Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Pengembangan Pasar

ICBD Mesti Fokus Bidik Pasar Ekspor Produk UKM

ICBD Mesti Fokus Bidik Pasar Ekspor Produk UKM

Foto : ISTIMEWA
PASAR EKSPOR | Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga memukul gong, saat membuka Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Koperasi dan UKM 2019 yang disinergikan dengan Rakernas khusus International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, di Denpasar, Bali, akhir pekan lalu. Puspayoga mendorong ICSB Indonesia membangun UKM yang berorientasi ke pasar ekspor.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – International Council for Small Business (ICSB) Indonesia harus fokus membidik pasar ekspor pro­duk usaha kecil dan mene­ngah (UKM) Tanah Air. Sebab, jaringan pemasaran ICSB itu ada di seluruh dunia.

Permintaan tersebut disam­paikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dalam keterangan tertulisnya usai Rapat Koordinasi Terba­tas (Rakortas) Bidang Koperasi dan UKM 2019 yang disinergi­kan dengan Rakernas Khusus ICSB Indonesia, di Kota Den­pasar, Bali, akhir pekan lalu.

Puspayoga mengatakan pe­merintah sudah memiliki pro­gram strategis pendorong UKM ekspor, yaitu Kemudahan Im­por Tujuan Ekspor (KITE). Da­lam program ini, produk UKM yang memiliki bahan baku impor dengan tujuan ekspor, akan dikenakan tarif 0 persen. “Bea masuk impor dikenakan 0 persen, begitu juga dengan tarif ekspor 0 persen,” ungkapnya.

Menkop mencontohkan beberapa daerah yang memi­liki kinerja ekspor bagus. Di antaranya, Bali (Bangli dan Denpasar), serta Jawa Tengah (Boyolali). “Dengan kita me­ningkatkan ekspor produk UKM, berarti kita turut mem­bantu pertumbuhan perekono­mian nasional. Saya berharap ICSB dan seluruh pelaku UKM di Indonesia bisa memanfaat­kan program KITE,” tandasnya.

Menurut Puspayoga, jika kita fokus mengembangkan pariwisata, maka sama saja kita sedang meningkatkan pro­duk UKM. Karena, sektor pari­wisata itu selalu bergandengan dengan UKM. “Kalau kinerja sektor pariwisata meningkat, otomatis sektor UKM pun akan meningkat pula. Namun, se­mua itu kembali tergantung kepada kreatifitas kita semua, dalam memadukan pariwisata dan UKM,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman ICSB Indone­sia, Hermawan Kertajaya me­ngatakan, agenda utama Rak­ernas Khusus ini adalah Policy Maker’s Brief yang mengha­dirkan pandangan-pandangan beberapa kementerian/lem­baga terkait penguatan UKM di Indonesia. “Forum tersebut diharapkan menghasilkan be­berapa rekomendasi bagi pe­nguatan ekspor oleh pelaku UKM di Indonesia,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Hermawan, juga untuk menekankan pen­tingnya kewirausahaan dalam mendukung pembentukan keluarga mandiri. “Salah satu­nya, pelibatan BKKBN di da­lam strategi ini sangat penting karena dapat mengaitkan pe­nguatan UKM dengan pem­bentukan keluarga-keluarga yang mandiri secara ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Momen Penting

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, me­nyebutkan bahwa kehadiran dan peran ICSB dalam pe­ngembangan produk UKM khususnya di Bali, menjadi sa­ngat strategis. “Ini harus men­jadi momen penting dalam meningkatkan UKM, khusus­nya di Denpasar,” katanya.

Untuk itu, kata Rai Mantra, pihaknya sudah mengeluarkan kebijakan untuk memudahkan pelaku UKM mendapat legali­tas usaha. “Legalitas UKM tidak boleh dipersulit. Di Denpasar, izin usaha untuk UKM, khusus­nya usaha mikro dan kecil, cu­kup di tingkat kecamatan. Dan dengan legalitas tersebut, bisa langsung menuju akses per­modalan ke perbankan, untuk kredit satu juta rupiah sampai 25 juta rupiah,” kata Rai Man­tra. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment