu ranking satu (hlm 7).

Ia juga rajin mengikuti banyak perlombaan. Saat kelas 3 SMP, dia berhasil memenangi karya tulis ilmi­ah tingkat nasional dan terpilih seba­gai penulis esai terbaik UNICEF. Dari hasil lomba tersebut, dia memperoleh uang dan kemewahan. Saat kelas 3 SMA, Fahd menang MTQ tingkat pro­vinsi dan nasional. Da bisa menabung 100 juta rupiah.

Prestasinya kian meningkat saat berstatus mahasiswa. Di kampus, dia juga belajar berwirausaha (hal 123). Kini, dia berhasil mewujudkan cita-cita membahagiakan orang tua, istri, dan anak-anaknya. Ia mampu melewati usai perempat usianya de­ngan banyak berkarya dan menebar manfaat bagi banyak orang.

Misalnya, membantu orang yang tengah terlilit utang, membantu usaha teman-temannya dengan cara rajin membeli dagangan mereka. Ia juga menorehkan prestasi di dunia per­bukuan. Dalam kurun 16 tahun telah menulis lebih dari 20 buku. Bahkan, beberapa bukunya dibeli hak adapta­sinya menjadi film dengan royalti ratusan juta rupiah (halaman 325). Buku ini mengajak kaum muda untuk terus berkarya, menggali potensi diri, dan jangan pernah menyerah, seburuk apa pun kondisi sekarang. Diresensi Sam Edy Yuswanto, Alumnus STAINU Kebumen

Tampilkan Semua

Setelah Rusuh, Kerugian Menunggu

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
massa yang berujung kerusuhan pada 22 Mei bukan saja membuat keamanan dan ketertiban terganggu, namun perekonomian nasional juga ikut terguncang. Tersebutlah di antaranya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerka Serikat (AS) mengalami...
Selengkapnya

Tingkatkan Literasi Bangsa

Jumat 24/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh rosy uliayu hutahaean, mhum Tingkat literasi bangsa Indone­sia, baik mem­baca, menulis, maupun berpikir kritis ma­sih rendah. Saat orang naik ken­daraan umum atau menunggu penerbangan di bandara tak banyak yang...
Selengkapnya

Menyadarkan Bahaya Pencemaran Lingkungan

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Penyakit akibat Lingkungan Penulis : Prof Dr dr Anies, Mkes, Pkk Penerbit : Ar-Ruzz Media Cetakan : Mei 2019 Tebal : 241 halaman ISBN : 9786023132348 Lingkungan yang sehat dapat membantu menghindarkan dari berbagai penyakit...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Memiles Ajak Masyarakat Berwisata via Aplikasi

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Setiap orang tentunya punya keinginan untuk bisa melancong ke banyak destinasi wisata di dalam negeri maupun luar negeri, apalagi bagi penyuka traveling. Namun biaya akomodasi yang tinggi pastinya akan menjadi batu sandungan. Kini, ada sebuah program aplikasi bernama Memiles, yang bergerak di bidang advertising di mana program aplikasi tersebut menawarkan kemudahan agar bisa mewujudkan mimpinya dengan cukup mudah.

Memiles adalah sebuah program aplikasi yang memadukan bisnis travelling, advertising, dan market place dalam satu aplikasi. Setelah bergabung, ada poin yang harus dikumpulkan dengan jalan memasang iklan untuk bisa mendapatkan semacam hadiah berupa perjalanan wisata, ataupun barang yang diinginkan yang tersedia di dalam aplikasi tersebut, semisal kendaraan motor, mobil, ataupun rumah.

Menariknya, dengan aplikasi ini, harga barang dan perjalanan wisata bisa sangat murah, karena adanya semacam bonus dari Top Up yang dilakukan oleh seorang pengguna. Perwakilan Memiles, F Suhanda, yang sekaligus sebagai motivator Memiles mengatakan Memiles bukanlah MLM yang dikenal masyarakat. Tapi aplikasi Memiles justru memberikan harapan masyarakat untuk bisa mewujudkan mimpinya dalam hal berwisata atau mendapatkan sesuatu barang keperluan.

"Ini bukan MLM. Tujuan kita justru ingin memberi kesempatan untuk bisa mendapatkan mimpinya. Kita ingin membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat lewat aplikasi pasang iklan ini," ujarnya, di sela momen rapat dengan pengguna Memiles, di bilangan Mangga Dua Square, Jakarta, baru-baru ini. Suhanda menambahkan, bahwa Memiles adalah program aplikasi pasang iklan.

Dengan point tertentu yang didapat dari Top Up, orang bisa memilih hadiah yang diinginkan dengan harga yang sangat murah. Ditegaskannya lagi, masyarakat diajak bergabung. Di dalam aplikasi itu orang bisa memilih barang yang diinginkannya, semisal motor, mobil, perjalanan wisata luar negeri dengan harga sangat murah, namun diwajibkan pengguna untuk melakukan Top Up terlebih dulu, dan menunggu dalam jangka waktu sekitar tiga bulan, barulah bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Di dalam daftar hadiah, ada kesempatan untuk melancong ke sejumlah destinasi wisata di dalam dan luar negeri dengan biaya sangat murah. Misalnya hanya sekitar 300 ribu rupiah, atau memperoleh motor hanya dengan uang sejumlah tersebut, atau juga mobil yang hanya seharga 10 juta rupiah dengan hanya diminta untuk Top Up lalu memasang iklan di aplikasi itu. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Robert Pattinson Bungkam Soal Fim Batman

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabar tentang Robert Pattinson yang akan berperan sebagai Bruce Wayne dalam film "The Batman" semakin membuat penggemar penasaran. Pattinson pun akhirnya memberikan jawaban terkait perannya. Saat menghadiri Festival Film Cannes, Robert...
Selengkapnya

Mengurangi Kebergantungan pada Energi Fosil

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai partisipasi kepedulian kepada lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, PT PLN (Persero) menawarkan Premium Renewable Energy, sesuai kebutuhan pelanggan industri. Sebagai bagian upaya pemerintah menekan...
Selengkapnya

“Keluarga Cemara” Ikuti Festival Film ASEAN di London

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Film “Keluarga Cemara” yang disutradarai Yandy Laurens yang diangkat dari cerita bersambung di majalah remaja karya Arswendo Atmowiloto adalah satu-satunya film Indonesia yang diputar dalam ASEAN Festival Film yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Pameran Disain

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Jakarta Kondusif

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Apresiasi Buat TNI-Polri

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Syaikhu Lebih Pilih Jadi Wagub

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syai­khu, memastikan tidak akan mengundurkan diri dari bursa calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. Syaikhu bah­kan mendorong Panitia Khusus (Pansus) Cawagub DKI agar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Elite-elite Politik Perlu Mengembangkan Narasi yang Menyejukkan

Jumat 24/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Polisi telah menetapkan sebanyak 72 tersangka provokator yang melakukan unjuk rasa hingga terjadi kerusuhan di depan Gedung Bawaslu.

 

Untuk kerusuhan di wilayah Petamburan, polisi mengamankan 156 tersangka. Semen­tara untuk kerusuhan di wilayah Gambir, polisi menangkap 29 tersangka.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi anarkis. Imbauan itu disampaikan setelah be­berapa kerusuhan sempat terjadi di kawasan Tanah Abang, Petamburan, dan Slipi. Un­tuk mengetahui lebih jauh tentang imbau MUI tersebut, Koran Ja­karta mewawancarai Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi. Berikut petikannya.

Apa imbauan MUI atas keru­suhan yang sempat terjadi di Tanah Abang, Slipi, dan Petam­buran?

Keributan tersebut terjadi pasca-penetapan hasil peng­hitungan dan perolehan suara tingkat nasional Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) dini hari. MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi melakukan aksi kekerasan dan tindak pelanggaran hukum lainnya. Saatnya saling memaafkan.

Kerusuhan yang terjadi setelah penetapan hasil perolehan suara Pilpres 2019 ini juga akibat provokasi atau perilaku elite –elite politik. Apa imbauan MUI terhadap elite-elite negeri ini?

Kami mengimbau kepada para elite politik hingga tokoh masyarakat untuk mengembang­kan narasi yang menyejukkan. Narasi tersebut diharapkan dapat mendorong rekonsiliasi nasional dan membangkitkan kembali rasa persaudaraan. Dan meninggal­kan narasi provokatif dan penuh kebencian, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagaimana sebenarnya sikap MUI atas kerusuhan itu?

MUI menyesalkan peristiwa kerusuhan yang terjadi pasca-penetapan hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional itu. Aksi kerusuhan yang dilakukan pada Bulan Ramadan sangat disesalkan karena telah menodai kesucian bulan yang sangat dimuliakan oleh umat Islam dan hukumnya haram.

Bagaimana tanggapan MUI atas sikap tegas aparat keaman­an terhaap pelaku kerusuhan?

Aksi tersebut merupakan ben­tuk tindakan anarkis dan brutal. Kerusuhan itu dilakukan oleh oknum yang berniat jahat karena ingin memecah belah Indonesia melalui provokasi antara rakyat. Oleh karena itu, MUI pun mende­sak aparat kepolisian menginvesti­gasi dan sepakat untuk menindak tegas dalang di balik aksi tersebut.

MUI memberikan apresiasi kepada aparat keamanan yang bertindak cepat menangkap para pelaku kerusuhan, meminta untuk menindak tegas dan mengusut tuntas aktor intelektual, otak dan dalang kerusuhan tersebut, se­hingga tidak menimbulkan fitnah, saling tuduh dan curiga di antara elemen masyarakat. P-4

Tampilkan Semua

“Contraflow” Diberlakukan Situasional

Kamis 23/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai langkah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan kelancaran bagi para pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman.   Untuk hal tersebut Direk­torat Jenderal Perhubungan...
Selengkapnya

Perpanjangan Izin Akan Dikaji Tim Pembina dan Penertiban Ormas

Rabu 22/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan tentang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) yang akan habis masa berlakunya pada bulan Juni tahun ini.   Kemudian, muncul petisi di situs change.org yang meminta...
Selengkapnya

Pemerintah Bertanggung Jawab dan Tidak Boleh Ada yang Terluka dalam Demo

Selasa 21/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah meminta kepada semua pihak, khususnya kepada warga masyarakat agar tetap tenang saat pengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) pada 22 Mei 2019.   Pemerintah berharap, warga masyarakat tidak terjebak isu people power yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Berprestasi, Modal Utama Percaya Diri

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk mengakrabkan hubungan antara anggota, Kagumi selalu mengadakan gathering sebulan sekali.

Lantaran berat badannya berlebih, wanita berbadan gemuk kerap mendapat candaan berlebihan masyarakat sekitarnya. Oleh sebab itu, tidak dipungkiri, rasa sakit hati kerap menjalari para pemilik berat badan berlebih.

Untuk memberikan dukungan moril kepada para wanita pemilik tubuh tambun, Ikatan Wanita Gemuk Indonesia (Kagumi) pun membangun rasa percaya diri para wanita gemuk. Meskipun memiliki berat badan berlebih, mereka bisa berprestasi layaknya wanita yang memiliki bobot tubuh ideal.

“Makanya di Kagumi, lo harus ada prestasi (tunjukkan ke orang). Kita gemuk ngga ada masalah kok,” ujar Dian Meita Wardhany (Punny), Ketua Kagumi, setiap memberikan semangat pada anggotanya saat ditemui dibilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/5). Hanya dengan prestasi dan kepercayaan diri, orang tidak akan fokus tidak hanya melihat berat badan yang berlebih . Mereka akan melihat sisi lain dari para wanita gemuk yaitu prestasi yang dimilikinya.

Berbagai aktifitas dapat dilakoni untuk mengukir prestasi, mulai aktifitas yang bersifat akademis, niaga bahkan entertainment. Kagumi sebagai komunitas turut mengembangkan bakat-bakat anggota dengan membentuk kelas dancer maupun modeling.

Lantaran, tubuh gemuk yang kerap diolok-olok dibaliknya malah membawa rezeki. Mereka kerap diajak televisi untuk mengisi program acara, menjadi bintang iklan ataupun artis.

“Hal ini menumbuhkan rasa percaya diri, bahwa dengan badan besar kita bisa menjadi something, kita bisa bekerja. Yang membedakan hanya bentuk tubuh doang,” ujar dia yang memiliki tubuh besar karena genetik ini.

Namun, Punny selalu mengatakan untuk membatasi untuk mengambil peran-peran yang mendapat bullying. “Lah untuk apa,” ujar dia. Mereka bekerja bukan untuk dihina melainkan untuk mengukirprestasi.

Walaupun mendapatkan bayaran banyak namun ia selalu menyarankan anggotanya untuk tidak mengambil peran bullying terutama yang terlalu berlebih.

Untuk mengakrabkan hubungan antara anggota, Kagumi selalu mengadakan gathering sebulan sekali. Jika ada sponsor, gathering akan diisi berbagai kegiatan mulai talk show atau, berenang dan potluck yang biasanya dilakukan di Point Square, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Acara makan-makan menjadi acara yang tidak terpisahkan dalam setiap gathering. Terlebih pemilik badan gemuk selalu menempatkan acara makan di urutan pertama. Alhasil dalam setiap gathering, makanan selalu berlimpah ruah.

Hasil gambar untuk komunitas kagumi

Bahkan kalau gathering di restoran, Punny sudah punya langganan restoran all u can eat. Lantaran, restoran jenis ini tidak membatasi jumlah porsi pengunjungnya. “Cari yang all you can eat, kalau nggak gitu nggak bisa,” ujar dia tentang kebiasaan makan banyak.

Keinginan untuk dietpun sebatas hanya keinginan. Diet is tomorrow, begitu slogan mereka saat kumpul sambil makan-makan. Nikmatnya hidangan yang tersaji menjadi godaan yang paling sulit ditolak.

Meski senang makan banyak, Punny tidak lupa mengingatkan jika ada anggota yang badannya semakin besar. “Eh lo kok makin besar saja, tapi nggak menjudge,” ujar dia. Karena kalau melakukan penghakiman malah dapat memancing keributan lantaran yang mengingatkannyapun memiliki badan yang besar.

Komunitas yang berdiri pada 2013 mampu mewadahi para wanita gemuk di Indonesia supaya mampu membangun kepercayaan diri dan menjadi tempat tumpuhan curahan hati. Lantaran memiliki tubuh gemuk, mereka kerap mendapat olok-olok dari lingkungan sekitar. Padahal untuk menurunkan berat badan bukan perkara sederhana. din/E-6

Berdamai dengan Diri Sendiri

Menerima kondisi berat badan berlebih merupakan cara berdamai dengan diri sendiri. Pasalnya untuk mengurangi berat badan dalam jumlah hingga puluhan kilogram membutuhkan usaha ekstra.

Punny mengatakan pada anggotanya untuk berdamai dengan berat tubuh yang dimilikinya. Karena kalau sudah bisa menerima, mereka akan lebih mudah menjalani hidup.

Sehingga, jika ada orang yang memberikan tanggapan negatif tidak akan ditanggapi sambil lalu saja. Pasalnya menguruskan badan dalam jumlah puluhan kilogram juga tidak bisa dibilang sederhana.

“Lo mau kurus nggak bakal bisa. Lo mau mau nangis guling-guling nggak bakal bisa. Karena semua membutukan proses (panjang),” ujar dia. Berbagai alasan melatar belakangi anggota Kagumi memiliki badan besar, mulai genetik, usai mendapatkan mens pertama kali, usai melahirkan dan sebagainya.

Beberapa anggota, ada yang berhasil menguruskan badan hingga berat badan ideal. Namun, mereka biasanya melakukan upaya medis dengan potong usus. Upaya tersebut berimbas pada porsi makan.

Jika sebelumnya, mereka bisa makan beberapa piring. Setelah, potong usus hanya makan beberapa sendok saja karena daya tampung tubuhnya sudah berbeda. “Saya juga mau mbak, tapi mahal 200 jutaan rupiah,” ujar dia sambil tertawa.

Porsi makan menjadi tantangan para pemilik tubuh besar. Lantaran umumnya , mereka memiliki porsi makan dalam jumlah banyak. Sehingga untuk mengurangi berat badan dengan cara diet hampir tidak mungkin. Satusatunya cara cepat adalah dengan cara medis melakukan pemotongan usus.

Selain porsi makan, tantangan lainnya adalah olah raga. Dengan tubuh besar, tidak semua olah raga dapat dilakukan, seperti lari. Kagumi biasanya melakukan Muay Thai, Zumba maupun berenang untuk menjaga kesehatan.

Meskipun, olah raga kadang tidak terlalu serius namun merekan mengupayakan untuk membuang lemak dalam tubuh. “Kalau gathering temanya olah raga, ya olah raga cantik. Kebanyakan basa-basi busuk,” ujar Punny sambil tergelak. Lari di treadmill selama lima menit setelahnya makan lagi.

Maka dari itu, dia lebih menyarankan untuk menerima kondisi diri dengan berat badan berlebih. Lantaran hal tersebut akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan menepis anggapan gemuk bukan berarti buruk.

Meski olah raga membutuhkan energi yang besar namun aktifitass tersebut penting dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena, tubuh besar kerap identik mudah terkena berbagai penyakit. din/E-6

Nyaman Bergaul dan Berpikir Positif

Memiliki tubuh berukuran jumbo kerap menjadi bahan olok-olokan yang tiada habisnya. Bullying menjadi hal yang selalu dihadapi para pemilik tubuh besar. Hanya dengan rasa percaya diri, para pemilik badan besar dapat melenggang nyaman berbaur dengan masyarakat kebayakan.

Melda Christanty Afdelina Bintang, 30, guru SMK mengakui memiliki tubuh besar banyak menuai bullying dari masyarakat. “Pasti pernah bahkan sering,” ujar dia melalui saluran komunikasi whatshap group, Senin (20/5). Namun, ia memilih tidak menggubris bullying yang ditimpakan padanya.

Hanya dengan prestasi, wanita yang memiliki berat badan 120 kilogram dan tinggi 167 sentimeter mampu mengalihkan pandangan orang terkait berat badannya. “Tapi semua tertutup dengan prestasi sih. Kita harus percaya diri dan menonjolkan kemampuan kita,” ujar dia memberikan triknya.

Sementara Ann Julianti, 39, wiraswasta tak urung merasakan sakit hati saat dibully tentang berat badannya.”Pernah sih dibully sesama teman wanita. Mereka sih becanda tapi tetap saja sakit hati, tapi EGP (emang gue pikirin),” ujar dia tentang pengalamannya.

Berat badan Ann melonjak menjadi 69 kilogram setelah melahirkan. Meskipun begitu, wanita dengan tinggi badan 158 sentimeter mengaku tidak menyesal dengan berat badannya kini bahkan saat atasan tempat kerjanya dahulu tidak menerimanya lagi.

Menerima kondisi diri dengan tubuh besar dan menikmati hidup menjadi pilihan para pemilik badan berukuran jumbo. Pasalnya untuk mengecilkan badan juga bukan perkara gampang.

“Kadang-kadang menyesal, tapi mau diet juga malas, jadi (saya) lebih membangun rasa percaya diri saja,” ujar Woe Chan, 30, perawat yang berat badannya sebelum dan setelah hamil melonjak 7 kilogram menjadi 82 kilogram dengan tinggi 161 sentimeter.

Jeanette, 31, freelance translator malah diuntungkan dengan tubuh besarnya dengan berat badan 120 kilogram dan tinggi 160 kilogram. Lantaran, dia kerap terlibat dalam sejumlah pemain peran, khusus untuk peran yang membutuhkan badan besar. “Bagiku, badan besar tidak mempersulit dapat pekerjaan, justru kalau tidak besar tidak mendapatkan peran,” ujar dia singkat.

Hal serupa dialami Yulianti Anggraeni, 40, pedagang, beberapa kali pemilik bobot 105 kilogram dari beratnya semula 125 kilogram dengan tinggi 163 mendapatkan tawaran sebagai pemain peran. Tetapi, ia selalu menyeleksi tawaran yang datang. “Yang pasti jangan ada bully-bully yang terlalu,” ujar dia. Dengan pemaknaan positif, tubuh besar tidak selalu dalam posisi diskriminatif. din/E-6

Tampilkan Semua

Daya Pikat Prosesi Agung

Sabtu 25/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perjalanan suci dari Candi Mendut ke Candi Borobudur barangkali boleh disebut sebagai salah satu prosesi keagamaan terbesar dunia. Bukan hanya itu, pergerakan suci itu juga bisa dikatakan mewah, indah, penuh warna, dan mengagumkan....
Selengkapnya

22-5

Sabtu 18/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO   Kalau tanggal ini dicatat—pastilah dicatat, barang kali karena jarak yang ma­kin dekat dengan tanggal 22 Mei. Dengan segala ingar bingar pemilu yang serentak, peta keg­iatan berbeda. Biasanya...
Selengkapnya

Refdi Andri

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lebaran menjadi momentum bagi umat Islam untuk mudik atau pulang kampung. Tradisi mudik Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga tidak tergantikan meski dengan beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antre,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta