Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, soal Pengelolaan Sampah

Ibu Kota Di Ambang Darurat Sampah

Ibu Kota Di Ambang Darurat Sampah

Foto : ISTIMEWA
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji.
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta terancam masuki darurat sampah. Jumlah sampah yang dihasilkan warga Jakarta capai 7.000 ton setiap harinya. Jika penanganan sampah ini tidak serius, maka Ibu Kota Jakarta bisa berstatus darurat sampah.

Untuk mengetahui tentang hal ini, reporter Koran Jakarta, Peri Irawan mewawancarai Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji, di Jakarta Selatan, kemarin. Berikut petikannya.

Seperti apa konsep kampus ramah lingkungan?

Dalam penanganan sampah di Jakarta ini, saya mengajak 45 perguruan tinggi bersama-sama melakukan terobosan dan inovasi, meminimalisir buangan sampah. Sudah lebih dari 7.000 ton sampah per hari yang dihasilkan warga Ibu Kota.

Konkretnya seperti apa?

Yang terpenting, bagaimana kita mengedukasi mahasiswa, apalagi ada 650 ribuan mahasiswa di bawah kopertis III, semuanya berhubungan dengan sampah. Di kantor kami, misalnya, saya mewajibkan setiap PNS dan PHL untuk membawa sampah anorganik ke kantor pada setiap Selasa dan Jum’at.

Seberapa parahkah jumlah sampah di Jakarta?

Sampah di Jakarta capai 7.000 ton per hari, kita angkut dengan 1.200 truk sampah per hari. Mungkin kalau dihitung, satu hari bisa seperti candi borobudur. Sementara itu, usia tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi tidak sampai 3-4 tahun lagi.

Artinya, Jakarta sudah bisa dinyatakan darurat sampah?

Mungkin kita pernah mendengar dua tahun lalu, truk dicegat di Cileungsi Bogor, lima hari dicegat itu, sampah yang tidak tertangani 5.000 ton. Jadi, Jakarta termasuk rawan dalam penanganan persampahan, kalau tidak dibereskan dengan benar.

Apakah Anda yakin sampah bisa dikurangi dengan Bank Sampah?

Memang banyak yang bilang, bank sampah tidak banyak mengurangi sampah. Bisa ya bisa tidak. Bagi saya, untuk mengedukasi warga adalah salah satunya dengan bank sampah. Target kita adalah meminimalisir penggunaan kantong plastik atau tas kresek.

Seperti apa perkembangan bank sampah di Jakarta?

Kami targetkan setiap RW di Jakarta memiliki satu bank sampah. Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat bekerjasama dengan BNI termasuk OJK. Mereka membentuk bank sampah mulai November 2017. Hingga April 2018, uang sampah yang terkumpul dari sampah ini sudah mencapai 2,5 miliar rupiah.

Selain itu, bagaimana tindakan Anda bagi pembuang sampah sembarangan?

Kami pernah menangkap truk tangki dari Serang, dua kali di Jakarta Utara. Kita denda mereka sebesar 65 juta rupiah. sejak 2016 sampai sekarang, kami tangkap pembuang sampah. Pada 2016, kita mendapatkan 160 juta rupiah dari law enforcement ini. Bukan masalah uangnya, tapi kita harus mulai berani melakukan tindakan untuk menegakkan aturan.   

Kabarnya, Anda juga mulai mengumpulkan sampah elektronik?

Kami juga punya program e-waste. Mungkin kami satu-satunya Dinas Lingkungan Hidup di Indonesia yang punya program ini. Perkembangan teknologi, membuat banyak perubahan terhadap teknologi yang digunakan manusia. Seiring perubahan zaman, semua itu ada di rumah kita. Ternyata limbah elektronik ini akan berdampak pada kesehatan manusia secara tidak langsung. P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment