Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments

Hunian Terintegrasi untuk Generasi Milenial

Hunian Terintegrasi untuk Generasi Milenial

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Superblok dengan konsep transit oriented development (TOD) yang memaksimalkan penggunaan angkutan massal, akan dibangun di Cipayung Jakarta Timur dengan luas 10 hektar.

Dengan gaya hidup boros dan dengan besaran pendapatan yang sangat relatif, generasi milenial diperkirakan akan sulit mendapatkan hunian yang layak. Kondisi ini menarik minat pengembang properti untuk membuat produk properti di segmen itu.

Pengembang antara lain menawarkan solusi hunian vertikal bagi generasi milineal tersebut. Konsep apartemen dengan konsep TOD di lokasi strategis menjadi pilihan menarik untuk ditawarkan. Menurut data, generasi milenial yang saat ini tengah berada usia produktif dan mendominasi angkatan kerja terancam tidak dapat memiliki rumah. Survei yang dilakukan oleh Rumah123.com dan Karir. com pada 2016 menyebutkan hanya 17 persen dari milenial yang dapat memiliki rumah tapak sekundender di Jakarta.

Dengan gaji rata-rata hanya 6,1 juta generasi milenial seharunya memiliki gaji 7,5 juta untuk dapat membeli rumah seharga 300 juta rupiah, secara kredit dengan uang muka 30 persen, bunga 10 persen dengan tenor 15 tahun. Menurut Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung, dengan asumsikan setiap kenaikan gaji per tahun 10 persen, dan kenaikan harga properti mencapai 20 persen, maka pada 2021 tidak ada generasi milenial yang mampu membeli rumah yang saat dipasarkan dengan harga 300 juta rupiah di Jakarta.

Membaca kondisi yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta, pengembang asal Jepang Daiwa House Industry bersama dengan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN) dan pengembang lokal Trivo Group kemudian mendirikan perusahaan properti PT. Sayana Integra Properti (SIP). PT SIP ini akan membantu generasi milenial memiliki rumah dalam bentuk superblok di Cipayung dengan nama Sakura Garden City (SGC).

“Kami memiliki misi sosial di saping misi bisnis. Kami ingin menyediakan hunian bagi generasi milenial yang kesulitan dalam mendapatkan hunian yang layak di Jakarta,” ujar President Direktur PT. Sayana Integra Properti (SIP) Nobuya Ichiki di Jakarta, Selasa (3/6).

Superblock dengan konsep transit oriented development (TOD) yang memaksimalkan penggunaan angkutan masal rencananya akan dibangun di Cipayung Jakarta Timur dengan luas 10 hektar. Lokasi ini SGC City diapit dua jalan tol Jagorawi dan JORR TMII/Cikunir. “Kami percaya Sakura Garden City adalah jawaban atas banyak masalah yang dihadapi pemilik rumah baru yaitu harga yang tidak terjangkau di Jakarta, kualitas konstruksi yang tidak menentu, tidak pasti komitmen serah terima dan lalu lintas komuter yang panjang,” ujar Nobuya.

Dengan konsep TOD, SGC akan terhubung dengan stasiun LRT yang akan beroperasi pada 2019. Dengan demikian maka superblok ini tidak hanya menawarkan kualitas perumahan tetapi juga menghemat waktu ke lokasi kerja bagi penghuninya. “Pemilik rumah akan menemukan Sakura Garden City sebagai lokasi ideal untuk gaya hidup sehat mereka, lingkungan yang baik untuk asuhan keluarga dan investasi cerdik untuk aset mereka,” jelas Chief Marketing Officer PT SIP, Edward M Sinanta.

Pembangunan SGC mencakup 14 menara, sebanyak 12 menara merupakan proyek apartemen dengan kapasitas 5.000 unit dan dua menawar lagi berupa proyek komersial seperti hotel, perkantoran, dan fasilitas retail, dengan total investasi 800 juta dolar AS.

Empat Tahap

Supeblok ini akan dikembangkan dalam empat tahap selama 5-7 tahun. Untuk tahap pertama, akan dikembangkan dua tower apartemen dengan kapasitas mencapai 1.358 unit.

Bagi generasi milenial superblok yang akan dilakukan upacara peletakan batu pertama pada 21 Juli 2018 ini akan menjadi solusi kepemilikan hunian apartemen.

Tipe unit apartemen yang akan dipasarkan mulai dari studio sampai tipe tiga kamar dengan luas mulai dari 29.9 meter persegi hingga 176 meter persegi. Apartemen SGC akan dipasarkan dengan harga 20 juta rupiah per meter persegi dengan jangka waktu hingga 20 tahun melalui sistem KPR.

Untuk pemasaran apartemen akan dilakukan setelah dilakukan upacara peletakan batu pertama. Edward mengungkapkan keuntungan yang didapa jika membeli apartemen SGC adalah penghuni mendapatkan kehidupan nyaman, dekat dengan jalan tol, jarak waktu ke LRT hanya perlu jalan kaki, didukung ruang terbuka hijau, sistem pembangunan metode Jepang, aset tahan lama, dan manajemen properti untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. hay/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment